Banyak cara menuju sehat, selain berolah-raga dan menjaga pola makan yang baik ternyata salah satu dari ibadah kita dapat membuat bagian dari tubuh kita sehat pula, Allahu Akbar. Shalat itu membuat otak kita sehat! Sebagai seorang muslim tentu tidak asing lagi dengan kata shalat meskipun pada kenyataanya masih terselip kata bolong pada praktiknya karena sesuatu hal. Khusus di bulan ramadhan ini tentunya menjadi kesempatan kita memperbanyak ibadah termasuk didalamnya ibadah shalat, baik itu yang bersifat wajib atau pun sunnah. Sebagai muslim pula, selayaknya mengingat akan hal tersebut. “Barangsiapa menghadap Allah (meninggal dunia), sedangkan ia biasa melalaikan shalatnya, maka Allah tidak mempedulikan sedikit-pun perbuatan baiknya (yang telah ia kerjakan tsb)” Hadist Riwayat Tabrani.
Sejenak terlintas dalam benak ini, dalam suasana hening menjelang sahur kali ini teringat sedikit suasana sebelumnya setelah menjalankan ibadah shalat shubuh, betapa nikmatnya merasakan suasana tersebut. Menikmati secangkir kopi hangat meski hanya ditemani goreng pisang atau comro, mempersiapkan segala hal/urusan yang akan dihadapi disiang hari dengan hati yang nyaman, walhasil semangat pun ditunjang dengan pola pikir secara sadar. Namun, ketika sebaliknya yang terjadi, ketika tertidur pulas akibat “ngalong” yang telah menjadi tabiat melewatkan kesempatan tersebut, jangankan dapat menikmati secangkir kopi tersebut dengan tenang, segala perencanaan untuk siang hari pun terkadang amburadul akibat terburu-buru.
Setiap hari pikiran kita dipenuhi dengan beragam hal, mungkin itu merupakan pikiran positif dan mendorong kita pada sesuatu yang sifatnya konstruktif tapi bisa juga sebaliknya. Karena itu jika yang muncul kemudian hal-hal yang negatif, segeralah hapus dengan pikiran-pikiran positif lalu fokuskan pada apa yang kita inginkan saja. Tegaskan hanya apa yang diinginkan! Bagaimana pun, seseorang termotivasi untuk melakukan kerja terbaiknya dapat terdorong oleh berbagai hal. Diantaranya, karena memiliki ambisi untuk mencapai target tertentu demi masa depan yang lebih baik sehingga memunculkan motivasi dengan sendirinya secara langsung, selain itu ada juga yang terdorong oleh rasa takut karena terancam sehingga secara tidak langsung memacu diri melakukan kinerja terbaiknya demi mengatasi rasa takut atas ancaman yang ada.
Motivasi-motivasi tersebut, selain dalam ruang lingkup personal juga banyak dijumpai dalam dunia kerja maupun atau dunia bisnis. Motivasi yang datang dari diri sendiri itu sangat penting, dimana dapat muncul karena ambisi atas keinginanya yang lebih baik. Sebagai contoh, seorang staf mengetahui bahwa jika ia melebihi target yang dibebankan padanya, gajinya atau posisinya akan segera naik. Atau jika seorang supplier merasa bahwa seandainya ia bisa memenuhi targetnya dengan tepat waktu dan kualitasnya terjaga maka mitranya akan menambah pesanan. Bahkan bukan mustahil akan mendapatkan proyek baru. Lalu ia terpacu bekerja sebaik-baiknya. Motivasi ini menurut motivator Steve Brunkhorst, merupakan motivasi yang lebih baik dan lebih kuat. Motivasi karena terdorong oleh ambisi diri sendiri cenderung memiliki energi lebih besar dan jauh lebih mendorong kreativitas dibanding motivasi karena terdorong rasa takut. Kehadiran motivasi karena ambisi biasanya terjadi karena ingin mengejar penghargaan, imbalan besar, atau sukses tertentu. Motivasi tersebut dapat ditandakan dengan perasaan “Saya bisa …” atau “Saya mau …”.
Sebuah mesin pencari seperti Google, Bing, Ask dan Yahoo! memungkinkan kita dengan cepat menemukan informasi, blog, dan website yang relevan. Tetapi bagaimana jika kita ingin menggunakan beberapa mesin pencari sekaligus dengan alasan waktu atau apalah. Favitt menjadi solusinya. Kehadiranya sudah cukup lama tapi baru kali ini iseng nyobain. Sekedar update blog saja, siapa tahu ada rekan-rekan yang belum dan ingin mencobanya juga.
Favitt, sebuah sistem pencarian khusus yang dapat di modifikasi sehingga kita dapat memilih sendiri fiturnya, memungkinkan kita melakukan pencarian di search engine yang sama dalam satu halaman yang berujung pada alasan menghemat waktu. Disisi lain, kita dapat mengubah background dengan images yang kita inginkan. Jika kita mau meliat Favitt dengan gambar yang sudah kita upload, kita harus menggunakan URL dengan nickname kita tentunya, seperti Favitt saya ini.
Untuk melakukan pencarian, masukan saja kata kunci dalam kotak pencarian dan klik tombol cari atau enter. Jika ingin melihat hasil dari mesin pencarian lainya tinggal klik tab-nya saja. Nampaklah hasil pencarian dengan hasil dari beberapa website yang berbeda. Selain itu, kita juga dapat mencari sumber-sumber berita (misalnya Google News) dan situs microblogging seperti Twitter, Digg dll.
Harapan dari Peringatan Isra Mi’raj tahun 2010 tepatnya hari sabtu, 10-07-2010, semoga tidak hanya dijadikan momentum tunduknya akal pikiran kepada keimanan saja, tetapi juga kepada kesadaran akan pentingnya akal pikiran yang jernih dalam menerima pesan-pesan Ilahi sehingga terbangun sikap keberagamaan yang bijak, yakni mengendalikan akal pikiran dengan keimanan agar tidak kering dari nilai-nilai spiritualitas dan mendasari keimanan dengan pijakan rasionalitas logika agar tidak terkotori oleh mitos-mitos tahayul.
Pentingnya pemahaman makna secara utuh dikarenakan masih adanya kalangan yang menilai peristiwa Isra Mi’raj sebagai peristiwa tunduknya akal kepada keimanan belaka. Maka obyektivitas peristiwa itu hanya bisa diterima melalui keyakinan akan kebenaran wahyu. Hal tersebut menunjukan bahwasanya kekuatan akal tidak diberi kebebasan untuk berintervensi didalamnya.
Bagi kalangan tertentu, hal tersebut bukan persoalan rumit mengingat peristiwa ini adalah berita yang datang dari wahyu (al-Isra, 17:1). Namun, terdapat sebagian kalangan lain peristiwa tersebut merupakan sebuah dilema antara doktrin agama dan rasionalitas logika. Melihat kenyataan tersebut, peringatan Isra Mi’raj yang secara rutin dilakukan oleh banyak kalangan muslimin secara langsung mengingatkan pada “konflik” antara sains dan wahyu. Pasalnya, peristiwa bercorak supranatural semacam Isra Mi’raj merupakan persoalan yang sulit untuk dijelaskan secara rasional-empiris.
Yang baru dari PCMAV 3.1 :
————————————-
Silahkan download disini.
Selain kesenian dan makanan daerah yang sempat dituangkan dalam tulisan yang lalu, ada lagi yang menarik perhatian dari budaya daerah untuk dituangkan disini. Ya, mengenal watak atau prilaku bodor Si Cepot alias Astrajingga. Tokoh fenomenal yang hidup sepanjang masa. Si Cepot sih gak bakal mati karena tidak bernyawa, yang hidup mati itu orang yang melestarikanya.
Siapa itu Si Cepot? Rasanya sudah tidak asing lagi nama tokoh tersebut. Apalagi sebagai orang sunda, ada istilah “mun teu apal saha eta si cepot, ulah wara ngaku urang sunda” kalau gak hapal siapa itu Si Cepot jangan mengaku orang sunda. Si Cepot alias Astrajingga yaitu salah satu tokoh yang terdapat dalam pewayangan “Wayang Golek”, berwajah merah dengan prilaku bodor atau suka bercanda. Astrajingga adalah anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Semar Badranaya dan Sutiragen (sebetulnya Cepot lahir dari saung). Sastra artinya tulisan, sedangkan Jingga adalah gambaran tokoh wayang yang mempunyai kelakuan buruk ibarat seorang siswa yang memiliki lapor merah. Meski demikian kehadirannya selalu dinanti-nanti. Wataknya humoris, suka banyol ngabodor, tidak peduli kepada siapa pun baik ksatria, raja maupun para dewa. Kendati begitu lewat humornya dia tetap memberi nasehat petuah dan kritik.
Selain Astrajingga, terdapat tiga tokoh lagi yang selalu menjadi pusat perhatian yakni ayahnya (Semar) dan kedua adiknya (Dawala & Gareng). Keempat tokoh ini disebut pula sebagai tokoh Punakawan, artinya sebutan bagi empat orang abdi yang bertugas sebagai penasihat dan pemberi petuah bijak bagi para tokoh Pandawa. Salah satu tokoh yang menjadi ikon pewayangan adalah tokoh Astrajingga.