Asuhan Ayah Bunda Membentuk Anak Berkualitas

bermain

Dibulan baik ini, bukannya hendak mengajak untuk mengumpat, bukan juga berniat melirik kedangkalan atas kesalahan yang telah diperbuat seseorang melainkan untuk bercermin dan menata diri hingga senantiasa lebih terarah.

Dari satu kejadian mengenaskan yang beritanya wara-wiri diberbagai media, kejadian yang menimpa gadis cilik dibawah asuhan orang tua angkat. Terenggut nyawanya dengan tragis, entah siapa pelakunya. Banyak diantara kita yang berempati, manghantarkan do’a bersama atas kepergiannya, dan barangkali tidak sedikit juga yang merasa marah dan kesal terhadap pelakunya. Tidak ketinggalan banyak blogger yang menuangkan empati dengan memposting puisi-puisi sebagai tanda simpati. Hal tersebut juga yang menjadi dasar pemikiran postingan ini, menilik kejadian serupa dengan hubungannya terhadap pola asuh orang tua.

Etika dan Budaya Gemar Membaca

Membaca Kebetulan, tinggal menghitung hari bulan ramadhan akan tiba. Bertepatan dengan bulan istimewa tersebut, diantara kita “khususnya ummat muslim” pasti banyak sekali melakukan kegiatan membaca terutama Al-qur’an. Selain dari membaca bacaan yang telah menjadi pedoman hidup tersebut, dalam mengisi waktu luang sambil “ngabuburit” tidak sedikit pula yang mendadak rajin membaca bacaan media lainnya, baik bacaan media cetak atau pun media elektronik.

Membaca merupakan kegiatan positif yang mudah dilakukan oleh semua orang, dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Dan, berkawan buku memang tidaklah rugi karena buku merupakan teman bicara yang tidak memaksa sekaligus pasihat yang tidak mencari-cari kesalahan.Dengan membaca akan menambah ilmu pengetahuan dan memperluas wawasan. Sebagaimana kita ketahui, dalam sejarah peradaban Islam kemajuan ilmu pengetahuan berbanding lurus dengan perhatian dan pengamalan perintah membaca dan menulis. Hal tersebut menandakan bahwa semakin sering manusia membaca, akan semakin tinggi ilmu pengetahuannya sekaligus mendorong semakin tingginya peradaban manusia, begitu pun sebaliknya.

Menghapus Kode Emoji WordPress Tanpa Plugin

W3CPara kerabat pastinya sudah tahu, bahwasannya pada WordPress rilis 4.2 telah ditambahkan beberapa baris CSS dan kode JavaScript dibagian header sebagai pendukung aplikasi emoji.

Emoji adalah pengembangan baru dari smiley alias emoticon yang merupakan ideogram atau smiley 1f604.png, digunakan dalam pesan elektronik dan halaman web. Tersedia pada beberapa perangkat di seluruh dunia mulai dari ponsel sampai PC, dan metode ini bekerja dibeberapa aplikasi, bukan hanya WordPress.

Kode emoji tersebut seperti dibawah ini:

Tidak Semua yang Mengkilat Itu Emas

RezekiAlhamdulillah semalam diberikan istirahat yang cukup lelap hingga dihiasi bunga tidur yang dirasakan cukup mengesankan, menikmati hidangan sebuah restoran ternama yang mewah dengan sajian menu beragam ikan yang gurih dan enak. Benar-benar menjadi sesuatu yang cukup mengesankan karena tidak pernah tersirat dalam benak sebelumnya, dan notabene dalam kehidupan nyata hampir tidak pernah mengkonsumsi ikan. Ternyata ikan itu enak juga ya, meskipun sebatas mimpi :-D

Yang kurang mengenakkan, pada akhir dari mimpi tersebut, perut terasa sakit lalu terbangun dan berujung nongkrong dikamar kecil. Lantas terlintas tentang penyebabnya tersebut tiada lain pada sore harinya telah menyantap hidangan yang cukup menarik hati untuk dibeli dan dinikmati, sajian dengan harga diatas rata-rata dari menu serupa lainnya. Meski cukup enak, tidak sepenuhnya diterima perut dan akhirnya sebagian terbuang sia-sia.

Mengatasi Broken Link pada WordPress

kesalahan-perayapanJauh sebelum adanya beberapa postingan terakhir, sempat merubah template dan menghapus beberapa direktori. Sayangnya, semangat ngeblog saat itu tidak direalisasikan dengan berkelanjutan. Al-hasil, perubahan ulr dari adanya direktori yang dihapus menjadikan banyak link yang terputus dan dibiarkan begitu saja sampai berbulan-bulan. Meskipun tidaklah begitu berpengaruh dengan traffic gubuk butut ini yang hanya tinggal secuil karena bukanlah monetize blog, tapi cukup mempengaruhi semangat menulis  :-))

Dengan melihat jebloknya kunjungan, memandang betapa pentingnya untuk melakukan redirect pada broken link yang cukup terasa dampaknya. Broken link memang menyesatkan dan merugikan karena tidak menunjuk kepada halaman yang benar-benar ada sehingga search engine termasuk Google mamandang hal ini sebagai masalah yang mengganggu user experience. Dalam konteks link building, link yang seharusnya diperhitungkan sebagai backlink juga lenyap, halaman yang seharusnya memiliki backlink dan mendapatkan ranking yang baik menjadi nihil. Selebihnya berimbas buruk pula dalam hal SEO karena memiliki terlalu banyak broken link.

Page 1 of 8112345...102030...Last »