Siapa yang tidak bahagia jika akan menghadapi hari yang ditunggu, hari esok yang menyenangkan. Dalam menyambutnya selalu dengan penuh semangat, disertai hati senang, riang dan gembira. Bahagia dalam hidup dihiasi hangatnya cinta dan damai yang didambakan esok hari. Cinta yang dapat membuat terbang dengan penuh semangat meninggalkan banyak sekali beban, sakit, stress dan frustasi.
Jika esok hari tiba, bahagia itu tetaplah nyata. Bersyukur memiliki waktu untuk dapat mengaji dan mengkaji diri sejauh mana prilaku yang diperbuat hingga dapat membenahinya dikemudian hari. Dengan itikad meraih berkah-Nya, rasanya tepat untuk menuangkan harapan nyata dan mencoba mengungkap hingga dapat mempelajari rahasia-rahasia yang masih tersembunyi. Untuk itu semua, berharap dilekatkan pada upaya membebaskan diri dari kebencian dan kecemasan, menjalani hidup sederhana hingga mampu memberi lebih banyak dan berharap lebih sedikit, mensyukuri nikmat serta senantiasa tersenyum. Senyum hangat menanti esok hari “ramadhan” tiba
Sejenak diri terbangun ditengah malam dan menatap sesuatu yang hampir tak terlihat dilangit-langit sepetak ruangan kamar. Benar-benar terasa kikuk manakala keheningan terasa menyelimuti beberapa saat. Terbersitlah cerita dini hari berlalu dan terhelakan pula nafas panjang mengiring kegelisahan hati yang tak segera terlepaskan. Lalu digerakannya satu dua langkah kaki dan duduk diatas sebuah bangku yang sudah lusuh, yang tinggal beberapa saat lagi menunggu runtuh didekat jendela. Sesekali menatap tarian asap yang melenggak-lenggok mengikuti himpitan kedua jari diiringi tabuhan sang angin yang senantiasa mendekat lalu menjauh dari sang mulut, begitu pun sebaliknya dan terus berulang. Dari arah yang berbeda, sekumpulan asap terusir solah-olah mengantarkan perjalanan diri dalam sebuah pengembaraan jauh.
Masih dan tetap teringat, dimana raga berontak membebaskan diri dari memikirkan mereka yang telah menjadi tertarik pada lipatan bercap yang dijadikan penghias tubuh. Sementara jiwanya menolak untuk bertindak seakan tidak tahu apa-apa tentang cinta dan timbal-baliknya yaitu sebuah keindahan. Yap, mereka adalah para pengumbar janji dan para penyanjung sikap mengabaikan kilah lidahnya yang tak bertulang. Sepertinya tiada lain yang dibutuhkan hanyalah sebuah belas kasihan Tuhan semata untuk mengingatkannya.
Hanya bisa menelan ludah! Dan aku tidak dapat menghakimi karena aku salah satu dari yang mengindahkan mereka meski hanya selangkah saja dan terlahir dari kebutaan semata. Aku merasa simpati dengan sepenuh hati dan aku tidak membencinya, namun diri ini membenci penyerahan diri pada kesalahan dan kelemahan. Dengan sepenuh hati, mengatakan semua hal ini untuk menunjukkan pada mereka dan kenyataan dari siapa aku melarikan diri lalu melaju kearah yang berbeda.
Lagi-lagi tentang award! Rasa yang tak aneh jika mendapatkan semacam ini yaitu suka bingung sendiri.
Ini dia anugerahnya;
Anugerah tersebut didapatkan dari kerabat “Oen” yang bermurah hati beberapa waktu yang lalu. Mohon maaf baru bisa kali ini merealisasikannya. Keterlambatan ini bermula dari merasakan kurang tepatnya mendapatkan ketiga jenis award ini, dimana muatannya kurang mengena jika dikaitkan dengan kondisi ngeblog yang lagi malas-malasnya; jarang update, sekalinya update cuma postingan seadanya serta frekuensi menjalin silaturahim pun lagi jarang-jarangnya. Hatur nuhun!
“Make a decision to commit and becoming ethical preneur are essential factors to be success!” Menjadi seseorang yang sukses pastilah diangankan semua orang. Dimana kekusksesan itu sendiri terkadang mudah diraih, namun kerap dirasakan lebih berat dalam mempertahankannya. Oleh karena itu, bercermin dari sebuah kesuksesan atau pun kegagalan seseorang bisa dijadikan penambah motivasi sekaligus kendali dalam menuju sukses.
Bercermin dari kesuksesan! Salah-satunya mungkin bisa bercermin pada Google Inc, perusahaan yang mengawali bisnisnya dengan mesin pencari dunia maya dengan prinsip pendirinya mengatakan “Don’t be evil” alias jangan menjadi jahat. Google mandapat penghargaan sebagai perusahaan yang memiliki etika tinggi berdasar survey dari Ethisphere, perusahaan independent yang mensurvey tentang etika dibanyak perusahaan dunia. Konon, Google menjadi incaran banyak pekerja untuk bergabung karena berbagai fasilitas dan penghargaan terhadap karyawan didalamnya. Kini mampu menjadi perusahaan terdepan dibidang teknologi informasi dengan nilai yang sangat tinggi. Nah, hal tersebut menjadi bukti bahwa menjaga etika perusahaan menjadi salah-satu hal yang bisa mengangkat nilai perusahaan itu sendiri.
Bercermin dari kegagalan! Sedikit berkelakar saja karena tulisan ini pun tidak mewakili atas sebuah kekusksesan yang telah tercapai dengan berumur panjang melainkan pernahnya merasakan pahit getirnya menjalankan usaha yang berujung pada sebuah cap “gulung tikar.” Dan juga tidak mewakili atas kegagalan disaat ini karena tidak sedang menjalankan usaha yang cukup berarti. Diakui secara jujur, kegagalan yang pernah terjadi bukan semata atas faktor tidak mengindahkan keberadaan fungsi ethical preneur karena berbaur dengan dominasi atas sebuah nama “bencana”. Walaupun demikian, dalam prosentase yang minim sekali pun tetap saja terselip adanya keteledoran akan sikap mengabaikan fungsi keberadaan etika tersebut. Khususnya pada sikap kurangnya respek terhadap situasi tertentu terlebih ditambah kehendak hati disaat itu yang belum bisa menegaskan mana modal usaha dan mana uang pribadi. Akhirnya sadar betul, sebaik-baiknya niat hati yang terkait dengan penggunaan modal usaha sudah barang tentu usaha tersebut akan terganggu hingga akhirnya benar-benar tinggal nama dan menyisakan kenangan semata hikz…
Vapir vaporizers are one of the efficient models which might be out there at present in the market. The vapours produced are of impurities and comprise flavoured and aromatic plant substances. Vapours are produced at a specific temperature which doesn’t let plant substance get burnt. When tobacco is smoked, the plant itself is burned. This burning releases carcinogenic and different toxic substances, akin to tar and carbon monoxide. In contrast, when tobacco is vaporized, it releases solely its energetic component – nicotine – within the form of an inhalable aerosol. Vaporization does not contain combustion or excessive carbonization as is the case with smoking. The method of vaporization is least harmful to the respiratory system and does not destroy the essential components of the plants.
Massive types of herbal vaporizers can be found to accommodate your specific wants and expectations out of a vaporizer to optimize your experience. The process of vaporization or volatilization releases the essential, active parts of a substance without any burning. Vaporization makes use of a chopping-edge convection know-how that releases simply sufficient heat and air to discharge the important parts; however not sufficient heat and air for the supplies to combust. Superior microchip know-how ensures an exact temperature to eradicate overheating or burning the plant substance. This eradicates lots of the dangerous by-merchandise of combustion in many of the Cheap Vaporizers.
Top Rated vaporizer produces NO smoke, little to no tar, and other toxic elements. Not like combustion, vaporization doesn’t induce substantial denaturing of the substance. When a substance is “denatured”, its chemical make-up will change. For example, when catalyzed by a flame, new compounds are then created that weren’t originally within the plant itself. One of many greatest property of vaporization technology is that the Transportable Vaporizers and Palms free vaporizers and all other Vaporizers doesn’t substantially alter the compounds being vaporized and doesn’t create any components that were not initially current in the source material.
Siapa yang tak kenal sampah? Sampah selalu ada dimana saja, terlebih di metropolitan yang lebih beragam antara sampah organik dan yang bukan. Tidak jarang ditemukan berserakan akibat prilaku orang yang tidak sadar kebersihan lingkungan. Lain di kota lain pula di desa, sampah yang ada mungkin tidak melulu berbahaya. Sebut saja tai gergaji, ampas atau serpihan halus sisa dari kayu yang digergaji. Meskipun demikian, sampah ya tetaplah sampah. Jika tidak mengenal cara memanfaatkannya ya tidak akan berarti apa-apa. Tai gergaji pun keberadaanya tidak melulu di desa, saat ini banyak usaha mikro yang mengelola dan menjual kayu sebagai bahan bangunan meskipun letaknya agak dipinggir kota. Lalu, apakah benar ada manfaatnya?
Sedikit cerita dimasa kecil, namun tempat kejadian dan kapan persisnya sudah lupa, maklum sudah pikun.
Waktu itu diajak keluarga pergi kesebuah undangan hajatan disebuah desa. Ketika ditempat hajatan tersebut saya (selaku anak-anak) sempat berkeliling melihat sekitar area hajatan. Dan dibelakang rumah si mpunya hajat melihat sebuah tenda biru, eh entahlah warna tendanya apa? Lupa juga
Didalam tenda tersebut melihat seseorang yang sedang mengusap-usap “mengelap” piring-piring kotor “bekas makan para undangan”. Namanya juga anak-anak, kalau melihat sesuatu yang baru dilihatnya pasti pengen tahu, lalu saya pun bertanya tentang apa yang dikerjakan. Akhirnya diketahuilah dari sang pekertja bawasannya hal tersebut lagi membersihkan piring dengan tai gergaji. Lantas saya pun lanjut bertanya lagi, apakah bisa bersih? Sekalipun kotoran yang berlemak, itu akan terangkat “bersih” kilahnya. Dan memang pada kenyataanya yang terlihat itu bersih. Kalau sekarang berpikir lagi, apakah benar-benar bersih dengan mencuci tersebut? Entahlah, saya sendiri tidak pernah mencobanya.