![]()
Senang rasanya dapat menuangkan kembali beragam pikiran yang tersirat dibenak ini meski tidak tahu apakah bermakna atau tidak, yang tentunya akan semakin bertambah senang andaikan saja hal ini akan menyambungkan silaturahmi untuk dapat berkenalan dengan sesama. Amien.
Seorang yang mencoba menjalani hidup di Tatar Pasundan ini lahir di Sumedang, Parahiangan Timur, Jawa Barat. Datang dari sebuah keluarga sederhana yang sebenarnya belum begitu mengenal perkembangan kecangihan teknologi.
Nama punya saya, K. Indra Permana, untuk nama panggilannya bisa aa, ncep, kang, asep, indra, kip, tak terkecuali abah, ya boleh apa saja yang penting tidak memiliki arti yang negatif saja.
Sebagaimana kebanyakan keluarga kecil, aku dibesarkan dalam tradisi yang sangat sederhana. Pengalaman waktu kecil memang cukup pahit (tidak seperti layaknya dunia anak-anak) kalau direnungkan pada saat ini. Tapi semua itu sebenarnya membuatku lebih dewasa pada saat ini, lebih-lebih setelah ditafakuri dan diambil hikmahnya.
Alhamdulillah, dalam wawasan keluarga yang terbatas.. yang aku kecil dididik dengan pendidikan dasar moral dan agama sebagai alur hidup adat yang tidak terlalu penting. Tapi mungkin dari yang tidak terlalu penting itu justru muncul kata berharga setelah merenungkan makna warisan itu, karena harta itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan warisan ilmu.
Cita-citaku dari dahulu sampai saat ini sangatlah sederhana, yang intinya hidup ini bisa bermakna. Mungkin ada satu hal yang sedikit berbeda dengan yang lainnya sebagai orang kecil dan sederhana, yakni masalah pendidikan, sampai saat ini memiliki keinginan untuk belajar, terus dan terus (tidak memiliki batasan belajar itu sampai dimana atau sampai kapan), meskipun dijalaninya dengan kerja keras atau banting tulang sendiri. Walaupun demikian, orang tua tetaplah pemberi modal utama meski bukan materi, yaitu pendidikan riil dalam dunia nyata yang senantiasa menjadikan kendali dan dorongan dalam setiap langkah yang dijalani.
Seorang anak kampung yang terus tumbuh menjadi dewasa, melecut diri ke kebudayaan yang dianggapnya lebih baik. Dengan menggantungkan tekad dan cita-cita hidup, menimba ilmu yang entah sampai kapan berakhir.
Menjajal kemandirian dalam hidup memang telah terbiasa, sehingga hal ini membuatku tampak tua terlalu cepat sebelum waktunya alias kolot, hehehe… maklum karena disuasanakan oleh keadaan.
Seorang dewasa dengan berbagai renungan dalam sisa-sisa hidup yang harus terus berlanjut, terus berkembang. Semoga hidup ini lebih bermakna. Wallahualam!












August 28th, 2008 at 21:15
salam kenal kang Kips, ti urang cihanjuang
HIDUP PERSIB, peace ah
August 29th, 2008 at 13:05
Sama2 dit, kirain di kircon.
September 1st, 2008 at 22:19
Sampurasun, kang kip…
Salam wanoh heula ah ti abi. Abi oge budak ngora nu asalna ti kampung, resep pisan kana teknologi internet nya eta ngablog. He..
Salam.
September 19th, 2008 at 01:08
Sami2 Gie, abdi ge nuju belajar yeuh…
September 20th, 2008 at 02:10
semoga akses internet di negara ini semakin baik..
akses cepat, kualitas OK, harga murah..
supay saya tidak lagi jadi fakir bandwith..
September 20th, 2008 at 02:12
waduh.. salah komen, td maksudnya komen tuh u/postingan yg ttg Indosat 3G unlimitted..
maaf…eh maap…
September 20th, 2008 at 23:51
#6 Gpp mas, sama aja nih fakir bandwith
September 23rd, 2008 at 02:09
mampir2…
berhubung ini kunjungan tengah malam..
jadi tak maksimal
lain kali kita jumpa lagi *halah*
November 2nd, 2008 at 11:38
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
makasih Kang udajalan-jalan ke Blog Yurie!
November 4th, 2008 at 05:21
#8 Makasih kunjungannya
#9 Waalaikumsalam Wr. Wb. Sama-sama, makasih Yurie juga dah mampir
January 25th, 2009 at 11:26
siang kipss *hehe, masih2 kebawa plurking sayaahh :D*
January 30th, 2009 at 10:15
Eh ada aerapiangis, met siang jg, makasih dah mampir
March 22nd, 2009 at 11:38
Assalamu’alaikum wrwb.
ngapunten, mampir…
maturnuwun