Berbalas Pantun

kips-1.jpg

Ibarat makan sudah menjadi kebutuhan baku sehari-hari, beberapa jam disetiap harinya pasti nyempetin menengok inet. Padahal tak jarang cuma sekedar ngobrol atau sekedar berkelakar saja. Buktinya sudah beberapa kesempatan iseng nimbrung berbalas pantun disebuah social networking. Dari hal itulah terbersit hasrat hati menuliskan tentang pantun, lumayan buat pengingat-ngingat sastra lama yang terkadang sering dilakukan tapi tidak paham keberadaan sebenarnya pantun terdahulu. (blush)

Mengenal sebelum berbalas pantun. Pantun dikenal sebagai salah-satu jenis puisi lama yang merupakan sastra lisan dan telah terkenal dibumi nusantara sejak jaman dulu. Disebut satra lisan karena dahulu merupakan seni sastra yang diucapkan secara langsung atau lisan. Namun kenyataan sekarang selain secara langsung dilisankan, pantun juga sering dijumpai dalam bentuk tulisan. Untuk nama atau istilah pantun itu sendiri disetiap daerah berbeda-beda. Kalau di Sumatra masih dikenal dengan sebutan pantun, untuk di Jawa dikenal dengan Parikan, sementara di Sunda dikenal dengan Paparikan. Meskipun berbeda nama, maksud dan fungsinya sama yaitu biasa digunakan untuk saling menghibur, saling sindir-menyindir, mengungkapkan perasaan hati, menasehati, dll.

Mengenal komponen pantun! Bentuk pantun selalu sama, yaitu terdiri dari dua bagian yaitu sampiran dan isi. Jumlah keseluruhan sampiran dan isi biasanya terdiri dari empat baris kalimat, baris pertama dan kedua disebut sampiran, sementara baris ketiga dan keempat adalah isi (pesan yang hendak disampaikan). Adapun sampiran itu sendiri berfungsi untuk membuat irama pantun. Kalimat pertama memberi irama untuk kalimat ketiga, kalimat kedua memberi irama untukkalimatkeempat.

Dalam berpantun sekarang ada juga yang terdiri dari dua bari saja, dimana baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua adalahisinya.

Aturan membuat pantun! Ciri utama dari pantun adalah berpola A-B-A-B pada setiap ujung kalimat. Namun ada juga yang menggunakan pola A-A-A-A. Sebagai, contoh:

Berakit-rakit ke hulu –> u(A)
Berenang renang ke tepian –> n(B)
Bersakit sakit dahulu –> u(A)
Bersenang senang kemudian –> n(B)

Mencoba membuat pantun! Untuk memudahkan membuat pantun, yang pertama-kali dibuat adalah isinya, yaitu baris ketiga dan keempat. Setelah isi yang hendak disampaikan dibuat, baru pembuatan sampirannya pada baris pertama dan kedua. Jadi tidak perlu urut dalam pembuatannya. Hal itulah yang membedakan dengan cara penulisan karya sastra lainnya seperti puisi atau prosa, karena membuat pantun justru lebih terasa mudah dimulai dari bawah dulu yang berupa isi.

Hal lain yang bisa dilakukan untuk memudahkan dalam membuat pantun yaitu mencari kata atau suku-kata diakhir kalimat pantun yang akan dibuat. Hal tersebut akan memudahkan untuk membuat pantun agar bisa saling berhubungan diantara bagiannya. Misalnya antara baris satu dengan baris kedua dalam sampiran diusahakan saling berhubungan kalimatnya sehingga pantun akan terlihat lebih bagus dan menarik. Begitu juga untuk isinya, baris ketiga berhubungan dengan baris keempat.

Selain hal diatas ada juga yang harus diperhatikan yaitu jumlah suku-katanya yang akan dipakai. Diusahakan sama antara baris pertama, kedua, ketiga dan keempat. Tapi, ciri tersebut sekarang sering diabaikan dalam berpantun, dan dalam kenyataannya hal tersebut menandakan bahwa sebenarnya tidaklah mudah membuat pantun yang bagus karena memerlukan pemikiran.

Jika ingin membuat pantun, tentukan terlebih dahulu baris isi pantunnya. Misalnya:

Saya berpantun masih belajar,
Maafkan jika memang kurang bagus.

Setelah isinya ada tinggal menambahkan sampirannya yang bisa diambil dari peristiwa sehari-hari. Misalnya:

Sopan santun tanda terpelajar,
Maka tak jarang berbahasa halus.

Pantun jadinya seperti ini:

Sopan santun tanda terpelajar,
Maka tak jarang berbahasa halus,
Saya berpantun masih belajar,
Maafkan jika memang kurang bagus.

Kumpulan pantun dapat dikelompokan jenisnya, misalnya ada pantun anak-anak, pantun nasihat, pantun percintaan, pantun religi dll.

Contoh pantun anak-anak.

Tomat itu buat bumbu,
Tidaklah enak dimakan mentah,
Hormat selalu pada ibu,
Jika disuruh jangan membantah.

Contoh pantun nasihat.

Enak bener tinggal di Batujajar,
Segar udaranya, indah dan permai,
Anak sekolah rajinlah belajar,
Agar cita-citanya kelak tercapai.

Contoh pantun percintaan.

Rasanya kesal kalau menunggu,
Sampai tak sadar habis cemilan diplastik,
Asyiknya jikalau malam minggu,
Bertemu kekasih yang baik juga cantik.

Contoh pantun religi.

Gunakanlah jurus sakti berpencak silat,
Hingga membuat lawan lemas lunglai,
Lakukan terus berdoa dan juga shalat,
Menjaga hati selalu tenang & damai.

Nah, sekarang balik ke cerita awal, postingan ini terinspirasi dari iseng berpantun bersama kerabat di social networking. Berbalas pantun! Inilah contohnya:

Belajar menyulam hasilnya rapi,
Diterusin merenda disuguhi bakwan,
Benar-benar malam ini terasa sepi,
Pada kemana ya kawan-kawan.

Kalah itu lawannya menang,
Keduanya adalah hasil tempur,
Mungkin lagi bersenang-senang,
Saatnya menikmati hari libur.

Niat pagi hari sarapan bubur,
Supaya siang tidaklah lapar,
Enaknya yang pada berlibur,
Saya harus berkutat belajar.

Rujak petis pakai kedondong,
Untuk dibawa bekal mendaki,
Kalo gitu mah sama aja dong,
Saya duduk disini cari rejeki.

Ke Ciledug jual abu gosok,
Kerja keras biar dapet fulus,
Jedag-jedug mikirin besok,
Semoga saja saya bisa lulus.

Disebelah ada kebun pepaya,
Sebelahnya lagi tempat gerabah,
Yakinlah dan tetap berupaya,
Insya Allah munajatnya terijabah.

Bulan bangkit di langit kelam,
Cahayanya redup serasa gulita,
Hari berganti ditengah malam,
Saatnya menutup sepasang mata.

Lelah sudah habis memahat,
Dari kemarin harus lembur,
Sudah saatnya kini istirahat,
Ayo cepetan pada tidur.

Kumat lagi kelakuannya,
Sering manyun semakin jadi,
Selamat pagi semuanya,
Yang baru bangun ayo mandi.

Tersenyum manis pasti tak akan rugi,
Apalagi paginya sudah menggosok gigi,
Embun menetes pertanda sudah pagi,
Sudah saatnya untuk beraktivitas lagi.

Asyik juga ternyata berbalas pantun itu. Dan saya yakin, kerabat lainnya pasti suka atau pernah berpantun meski hanya sesekali. Mungkin dalam bentuk candaan, sms, kartu ucapan dll. Barangkali ada kerabat yang mau menambahkan atau melengkapi pantun disini, atau mau berbalas pantun? Mangga! :D



Related Post :



    66 Responses to Berbalas Pantun

    1. susisetya says:

      Jadi teringat pelajaran bahasa Indonesia jaman SMP dulu, waktu dikasih tugas bikin pantun aku nyontek dari sinetron sengsara membawa nikmat (gak kreatif yach… :)), tapi kangen juga dengan sinetron sinetron jaman dulu seperti siti nurbaya Kasih tak sampai, dan sejenisnya….

    2. mamah Aline says:

      jadi keingetan jaman dulu SD sering dapat tugas nyari berbalas pantun seperti diatas… dengan pakem AB AB agar pas akhirnya

    3. kania says:

      susah nemu pakaian bagus dari katun
      jauh2 dicari adanya di tasik
      wah aku ga bisa berbalas pantun
      setiap kucoba hasilnya jadi ga asyik

    4. aming says:

      jago juga bikin pantun nya,
      jadi inget waktu sekolah dulu..

    5. alamendah says:

      Saya termasuk yang harus angkat tangan kalau harus berbalas pantun a.k.a membuat pantun dadakan.

      >>>Nitip pesan buat semua:
      Saya ada tantangan buat para blogger Indonesia, ki. Yang siap bisa langsung ceck TKP di blog saya.

    6. alamendah says:

      komen saya kok hilang. Keknya tadi urlnya kepanjangan sehingga masuk spam, ya?. Sorry

      • kips says:

        Terbentang jarak nan jauh dilirik
        Deretan gunung terlihat indah
        Tantangan yang sangat menarik
        Buat coretan yang tidak mudah
        (blush)

    7. cimul says:

      jadi keinget pas jaman2 putih-merah dulu… tugas Bahasa Indonesia disuruh bikin pantun… (blush)

    8. jiaahhhh,..gak pandai berpantun je :D

    9. Vulkanis says:

      Kudu bener-bener kalo bikin pantun teh nya ?

      • kips says:

        Hehe… mungkin gak selalu begitu mas.
        Yang perlu pemikiran itu jika memang benar-benar menghendaki pantun yang bagus biar lebih menarik :-D

    10. mas bro tukar link ma ane.. bisa gk???

    11. budies says:

      Indonesia tanah air beta
      pusaka abadi nan jaya
      telah berkunjung di blog saya
      terima kasih ya
      wis gak sambung blas

      • kips says:

        Tugas satpam itu berjaga
        Ngawasi gerak-gerik sindikat
        Tidak apalah begitu juga
        Masih ada tali buat pengikat *sbg penyambung* :-D

    12. the_arul says:

      Aku suka pantun, aku suka nge blog.

      Ayo ngepantun sambil nge-blog

    13. ICHA says:

      AJARIN BIKIN PANTUN DONK???!!!!!!

    14. SILFARA AKSELERASI says:

      KA’BIKININ PANTUN BERBALAS SMP DONK.
      LAGI PERLU NICH.AQ KAN KLS AKSELERASI JADI DISURUH BUAT PANTUN.
      BANTUIN DONK KA’UDH ADA SICH TAPI KURANG PERCAYA DIRI.

      • kips says:

        Kaki terasa sakit tadi terjatuh
        Gara-gara lari ketakutan ada yang ngejar
        Si adek mesti bikin sendiri atuh
        Kalau dibikinkan sama saja tidak belajar

        Semangat ya :-D

    15. Tambahan Mas
      Setiap baris pantun terdiri dari 4-6 kata
      terdiri dari 8-12 suku kata
      jika hanya terdapat 2 baris (1 sampiran 1 isi) itu dinamakan”Karmina” (pantun singkat)

    16. Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar. Ia juga melatih orang berfikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain.

      Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Di kalangan pemuda sekarang, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata. Seringkali bercampur dengan bahasa-bahasa lain. Berikut contoh pantun (sebetulnya adalah karmina) dari kalangan pemuda:

      Mawar merah tumbuh di dinding
      Jangan marah, just kidding

      Namun demikian, secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.

    17. Noer says:

      Jaman sekarang jarang ya orang dalam berkomunikasi biasa menggunakan pantun…
      Mantaf infonya sobat, sukses selalu ya…

    18. ibnu says:

      “kips” itu pake font apa ya gan ? download dimana font nya?

    19. jalan-jalan ke kota paris
      nampak rumah berbaris-baris
      abang rala tersusuk keris
      hanya untuk dapat adik yang manis

    20. budies says:

      wah sedikit yang masih melestarikan pantun sebagai bagian dari khasanah kebudayaan bahasa melayu/indonesia.. semoga makin banyak pecinta budaya

    21. jasa seo says:

      enak yah kalau sudah pantun mah bisa bales balesan.

    22. arya pangestu says:

      Iya mas tingal baless balesan

    23. iwanngomik says:

      Alangkah manis buah manggis
      Buah apa enak ditumis
      Badan merinding muka meringis
      Begitulah dicium dido berkumis

    24. iwanngomik says:

      Anak kecil suka rewel.
      Gatallah getah umbi keladi
      Makin tua makin bawel
      Makin tua korupsi men-jadi2

    25. Shev says:

      nambah pengetahuan tentang pantun nih…

    26. akiiwan says:

      Kain sandang termasuk katun
      Sakit mulut karena seriawan
      Bertandang kemari ingin berpantun
      Dengan kips ingin berkawan

    27. Berkeliling kota jalan jalan
      Ke toko beli obat seriawan
      Bolehkah bertandang ingin kenalan
      Sambil berpantun cari kawan

      • kips says:

        Orang baik biasanya shaleh
        Rajin sembahyang juga dermawan
        Tentu saja sangatlah boleh
        Malah senang punya banyak kawan :-D

    28. akiiwan says:

      Mari mendaki gunung Ciremai
      Gunung Ciremai banyak berhutan
      Blog pantun berbalas disini ramai
      Boleh dunk aku ikutan?

      Slm knl…:)

      • kips says:

        Gunung Ciremai ada Kuningan
        Lumayan dekat dari Sumedang
        Ini hanya sekedar selingan
        Kebetulan saja lagi begadang (LOL)

    29. hartono says:

      boleh gabung..

    30. Syahputra says:

      Matanp kalean berpantun?

    31. Terima Kasih! says:

      ini sangat membantu untuk saya. Terima kasih pak! :D

    32. Pepaya padat penuh berisi
      Kalu dimakan enak rasanya
      Nama dan alamat sudah kuberi
      Janganlah lupa kunjunganya

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>