KIP's Bandung

26
Oct

Terpurukku Disini

Related entries: Poetry

Tak kuat menahan lelah
Terpejamkan mata tanpa terasa
Namun lipatan ingatan senantiasa mengerayangi
Yang sesekali bak cahaya
Melesat dari busur waktu
Dengan menyisakan sesak didada
Hingga tak mampu
Merapatkan kelopak mata dengan semestinya

Terperanjat dan terjaga
Lalu bergegas sebelum tumbang
Seakan tak ingin didahului sang waktu
Bersandar diteras depan
Memandang samarnya suasana
Ditemani ingatan kala memungut kenangan
Yang telah lama tertimbun suasana
Lagi dan lagi terbongkar

KersenSesaat duduk disebuah kursi warung pinggir jalan, sambil menunggu isi gelas berpindah kemulut yang terasa haus akan siraman air. Lalu, tepat dihadapan mata lewatlah dua orang wanita paruh baya. Lantas satu orang diantara mereka meloncat dengan maksud hendak memetik buah kecil mungil berwarna merah yang berada tepat diatas jalan yang dilewatinya, tiada lain buah kersen.

Melihat aksi mereka jadi teringat masa kecil dulu. Buah kersen biasanya memang disukai anak-anak termasuk saya disaat itu. Jika melihat buahnya yang matang meski hanya satu biji dan terletak jauh diujung dahan, selalu saja berupaya untuk meraihnya. “Mun can beunang rasa panasaran teu weleh nempel tur roronjatan bari ngahontal eta buah, sanggeus beunang mah asa kacida pisan bagjana hate”. (LOL)

Kersen 2 Bagi yang pernah tinggal dipedesaan pasti mengenal yang namanya Pohon Kersen. Tapi itu dulu, sekarang tidak saja adanya didaerah pedesaan melainkan disekitar pinggir-pinggir jalan beberapa komplek atau perumahan yang berada ditengah kota masih bisa dijumpai, biasanya dijadikan sebagai tanaman peneduh atau penghijauan. Tapi masih tetap saja berbeda dengan jaman dulu, anak-anak sekarang mungkin sudah banyak yang tidak mengenal secara fisik buah tersebut. Selain dari rasanya yang tidak terlalu istimewa (meskipun manis), buah tersebut memang hampir tidak pernah diperjual-belikan dipasar tradisional atau swalayan yang ada disekitar tempat tinggal. Entahlah kalau didaerah lainnya. Sebagai fakta, sempat memberikan buah tersebut kepada anak kecil untuk dimakan dan si anak menolaknya dengan alasan belum mengenal buah tersebut. Dilain waktu, dengan objek yang sama “anak kecil”, meskipun si anak sebelumnya tidak mengenal buah tersebut, ia sempat mencicipinya tapi langsung dibuang begitu saja dengan dalih rasanya tidak enak.

Pada postingan terdahulu sempat menuliskan tentang membuat spoiler tanpa plugin yakni cukup dengan kode HTML saja. Kali ini mencoba memuat postingan tentang hal yang sama namun dengan memanfaatkan plugin yang tersedia yang terasa lebih mudah penggunaannya sehingga lebih meringankan bagi yang berkepentingan.

Dari beberapa plugin yang ada, akhirnya ditemukan salah-satu yang dirasakan cocok berkaitan dengan keperluan, yakni Easy Spoiler. Plugin inilah yang sering saya pergunakan sewaktu-waktu pada saat diperlukan. Selain dari penggunaanya yang cukup mudah karena bisa membuat spoiler dengan sekali klik (hanya dengan menekan tombol spoiler pada tab HTML), juga mendukung terhadap beberapa spoiler untuk dibuat dalam sebuah group spoiler. Kemudahan tersebut sudah tercermin dari namanya “Easy Spoiler”.

Cara menggunakan plugin ini sama dengan plugin spoiler lainnya, cukup memasukkan kode:

Sementara untuk membuat beberapa spoiler yang disatukan dalam sebuah group spoiler yaitu:

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Sebulan sudah waktu tidak terasa telah berlalu, dimana waktu tersebut dijejali dengan upaya mendisiplinkan dan berserah diri kepada-Nya, termasuk didalamnya menyelami semua prilaku diri yang telah diperbuat sebelumnya hingga melekatkan harapan dapat membenahinya lagi dalam mengisi sisa waktu yang masih diberikan-Nya.

Masih dalam suasana takbir berkumandang, bunyi bedug bertalu-talu dan juga hingar-bingar suara petasan disana-sini, atau mungkin ada yang sedang berpawai obor serta lainnya, seluruh kaum muslimin yang ada di dunia kembali menyambut hari yang dinanti-nanti dengan harapan dapat kembali ke fitrah dan meraih kemenangan. Tak terkecuali diri ini pun hendak mengucapkan “taqobalallahu minna wa minkum wa ja’alanallahu minal aidin wal faizin”. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1432 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT. Amin!

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Up to a certain stage of development of human society human activities,, in particular, industry did not violate the fundamental natural processes or effected very little on them. Millions of years the ecological balance in nature with preservation of natural ecological systems existed. It continued after the appearence man on the Earth.

The twentieth century was the century of unprecedented technological progress, rapid development of science, industry, energy and agriculture. At the same time as an accompanying factor a harmful impact of human industrial activities on the environment has grown and it continues to grow. As a result we have unpredictable changes of ecosystems and the entire planet Earth.

Currently, with the growth and rapid development of industry great attention is paid to ecological problem namely cleaning and recycling of wastes. In this article we consider one of the types of industrial wastes – gas emissions.

Today we will talk about some of the methods of dust control.

The simplest way to allay the dust is to use dust precipitation chamber. It is a large tank, through which the burning gas is transmitted. The rate of gas flow decreases so that the dust settles down on the bottom of the chamber. The greater the volume of the chamber the more smoothly the gas flow moves, and so the cleaning is better.

The most common dust collectors are cyclones. Plain cylinder is a cylindrical casing with the inlet. Ignited gas is introduced into the cyclone, where it makes the motion of the helix. Dust by centrifugal force sticks to the walls and loses its speed, and continuing the circular motion falls into the lower conical part and then into the bunker. Purified gas exits through a central pipe up.

For dust removal different devices are designed. For example, prolong made from polyethylene irrigated by water, hung in the form of ball is very effective and has the ability of self-cleaning from dust.

Page 2 of 61Back12345Next...End

Free Translation Widget

Cigarettespay day loan

Kumpulan Pribahasa (Babasan-Paribasa) Sunda

Ways To Control And Reduce Dust
[spoilergroup][spoiler intro="A"]Adab lanyap Jiga nu handap asor, daek ngahprmat ka ba...

Ngaguar Basa tur Budaya Sunda

Ways To Control And Reduce Dust
Lain pedah sugih ku elmu jembar ku pangabisa, lain pedah oge jegud pangaweruh tur jembar k...

Links

Subscribe Us