Ikhlas dalam Memberi dan Menerima

Ikhlas dalam Memberi dan Menerima

Batapa senangnya lebaran akan tiba! Setelah sebulan penuh berupaya meningkatkan kualitas ibadah dengan lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, lebaran menjadi hari istimewa yang sungguh dinantikan. Semua ummat Islam merayakannya. Menikmati ketupat dengan opor ayam yang lezat, memakai pakaian baru yang masih mengkilat, dan berkumpul bersama para kerabat. Bersyukurlah bagi yang dapat merasakan itu semua! Ikhlas dalam Memberi dan Menerima!

Meski demikian, prosentase kebahagiaan itu tidaklah sama. Karena beberapa diantara kita tidak semuanya berada pada kondisi yang sama. Mungkin mereka tak menuntut baju baru, tapi setidaknya mengharapkan pakaian pengganti yang layak. Mungkin mereka juga tak mengangankan makanan super lezat, tapi sedikitnya tersaji makanan dimeja. Dengan adanya kondisi tersebut, untuk meraih kebahagiaan bersama kita semua diingatkan dengan adanya saling ketergantungan yang menuntun manusia untuk dapat saling berbagi.

Perlunya sifat ikhlas dalam memberi!

Mengingat saling ketergantungan bukan saja berlaku antar sesama manusia, namun tak lepas kaitannya dengan alam semesta dan juga Sang Pencipta yang memberikan segalanya. Setidaknya dapat kita lihat ketika sang raja siang bertandang hingga samudra menguap, lalu langit mencurahkan hujan membuat tanaman menyerap air lalu merekahkan bunga dan buahnya. Laut, hutan dan hewan memberikan sumber daya yang tiada terkira dengan ikhlasnya tanpa mengharap balasan apapun dari manusia. Dan sebagai makhluk yang berakal, manusia seharusnyalah mensyukuri segala kebaikan alam tersebut dengan saling memberi antar sesama.

Selain dari alam, belajar ikhlas dalam memberi yang paling sederhanya dapat dilihat dari keberadaan sebuah teko. Bermurah hati dalam mencurahkan isinya, dengan teliti dan sabar menghampiri satu-persatu beragam cangkir menadahnya. Terkadang berjumlah gelas bergantian menampung miliknya. Sesekali enggan menyisakan sedikit saja isinya, seakan sadar saat terisi yang baru sisa lama akan terbuang percuma. Tidak takut kering kerontang, karena yakin dirinya akan terisi kembali disaat yang tepat.

Islam mengajarkan untuk berbagi ketika mendapatkan kebahagiaan. Zakat, Shadaqah dan Infaq merupakan bentuk memberi yang baik dan tersirat dalam Al-Qur’an. Ketiganya menunjuk kepada satu pengertian yaitu sesuatu yang dikeluarkan, dan juga memiliki peranan yang sama yakni memberikan kontribusi yang signifikan dalam membantu yang kekurangan. Semoga diakhir ramadhan ini tidak ada yang terlupa membayar zakat, serta dapat meningkatkan Shadaqah dan Infaq sehingga terbentuk berbagi kebahagiaan yang diridhoi Allah SWT.

Sebagaimana diketahui, berbagi dalam kebahagiaan tidaklah sesulit seperti membagi kesedihan, karena dalam kebahagiaan mudah untuk menemukan seseorang untuk berbagi. Lain halnya ketika bersedih yang sering kali merasa enggan untuk mengungkapkan kesedihan mengingat harus mencari orang yang tepat dan bersedia mendengar keluh-kesah tidaklah mudah. Dengan demikian, kemudahan berbagi kebahagiaan patut disyukuri dan senantiasa diimplentasikan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga semakin banyak yang berupaya berbagi dalam meraih derajat yang tinggi “itsar”, memberikan sesuatu kepada orang yang lebih memerlukan, sekalipun dirinya sendiri masih membutuhkannya. Mengingat firman Allah Ta’ala, “Dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik padamu” (Al-Qashas [28]: 77).

Berbagilah semata-mata karena  Allah Ta’ala, ikhlas dalam berbagi untuk membantu saudara yang memerlukan dalam ridho-Nya akan mendapat pahala berlipat ganda. Firman-Nya,“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan harta mereka di jalan Allah adalah sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir dan setiap butir membuahkan lagi 100 biji. Allah melipat gandakan (pahala) bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Allah maha luas karunia-Nya dan lagi maha mengetahui” (Al-Baqarah [2]: 261)

Selebihnya, dalam berbagi senantiasa terhindar dari sifat berbagi yang dapat menyakiti hati penerimanya. Tidak berbagi karena riya, karena ingin dipuji, karena keuntungan duniawi, atau sekedar cari popularitas semata. Firman Allah Ta’ala, “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir” (Al-Baqarah [2]: 264).

Begitu jelas tentang ikhlas dalam memberi rezeki. Dan, dalam menerima rezeki tidak luput dari perlunya keikhlasan hati dan syukur nikmat. Dengan syukur nikmatlah senantiasa terjauh dari iri dengki terhadap yang memiliki, dan terjauh dari sifat ingin meraup dari sesuatu yang bukan hak sendiri. Dalam keterbatasan, tidak harus melihat keatas melulu melainkan sesekali menoleh kebawah sehingga masih dapat berbagi meski hanya dengan sebatas hangatnya senyuman.

Terkait maaf! Hari Raya Idul Fitri, saatnya ikhlas dalam memberi dan menerima maaf dengan harapan kembali fitrah dan meniti diri dikemudian hari dengan lebih baik dalam ridho Illahi. Dimana, hakikat memberi maaf itu sendiri menggugurkan hak untuk membalas dendam atau melawan dalam sebuah perselisihan karena kemurahan hati yang bersangkutan. Dengan demikian, pemaaf adalah orang yang tidak mengambil haknya untuk menyakiti, mencaci maki, memusuhi orang lain yang telah menzhaliminya meskipun ia sanggup melakukannya. Orang yang bermurah hati seperti itulah yang dijanjikan oleh Allah SWT pahala (kebaikan dunia dan akhirat).

Semoga kita semua tergolong orang yang pemaaf, meski mungkin adakalanya susah memaafkan kesalahan orang lain karena perbuatannya yang menancap didalam sanubari sehingga rasa ikhlas itu susah didapat. Namun, sebagai muslim yang baik senantiasa berupaya memaafkan, terlebih ketika mereka telah memohon maaf terhadap kita. Tidaklah tepat bersikukuh untuk enggan memaafkan orang lain, karena akan menyebabkan dosa tidak pernah diampuni-Nya. “Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang” (QS An-Nuur :22). Wallahu a’lamu bish-shawab.

Sebelum telat, Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Minal ‘aidin wal faizin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah, mohon maaf lahir dan batin! (worship)

61 Responses to Ikhlas dalam Memberi dan Menerima

  1. hanibi says:

    Iklas dalam memberi ibarat teko sangat menginspirasi sekali, artikel bermanfaat dibulan berkah. Thanks sob !

  2. Guru Pantura says:

    Sepertinya di momen seperti lebaran pun kita dituntut untuk bisa berbagi kebahagiaan dengan ikhlas sebagaimana yang telah diajarkan oleh alam sekitar.
    Tulisan yang sarat makna dan pengingat, khususnya bagi saya pribadi Pak.

  3. Aku selalu bercita-cita ingin seperti teko. Mampu memberi tapi Tuhan belum memberikan rezeki luas kepadaku. Aku malu menjadi gelas-gelas yang selalu diisi orang lain. Aku ingin menjadi lebih agar bisa melebihkan orang lain. Aku pernah mengalami hal yang tidak enak, orang yang mengisi gelasku tidak ihklas, diungki-ungkit dan diminta kembali. Sampai sekarangpun aku belum bisa mengembalikan penggantipemberiannya itu, dia minta ganti rugi 1,5 juta. entahla sampai kapan aku bisa melunasinya. Tapi hati ini harus bisa melunasinya, sebelum ajal menghampiriku. Hmmmm….melow tenan !

    • kips says:

      Turut prihatin dan jujur pernah mengalami hal serupa, semoga lebih bersabar. Selagi niat baik digenggam, Insya Allah ada jalan. Selebihnya, perihal berbagi masih bisa kita lakukan disisi lainnya yang senantiasa tidak kalah berharganya. Salam semangat!

  4. ibrahim says:

    hari raya ini saya mengucapkan

    Ruas jari sembiru belikar
    Terikat janji seribu intan
    Saya yakin ada kata-kata yang kasar
    Mohon kiranya pintu kemaafan

    Sambut Kemenangan & Mohon Maaf atas Segala Kesalahan
    Saya dan segenap Keluarga mengucapkan ” Minal ‘aidin walfaizin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin”).

  5. “Taqabbalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian” Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1436 H. Semoga diampuni segala kesalahan juga diterima amalan baik kita. Mohon maaf lahir batin..

    • kips says:

      Amin, semoga segala apa yang telah kita upayakan diridhoi Allah SWT.
      Selamat berlebaran juga ya, mohon maaf lahir & batin (worship)

  6. Mang Lembu says:

    sangat dianjurkan oleh agama manapun bahwa memberi itu harus dengan hati yang ikhlas…dong

    ngucapin juga:
    SELAMAT IDUL FITRI, TAQOBBAL ALLAHU MINNA WA MINKUM

  7. Air tak selalu jernih,
    Begitu pula ucapanku,
    Kapas tak selalu putih,
    begitu juga hatiku,
    Langit tak selalu biru,
    Begitu juga hidupku,
    Jalan tak selalu lurus,
    Begitu juga langkahku,
    Mohon Maaf atas Kesalahan, Kekhilafan,
    maupun Perbuatan yang sengaja ataupun tidak sengaja..
    Yang kadang membuat sakit hati dan tidak berkenan di perasaan…

    Eka Sekeluarga,
    mengucapkan
    SELAMAT IDUL FITRI
    1 SYAWAL 1436 H.
    Taqobbalallahu minna waminkum

  8. Semoga kita bisa slalu ikhlas dalam berbagi ya Kang, Minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan bathin juga ya Kang dan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H.

  9. teko dan cangkirnya, memiliki makna filosi yg mendalam dalam memberi dan menerima, sangat menarik

  10. bertepatan dengan waktu yang pas pada hari ini, hari penuh berkah banyak orang yang ikhlas dalam memberi maaf dan ikhlas menerima maaf…
    taqabbalallahu minna waminkum wa ahalahullahu ‘alaik, Mohon maaf lahir dan bathin.. Selamat hari raya Idul Fitri

  11. Minal Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin

  12. تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ وَجْعَلْنَا مِنَ الْعَائِدِين وَالْفَائِزِين
    Beningkan hati dengan zikir
    cerahkan jiwa dengan cinta
    lalui hari dengan senyum
    tetapkan langkap dengan syukur
    sucikan hati dengan permohonan maaf
    kami sekeluarga mengucapkan selamat idul fitri…mohon maaf lahir dan batin. semoga kita mendapat berkah dan rahmat Allah selamanya, amin….

  13. Setiap kita membutuhkan untuk dimaafkan oleh-Nya, maka mari suka memaafkan sesama. Demikian nasihat yang saya ingat betul di bulan Syawal ini.

  14. mangs aduls says:

    kang maaf kalo telat ngucapin mohon maaf lahir dan batin. Selamata hari raya indul fitri.

    Bnener ya kang. ibarat teko tak pernah takut untuk mengisi setiap gelas karena pasti akan di isi lagi pada saatnya.

    Terimakasih kang pencerahannya

    • kips says:

      Sama-sama, gak telat kok karena lebaran pastinya lebih disibukkan silaturahmi kesana-kemari. Mohon maaf lahir batin juga ya (worship)

  15. seibaru says:

    semoga sifat dermawan melekat dalam diri ini. aamiin.

    Mohon maaf lahr batin kang.

  16. seibaru says:

    selamat hari raya idul fitri kang mohon maaf lahir dan batin

  17. semoga kita bisa melakukannya yamas.
    karena ikhlas itu mudah diucapkan tp sulit terealisasi

  18. walau sedikit telat saya tetap memohon maaf lahir bathin mas

  19. minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin ya mas :)

  20. Assalaamu’alaikum wr.wb, Kips… semoga keihklasan dalam memberi maaf atau apa sahaja jalan ke arah kebaikan mendapat keberkatan dari Allah SWT. Kita harus banyak bersabar menghadapi tingkah olah manusia yang berbagai ragam dan mengambil pengajaran dari setiap yang berlaku kerana semua itu membina kematangan jiwa dan akal kita untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik dari semalam. Salam Syawal dari Sarikei, Sarawak.

    • kips says:

      Waalaikumsalam Wr Wb.
      Semoga kita semua tak terlepas dari harapan tsb, seperti yang tertuang dalam silaturahmi ini ya, amin.
      Salam hangat selalu!

  21. indra dp says:

    minal aidin wa faidzin pak :)

  22. Aul Howler says:

    mohon maaf lahir batin ^^

  23. Mang Lembu says:

    Semoga saya termasukpada orang-orang yang ikhlas kala memberi dan menerima dong ya kang yah..

  24. Mang Lembu says:

    kan tadi saya udah bilang dan berdoa semoga saya termasuk pada orang-orang yang ikhlas dalam memberi dan menerima…aaamiiiin

    • kips says:

      Haha.. ieu dugi ka nyurucud cai panon ngahaminan na oge (LOL)
      Belum konsen ngeblog euy, lagi banyak urusan diluar hiks… (malu)

  25. ibrahim says:

    terkadang ikhlas dalam memberi itu yang perlu latihan ya mas

    • kips says:

      Makna atas tindakannya yang mungkin perlu dipahami ya. Biasanya sejak kecil orang tua mengarahkan/melatih hal tsb, hingga keikhlasan mudah diterapkan kalau sudah terbiasa :-D

  26. terkadang ikhlas itu ada yang mudah di beri ada juga yang sulit untuk di terima, mohon maaf lahir dan batin, mudah2an kita tergolong pada orang yang selalu ikhlas

  27. Ilustrasi yang mantap, dipadu dengan gambar teko sungguh menjadi sebuah renungan

  28. ani says:

    kl menerima pasti ikhlas tapi kalo memberi suka agak berat he he, semoga saya bisa belajar dari artikel ini

    • kips says:

      Rata-rata sama kok, dalam memberi kerap kali memperhitungkan faktor-faktor terkait lainnya. Semoga saja kita semua memiliki kadar ikhlas yang sama dalam memberi dan menerima, amin!

  29. ilmu yg sampai saat ini saya pelajari itu ilmu ikhlas memberi dan menerima….

  30. kimbrlly says:

    semoga menjadi orang yang sabar dan memiliki ilmu ikhlas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *