Karier mentok? Sudahkah Berinvestasi pada Diri Sendiri?
Seorang salesman sukses datang pada saya: “Perusahaan ini maunya apa, sih? Saya sudah bekerja selama 5 tahun, selalu mencapai target, tidak pernah dinaikkan pangkat. Malahan, target saya setiap semester dinaikkan. Apa perusahaan mau menyaksikan kegagalan saya? Karier saya mentok di perusahaan ini….”
Secara logis tidak ada perusahaan yang ingin ‘menggencet’ karier seseorang, namun ada beberapa hal yang menyebabkan individu merasakan keterhambatan karier. Bisa saja kompetensinya bagus di bidang penjualan, tetapi di bidang penyeliaan dan manajerial dia lupa mengembangkan diri. Terkadang kita terlena pada rutinitas dan penghasilan tetap, sehingga merasa bahwa tidak ada jalan untuk membuat nilai tambah pada diri sendiri secara sadar dan terencana. Tepat pada saat kita merasa ‘helpless’ itulah karier kita memang betul mentok. Padahal sebagal profesional, kita harus berkembang bagaikan mesin yang selalu ter-’tune up’ dan siap menanggung beban tantangan terkini.
Semua upaya sudah dikerahkan, namun tak kunjung membawa hasil, alias karir jalan di tempat? Barangkali ada faktor penghambat promosi tanpa kita sadari. Diantaranya :
1. Defensif
kita merasa tersinggung dan sakit hati setiap ada kritikan dialamatkan pada kita. Menganggap pendapat kita adalah yang paling benar, orang lain salah. Solusi: Ketimbang selalu membela diri dan cari-cari kesalahan orang lain, bersikaplah ksatria dengan meminta maaf jika bersalah. Kalau atasan atau rekan menegur karena kita keliru, terima dengan dada lapang.
2. Kekanakan
Kantor bukanlah rumah atau sarang yang nyaman bagi kita untuk bersikap kekanakan. Begitu menerima tugas yang agak berat, atau sedikit meleset dari job desc, muka langsung masam. Solusi: Berpikirlah positif, anggaplah tugas itu sebagai pembelajaran untuk memperkaya pengalaman kita.
Pengertian diskrit, kontinyu dan himpunan (set):
Diskrit :
Kontinyu :
Menulis karya ilmiah memang bukan masalah yang mudah, dalam hal ini dituntut penuangan yang terstruktur sehingga akar permasalahan yang dibahas akan dapat disimpulkan yang pada akhirnya merupakan jawaban dari tujuan penulisan karya tersebut.
Bagi yang sudah biasa menyusun karya ilmiah mungkin bukan perkara yang sukar atau sulit dalam karyanya. Tetapi bagi yang masih tarap belajar tentunya diperlukan aturan-aturan atau dasar penulisan yang baik dan benar. Oleh karena itu saya coba berbagi sedikit pengetahuan masalah ini yang pernah saya dapatkan dulu meskipun saya sendiri tidak terlalu mengusainya. untuk lebih jelasnya bisa dilihat (download) file yang saya sertakan disini, mudah-mudahan bermanfaat.
Selain beberapa kesenian tradisonal sunda seperti Degung, Longser, benjang, kuda ronggeng atau tayuban lainnya, ada satu kesenian yang tidak kalah tersohor dikalangan masyarakat sunda yaitu “Kuda Lumping”.
Dari pamor yang ada ini menembus ke berbagai kalangan tentunya seperti halnya di ceritakan dalam bait-bait lagu yang tidak melewatkan kesempatan dengan mengambil tema masalah kuda lumping ini sebagai syair atau lirik lagu.
Sebagai contoh, Desa Ciwaru yang terletak di kaki Gunung Manglayang, Kabupaten Bandung, Jabar, masih terkenal dengan adanya kesenian kuda lumping yang memeriahkan berbagai hajatan/khitanan.
Setiap orang tentu ingin hidup dengan pola yang sehat, namun kadang-kadang hal itu sulit terlaksana karena berbagai situasi yang kurang memungkinkan. Nah jika kita termasuk orang yang ingin hidup sehat tapi tidak ingin repot, mengapa tidak mencoba hal-hal berikut? Minum segelas juice buah-buahan setiap hari.
Membersihkan gigi secara teratur menggunakan obat kumur atau benang gigi. Minum teh, menyisihkan waktu untuk minum secangkir teh dapat melindungi kita dari penyakit jantung dan kanker. Berbicara dengan binatang piaraan. Walaupun terdengar agak aneh, menurut para ahli dalam Konferensi Internasional Human-Animal Interaction, berbicara dengan binatang piaraan dapat membantu meningkatkan kesehatan.
Duduk di kursi dengan baik agar tidak sakit pinggang. Bernapas yang dalam. Jangan lupa menonton film lucu. Menelepon teman. Merenggangkan otot selama olahraga. Dan yang terakhir Merawat kaki kita, harus membasuh kaki setiap hari dengan air sabun hangat.
Wallahualam.