KIP's Bandung

Articles's Articles

Sungguh tak terasa waktu bergulir begitu cepat, mungkin karena saking betahnya menjalani hidup dengan segala kuasa-Nya meskipun baru saja beberapa hari yang lalu kita diberi peringatan untuk besikap dan bertindak lebih bijak. Kita mesti bersyukur masih tetap diberi kenikmatan yang tiada tara, hal ini tentunya bukan mensyukuri atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita melainkan mensyukuri atas kita semua yang diberi keselamatan dan segala nikmat-Nya. Diluar itu semua, bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah semoga diberi ketabahan atas apa yang telah menimpanya. Mudah-mudahan kita semua masih diberikan kesehatan pikiran sehingga dapat menempatkan segala sikap sabar atau mengeluh pada posisi yang semestinya.

Jika diperkenankan oleh-Nya, sebentar lagi kita akan menyambut lebaran. Dan sudah menjadi tradisi setiap tahun, bila lebaran datang menjelang, perubahan mobilitas ummat Islam terjadi. Dimana-mana sibuk dengan “urusan dunia”, yakni persiapan lebaran hingga masjid yang pada permulaan puasa penuh sesak jama’ah shalat tarawih, biasanya pada akhir Ramadhan itu mulai terasa mengendor kendatipun Allah telah menjanjikan pahala besar bagi yang memanfaatkan peluang Laylatul Qadar. Yaitu yang biasa ditandai pada sepertiga akhir puasa.

Biasanya tidak sedikit diantara kita (kaum muda) yang kurang memanfaatkannya, hal ini dapat terlihat dengan berkurangnya shaf-shaf shalat tarawih di babak sepuluh terakhir itu dengan berbagai dalih kesibukan; berbelanja atau mempersiapkan acara mudik ke kampung halaman, sehingga di rumah-rumah Allah tersisa kalangan sepuh yang tetap kelihatan aktif bermunajat. Dan tempat ibadah pun menyusut ibarat terjadi seleksi alamiah: hanya mereka yang tekun mendambakan rahmat Allah semata yang tetap kelihatan rajin di masjid untuk i’tikaf.

Untuk kesekian kalinya saya berujar bahwa bulan Agustus adalah bulan yang sangat bersejarah bagi saya pribadi. Diluar semua itu, hal tersebut pun terkait dengan peradaban sejarah bangsa kita, bangsa Indonesia. Dimana, setiap tanggal 17 Agustus, berbagai acara untuk memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan bangsa tercipta. Banyak cara untuk memeriahkan ulang tahun kemerdekaan bangsa kita tersebut. Diantaranya terdapat kesibukan-kesibukan berbagai kalangan yang merayakannya dengan mengadakan berbagai perlombaan dan hiburan.

Seandainya saja terdapat diantara sebagian kalangan yang bisa dikatakan salah kaprah atau kurang tepat dalam mencari atau menafsirkan makna kemerdekaan, tentu hal tersebut tidak bisa disalahkan begitu saja. Karena hal yang lebih penting adalah memanfaatkan semaksimal mungkin perayaan kemerdekaan itu sendiri. Dan memang banyak cara yang bisa dilakukan untuk lebih mendukung perayaan kemerdekaan. Selebihnya, yang terpenting hanyalah bagaimana meneruskan perjuangan kemerdekaan itu sendiri secara general, termasuk didalamnya menuju kebebasan finansial, memperkecil jumlah pengangguran dengan memperluas lapangan dan kesempatan kerja, dan lain-sebagainya. Lantas, apakah hal tersebut sudah mencerminkan kesadaran orang-orang Indonesia untuk dapat mempertahankan kemerdekaan ini? Atau mungkin masih tersirat pertanyaan, sudahkah kita merdeka?

Sedikit teringat untaian kata-kata seorang musisi ditengah-tengah konsernya tadi malam (Iwan Fals), kurang-lebihnya; “Bangsa kita memang telah merdeka, sementara yang belum merdeka hanyalah diri kita dari godaan atau pengaruh syaiton”. Jika dicermati dengan seksama, hal tersebut merupakan sebuah tantangan bagi kita semua untuk dapat membenahi diri. Lalu, yang justru menjadi pertanyaan berikutnya, bagaimana kita menyikapi semua tantangan itu, ataukah kita justru terbuai dengan berbagai kamuflase saat ini? Jawaban semua itu kembali pada masing-masing hati nurani, tiada lain instrospeksi diri dalam hidup secara sadar.

Hari ini tanggal 14 Agustus 2009, diperingati sebagai Hari Pramuka ke 48. Dalam keheningan suasana pagi, tiba-tiba tersenyum kecil mengingat beberapa tahun silam semasa sekolah mengikuti kegiatan pramuka. Hari pramuka biasanya diperingati di berbagai daerah dengan upacara bendera. Upacara tersebut biasanya didahului dengan berbagai acara yang menarik salah-satunya jambore (“kemah” istilah bahasa sundanya) dalam kurun waktu beberapa hari. Kiara Payung atau Cibubur mungkin dua tempat berkemah di kawasan Jawa Barat itulah yang masih melekat dalam ingatan.

Mengacu pada pelajaran yang diberikan oleh Bapak Pandu se dunia Lord Baden Powell, kegiatan itu diarahkan pada kemah dengan segala acaranya di lapangan terbuka di pedesaan, atau tempat-tempat yang “anak kota” biasanya sehari-hari sudah tidak lagi mengalaminya. Bagi Lord Baden Powell, ajakan berkemah itu dilakukan karena pada jamannya terjadi revolusi industri maha dahsyat yang menarik anak muda untuk belajar giat sebagai bekal terjun dalam bidang industri dan manufacturing yang sangat marak. Tujuannya adalah menguasai tehnik-tehnik “survival” di alam terbuka yang tidak jauh dari kampung atau desa sekitarnya.

Keprihatinan Lord Baden Powell itu mempunyai alasan yang sangat kuat. Karena itu dengan tekad yang luar biasa diajaklah anak-anak muda Inggris, melalui sistem pendidikan kepanduan, dalam kelompok-kelompok kecil yang kompak, menjadi tenaga muda penuh percaya diri, solidaritas antar anggota yang kompak, agar sanggup menghadapi masa transisi sebagai tenaga muda yang berkepribadian tetapi juga lengkap dengan pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan survival yang sangat tinggi. Dalam kelompok-kelompok kecil itu anak-anak muda dilatih dan diberi kesempatan mengembangkan kepemimpinan dengan memberi kesempatan setiap anggotanya menjadi pemimpin regu. Setiap anggota regu diberi kesempatan untuk belajar memimpin, mengembangkan prakarsa, dan gagasan-gagasan brilian serta mencobanya tanpa rasa malu atau kawatir dicemoohkan dalam regunya.

Kebanggan dari setiap penduduk suatu bangsa akan terasa dikala dapat mempersembahkan sesuatu untuk bangsanya. Berkenaan dengan kemerdekaan, kita beruntung tidak perlu berjuang untuk merebut kemerdekaan tersebut, kita hanya bertugas mempertahankannya. Karena perjuangan saat ini hanyalah terfokus pada bagaimana meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran secara berkeadilan. Fakta tujuan tersebut nyata dan relevan terhadap kesejahteraan yang ada, yakni untuk bisa dilakukan memerangi kemiskinan dan pengangguran. Bagaimanapun, alasan karena kemiskinan, pengangguran dan proses pencapaian kesejahteraan atau kemakmuran yang berkeadilan adalah mata rantai yang tidak bisa dipisahkan.

Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi untuk mengabaikan perjuangan ini. Sebab esensinya adalah untuk meningkatkan derajat hidup dan kehidupan rakyatnya, yang juga harus didukung oleh perjuangan untuk bisa menciptakan kondisi stabilitas dalam semua aspek. Fakta menunjukan bahwa jaminan stabilitas akan memberikan kepastian untuk terus berkarya. Oleh karena itu perlu diakui bahwa identifikasi tentang kemerdekaan selalu terkait dengan proses pembangunan.

Lepas dari itu semua, yang jelas sebuah kemerdekaan telah kita raih. Meski kedua proklamator telah meninggalkan kita namun cita-citanya tetap menjadi tantangan untuk dicapai. Oleh karena itu sangatlah beralasan jika kemudian publik mengartikan kemerdekaan sebagai suatu proses pembangunan. Makna kemerdekaan pun tidaklah hanya bersifat individual tetapi merupakan cerminan kondisi bangsa yang terdiri dari berbagai komponen serta merupakan awal terwujudnya mimpi membangun bersama NKRI untuk kesejahteraan rakyat. Menjaga keamanan seluruh warga dalam lindungan sistem hukum yang adil dan kokoh. Hal ini sangat memerlukan keinsyafan massal tentang pentingnya kesadaran bersama dalam mengelola seluruh potensi bangsa.

Learning to optimize a website or blog for search engines takes time and patience. Start by applying basic search engine optimization principles. cause I’m new to website optimization, I try to begin by prioritizing which pages are most important to me. I hope, find myself moving up the rankings soon.

For the matter of that, I try looks for and studies some articles about that, one of them is like under this:

Although the concept of search engine optimization can be somewhat complex, there are a number of basic search engine optimization techniques you can use to improve your organic search results. Keep the following in mind when trying to achieve top rankings for your website.

  • Meta Tags. Meta tags are simple lines of code at the top of your web page programming that tell search engines about your page. Include the title tag, keyword stag, description tag, and robots tag on each page.
Page 1 of 612345...Last »

Advertisment

Kumpulan Pribahasa (Babasan-Paribasa) Sunda

Comprehends the Concept of Search Engine Optimization
Adab lanyap Jiga nu handap asor, daek ngahprmat ka batur, tapi boga hate luhur, tungtungna...

Links

Subscribe Us

Page: /kategori/articles : Test Link 1 - Test Link 2 - Test Link 3 - Test Link 4 - Test Link 5