KIP's Bandung

Sungguh tak terasa waktu bergulir begitu cepat, mungkin karena saking betahnya menjalani hidup dengan segala kuasa-Nya meskipun baru saja beberapa hari yang lalu kita diberi peringatan untuk besikap dan bertindak lebih bijak. Kita mesti bersyukur masih tetap diberi kenikmatan yang tiada tara, hal ini tentunya bukan mensyukuri atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita melainkan mensyukuri atas kita semua yang diberi keselamatan dan segala nikmat-Nya. Diluar itu semua, bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah semoga diberi ketabahan atas apa yang telah menimpanya. Mudah-mudahan kita semua masih diberikan kesehatan pikiran sehingga dapat menempatkan segala sikap sabar atau mengeluh pada posisi yang semestinya.

Jika diperkenankan oleh-Nya, sebentar lagi kita akan menyambut lebaran. Dan sudah menjadi tradisi setiap tahun, bila lebaran datang menjelang, perubahan mobilitas ummat Islam terjadi. Dimana-mana sibuk dengan “urusan dunia”, yakni persiapan lebaran hingga masjid yang pada permulaan puasa penuh sesak jama’ah shalat tarawih, biasanya pada akhir Ramadhan itu mulai terasa mengendor kendatipun Allah telah menjanjikan pahala besar bagi yang memanfaatkan peluang Laylatul Qadar. Yaitu yang biasa ditandai pada sepertiga akhir puasa.

Biasanya tidak sedikit diantara kita (kaum muda) yang kurang memanfaatkannya, hal ini dapat terlihat dengan berkurangnya shaf-shaf shalat tarawih di babak sepuluh terakhir itu dengan berbagai dalih kesibukan; berbelanja atau mempersiapkan acara mudik ke kampung halaman, sehingga di rumah-rumah Allah tersisa kalangan sepuh yang tetap kelihatan aktif bermunajat. Dan tempat ibadah pun menyusut ibarat terjadi seleksi alamiah: hanya mereka yang tekun mendambakan rahmat Allah semata yang tetap kelihatan rajin di masjid untuk i’tikaf.

22
Sep

Renungan Tentang Puasa

Related entries: Religion   Tags:, ,

Bila Ramadhan dibagi menjadi tiga bagian, masing-masing berjumlah 10 hari berarti sekarang kita berada dalam bagian ketiga puasa kita. Ditahap awal Ramadhan, mungkin kita memasang target ibadah kita dalam 10 hari tsb, selanjutnya dimuhasabah untuk kemudian diperbaiki dan ditingkatkan di babak kedua dan ketiga. Mudah2an kita semua bisa meningkatkan bagian demi bagian sampai pada tingkat yang maksimal, serta diawal Syawal dapat melakukan recovery-nya. Semoga hasil yang diharapkan setelah itu adalah tercapainya kestabilan dan keseimbangan hidup yang dapat teraih sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan pasca Ramadhan.

Kembali merenungkan masalah sejauh mana kita berpuasa, biasanya hal ini tersirat pada saat kita benar2 nengingat Sang Pencipta. Jika puasa ditinjau dari kelanggengan hidup ijtima’i (sosial), sudah jelas terdapat suatu realita yang tidak bisa dibantah, kita tak dapat hidup sendirian di dunia ini, keberadaan kita pasti memerlukan bantuan orang lain, dan hajat akan bantuan orang lain ini menyebabkan kita harus membina hubungan atau relasi satu sama lainnya, karena kita ini sengaja diturunkan oleh Allah SWT. ke tengah2 umat manusia dengan membawa misi sosial, hanyalah untuk memperbaiki umat manusia. Karena itu Islam banyak memiliki ajaran di bidang sosial kemasyarakatan yang membawa kaum muslimin menjadi makhluk sosial yang baik. Namun untuk tujuan ini tidak semua manusia mampu menerapkan kehidupan sosial sebagaimana yang dikehendaki oleh Islam. Kemudian atas ketidakmampuan itu kadang kala lahir sifat angkuh, sombomg serta sifat egois dan lain sebagainya.

08
Aug

Dalam hitungan hari saja Insya Allah kita akan menghadapi bulan ramadhan atau bulan puasa. Mudah-mudahan kita semua gembira menyambutnya, segembira ketika kita waktu kecil menghadapi datangnya hari lebaran. Mmm… asyiiikk!

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Puasalah, engkau niscaya sehat! “. Sabda tersebut beliau ucapkan lebih 14 abad silam. Dunia kedokteran kemudian membuktikan bahwa puasa tidak saja secara mental bisa menajamkan fungsi inderawi dan mengendorkan tekanan jiwa serta melatih orang menahan hawa nafsu dari segala angkara murka. Melainkan sekaligus juga secara fisik dapat menurunkan tekanan darah dan kadar lemak.

Dr. Allan Cotto dalam bukunya “Why Fast” mengakui manfaat puasa bagi seseorang. Bahkan rekannya dari Moskow, Dr. Yuri Nikolayev menulis bahwa puasa membuat seseorang tetap awet muda secara fisik dan mental. Tak heran bila seorang dokter di Mesir seperti dikutip Jurnal Kedokteran Bulanan Tabibuka al-Khas (Edisi Cairo) menyalin sebuah penelitian bahwa orang yang berpuasa lebih panjang usianya ketimbang orang yang tak berpuasa. Itu pula yang diingatkan Allah. ” …. Dan melakukan puasa lebih baik bagimu, jika kamu tahu.” (QS: 2:184).

Advertisment

Kumpulan Pribahasa (Babasan-Paribasa) Sunda

Four in One – Ramadhan
Adab lanyap Jiga nu handap asor, daek ngahprmat ka batur, tapi boga hate luhur, tungtungna...

Links

Subscribe Us