Business's Articles

Menguasai Mood dan Konsentrasi

Mood“Mood.. ayo konsentrasi dan tetap semangat, kenapa si Momod teh ya?” Apa mungkin perlu dikenali si mood itu (thinking).

Dalam mengerjakan sesuatu, tentunya seseorang dituntut untuk memusatkan segenap perhatiannya pada apa yang sedang dilakukan. Jika tidak, ada kemungkinan akan tersendat-sendat dalam menunaikan tugasnya. Namun, situasi dan kondisi tertentu akan mempengaruhi seseorang sehingga ia bisa senang, sedih. gembira, marah, dan sebagainya, sehingga dari perasaan yang ada tersebut akan mempengaruhi terhadap mood dan konsentrasi. Di sinilah kita dituntut menumbuhkan profesionalisme. :mrgreen:

Secara harafiah, mood bisa diartikan sebagai keadaan jiwa, kecenderungan, tendensi, suasana hati yang akan mempengaruhi sikap seseorang. Mood adalah keadaan atau suasana hati yang terbentuk karena suatu situasi dan kondisi. Situasi dan kondisi yang menyenangkan akan menyebabkan mood yang bahagia, gembira dan senang tentunya. Begitu pula untuk situasi dan kondisi yang lainnya. Karena mood adalah keadaan jiwa, maka harus bisa menguasai kondisi dan situasi dengan cermat, dimana mood berfungsi menjiwai sikon yang ada. Disinilah pentingnya kita untuk dapat mengendalikan dan menguasai mood serta berkonsentrasi.

Konsentrasi dan konsistensi apakah penting?

Menumbuhkan Profesionalisme

kipsMelihat munculnya beberapa kasus perjuangan seorang ibu, anak terhadap salah-satu pihak yang berkaitan dengan perlunya profesionalisme selama ini, rasanya ingin menuangkan coretan ini, mudah-mudahan tidak dianggap curahan yang dapat mencemarkan nama baik orang atau pihak lain sehingga memperburuk keadaan yang ada :-D Kalau ada yang kurang tepat atau salah menuliskan mohon dimaklumi maapdech Coretan ini hanyalah sebatas pembelajaran diri pribadi, semoga bagi yang terkena musibah dapat lebih tawakal dan sabar atas kejadian yang menimpanya, dan bagi rekan-rekan lainnya bisa lebih hati-hati dalam bertindak serta berusaha menunjukan sikap profesional yang layak, amin.

Kata “profesionalisme” menjadi sumber inspiratif untuk postingan kali ini. Profesionalisme sangat berkaitan erat dengan ruang lingkup kehidupan profesional seseorang. Apa yang dikerjakan harus benar-benar menunjukkan keahlian dan keterampilannya berdasarkan pada kejuruan atau spesialisasinya. Dengan demikian, profesi apapun berkaitan dengan kemampuan, keahlian yang dimiliki dan keterampilan yang digeluti.

Tiap profesi mempunyai spesifikasi tersendiri, mempunyai keahlian dalam bidangnya yang menunjang usaha untuk menunjukkan perannya. Maka, sikap profesional itu perlu ditumbuhkan dengan mengenal bagaimana cara menjunjung tinggi sikap tanggung-jawab yang ada sehingga mempunyai standar, baik secara teknis maupun sesuai tuntutan peran profesinya. Dapat menguasai permasalahan dalam ruang-lingkupnya, selalu berusaha meningkatkan kemampuan diri dan bersedia memperbaiki apa yang masih kurang. Dalam hal ini, mau belajar terus, tidak berhenti atau menyerah tetapi selalu aktif mengembangkan kemampuan setiap ada kesempatan.

Terjebak dalam Satu Sudut Pandang

memimpinMelihat seseorang hanya dari satu sudut pandang terkadang bukan hal yang baik. Selain bisa memojokkan orang yang dipandang juga bisa membiasakan diri menutup cara pandang terhadap sisi-sisi lainnya, bisa mengarahkan diri pada suatu keangkuhan karena merasa orang lain berbeda atau tak mampu. Gambaran nyata sering lahir dalam kekehidupan sehari-hari, misal adanya suatu hubungan yang dilandaskan pada satu sudut pandang; karena mereka kaya, karena mereka pintar, karena mereka punya jabatan dan lain-lain. Dan dibawah ini ada sebuah dongeng yang belum tentu kebenarannya tetapi mungkin mengandung salah-satu unsur-unsur (gambaran) dari melihat sesama hanya dari satu sudut pandang.

Dua orang pegawai (bisa jadi pejabat teras) dari salah satu perusahaan besar mendatangi sebuah showroom A dengan niat untuk melakukan sebuah transaksi. Tempat yang mereka tuju memang tepat, namun sayang keinginan dua orang pegawai tersebut masih dalam sebuah wacana tanpa membawa data-data yang siap untuk diproses, sementara ditempat yang dituju tidak dapat membantu merumuskan wacana para pegawai itu kedalam sebuah data yang benar-benar siap untuk menghadapi proses berikutnya (proses utama), disisi lain transaksi yang diinginkan telah dil dan disepakati bersama.

Karena transaksi diatas itu telah disepakati, akhirnya SDM dari showroom A beserta dua pegawai tersebut mendatangi showroom B guna meminta bantuan untuk merumuskan wacana mereka. Sebagai tetangga, SDM showroom B tentunya menyambut baik kedatangan mereka, dan secara kebetulan kondisi di showroom B tidak terlalu sibuk akhirnya dengan senang hati membantu merumuskan wacana dua pegawai itu (perlu diingat, hanya sekedar membantu).

Awareness to Action

Most would agree that the task of leading people from lack of awareness to action is a huge undertaking. Implementing a communications system, based on the principles of the communications continuum, can be an enormous assist. Using this system, a communications office can advance the work of the school in achieving a desired action – from an increase in enrollment applications to breaking into a new market to changing how the school is perceived in the community.

The system rests on the foundational truth that attitudes and beliefs cause action. Success in achieving an action the school desires is inextricably tied to how successfully beliefs and attitudes have been formed to predispose a constituent or constituency to act. Actions caused by beliefs and attitudes occur based on information that people
1. Receive
2. Understand, and
3. Become convinced of

This process of moving people from awareness to action is called the communications continuum.

Make A Decision To Commit

Make A Decision To CommitLast times I was made disappointed by someone that offer compromy. We made an agreement that agreed on together but he impinge it to the neglect of agreement content agreed on. Finally I am rescript which has been made that. Therefore, indirectly he becomes one of the parties accounting hit. Where he standing as marketing fail to sell the product, that effect of doesn’t hold firmly commitment which has been agreed on.

We should knows, what makes a successful in marketing? People who want financial freedom spend their time endlessly researching various opportunities, companies, products and the compensation plans. If you want to guarantee your success with any other marketing company, there are only three essential factors to consider, each in its correct order. One of factor between some other factors that is make a decision to commit.

Whether or not you have drive and desire will primarily decide your success. You need to commit for the long term in building a marketing business. Understanding that marketing is a business to accrue value and net worth over time is important.

Belajar Membuka Usaha Sendiri

Sangatlah tidak mudah untuk merintis sebuah usaha, selain lebih kompleks dengan berbagai kompetitor, juga memiliki risiko yang besar meskipun peluangnya itu sendiri masih besar. Diluar itu pun biasanya modal menjadi kendala utama.

Nah, belajar mengenal kemungkinan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha tentunya tidak melulu harus dari yang sukses saja. Saya yakin, karena saya sendiri telah mengalami kegagalan di waktu lalu, ada sedikit pengalaman yang mungkin bisa dijadikan bahan pertimbangan jika ingin belajar mendirikan sebuah usaha. Tentunya disini saya tidak bermaksud menggurui, karena saya sendiri pun tidak termasuk kedalam orang yang berhasil, paling tidak sebagai gambaran mengenai yang pernah dialami saja.

Bagi rekan-rekan yang tertarik membuka usaha sendiri, sebaiknya perlu memperhatikan beberapa langkah awal untuk membuka usaha tersebut, diantaranya:

  • Bulatkan atau yakinkan tekad. Hal ini penting karena kalau hati setengah2 kemungkinan yang terjadi menjalankan usahanya tidak sepenuh hati juga.
Page 1 of 3123»