Akhir-akhir ini saya jarang banget menghidupkan media player untuk menemani aktivitas sehari-hari. Berbagai alunan lagu biasanya selalu saja hadir disetiap waktu. Setelah beberapa waktu lalu teman memberikan beberapa mp3, baru pagi ini saya menyempatkan menjajalnya. Terdapatlah sebuah lagu “Terima Kasih Cinta” yang sungguh merupakan sebuah lagu dengan kualitas suara penyanyinya yang bagus.
Ditengah maraknya bermunculan band-band yang mengusung lagu2 berkualitas sehingga menempatkan mereka pada popularitas yang mengembirakan, ternyata masih ada solois pria muda muncul kepermukaan. Kayak ikan saja ya, muncul kepermukaan he….
Saat ini penyanyi solo pria seakan tenggelam dikancah musik tanah air, seperti halnya Yana Julio, Rio Febrian sebagai penerusnya pun belum mengeluarkan albumnya lagi, dll. Dan setelah lama ga terdengar Yana Julio pun muncul hanya featuring pada sebuah lagu seorang solois wanita saja. Sementara Marcell baru mengeluarkan albumnya (dengan singel hits “Candu Asmara” sebuah lagu dangdut karya Guruh Soekarno yang sempat dipopulerkan Cici Piramida). Mudah-mudahan tidak hanya band-band saja yang saat ini berkembang pesat, para solois pria pun bangkit dikancah musik Indonesia.
Tidak banyak penyanyi solo pria yang bisa mengukir nama di blantika musik Tanah Air, yang saya ingat dengan kualitas tertentu mungkin yang tadi saya sebutkan, diantaranya Yana Julio, Rio Febrian, Glenn Fredly, Syahrul Gunawan, dan Marcell.
Nah, kali ini Afgan mampu menyeret perhatian penikmat musik Indonesia. Karakternya sih sedikit ada perpaduan antara Yana Julio, Rio Febrian dan Marcell. Selain dari hal tersebut, Afgan bisa dikatakan memiliki kualitas suara yang bagus, mudah2an mampu mengikuti jejak para seniornya itu.
Afgan Syah Reza yang lahir 18 tahun yang lalu tepatnya 27 Mei 1989 di Jakarta, penyanyi muda Indonesia yang dibesarkan di tengah keluarga yang suka menikmati musik. Tentunya bukan hal yang aneh jika ia lihai dalam bernyanyi. Mahasiswa FE UI ini sejak SMU sudah sering didaulat untuk menyanyi, bahkan katanya tidak jarang pula ia diundang sebagai penyanyi tamu di kafe dan lounge ternama di Jakarta.
Anak kedua dari empat bersaudara pasangan Lola Purnama dan Loyd Yahya ini merilis debut albumnya berjudul Confession No.1 di bulan Januari 2008. Album yang diisi dengan 13 lagu ini kental terasa dipengaruhi berbagai aliran musik, diantaranya: pop, soul, R&B, dan jazz dengan lagu andalannya “Terima Kasih Cinta“, “Klise“, dan “Tanpa Batas Waktu“.
Sementara penggarapan video klip untuk lagu “Terima Kasih Cinta” dengan bintang muda pula, Thalita Latief. Penggarapannya dikerjakan oleh sutradara Jose Purnomo yang tidak lain adalah suami dari Lusy Rahmawati. Album Confession No.1 diproduksi oleh Wanna B Production dan didistribusikan di bawah label PT Sony-BMG. Musisi-musisi yang membantu penggarapan album Confession No.1 antara lain Fajar LMN, Harry Budiman, Deddy Dhukun, Dian HP, dan Bebi Romeo sebagai komposer.
“Terima Kasih Cinta”
Download.mp3
Intro: C C+ (Caug) Am F
C C+ Am
Tersadar didalam sepiku
F
Setelah jauh melangkah
Dm – Dm7 – Am
Cahaya kasihmu menuntunku
F G
Kembali dalam dekap tanganmu
C/F – Dm/F
Reff I: Terima kasih cinta
Em7 – Am
Untuk segalanya
G7/D – G7 – C
Kau berikan lagi kesempatan itu
C/F – Dm/F
Tak akan terulang lagi
Em7 – A F/C
Semua a a a… kesalahanku
G7 C
Yang pernah menyakitimu…
C C+ Am
Tanpamu tiada berarti
F
Tak mampu lagi berdiri
Dm – Dm7 – Am
Cahaya kasihmu menuntunku
C/F – Dm/F
Reff II: Terima kasih cinta
Em7 – Am
Untuk segalanya
G7/D – G7 – C
Kau berikan lagi kesempatan itu
C/F – Dm/F
Tak akan terulang lagi
Em7 – A F/C
Semua a a a… kesalahanku
G – C – Eb – Bb – Eb
Oo ho oho ouuww… Wouuww…
Interlude: C – C6 – G/B – Em – Am F – G
C/F – Dm/F
Reff III: Terima kasih cinta
Em7 – Am
Untuk segalanya
G7/D – G7 – C
Kau berikan lagi kesempatan itu
C/F – Dm/F
Tak akan terulang lagi
Em7 – A F/C C/E – F – C/E
Semua a a a… kesalahanku woo… uwoo…
Dm
Kesalahanku…
G7 C C+ Am F C
Yang pernah menyakitimu…
