KIP's Bandung

29
Jan

Belajar Memaknai Sisa

Published By:   Related entries: Life   Tags: , , ,

Perjalanan ini telah dimulai, semua yang ada hanyalah sisa. Sebuah kata “sisa” terkadang tidak enak didengar, tidak hanya itu saja, tidak sedikit dari kita terkadang mengasumsikan dengan sesuatu yang bernilai negatif atau tidak berguna. Sisa makanan, sisa kotoran dan sisa-sisa lainnya misalnya. Padahal dari sisa tersebut seharusnya kita mengakui mengandung makna yang sangat berarti buat sisa lainnya yakni waktu.

Dari sisa makanan misalnya, memberikan kita sebuah pemikiran harus adanya akan suatu ukuran untuk mengkonsumsi makanan tersebut dikemudian hari. Coba bayangkan diluar sana masih banyak yang membutuhkannya ketimbang dibuang, mungkin bisa menyisihkan kelebihan anggarannya untuk mereka yg membutuhkan. Sementara sisa kotoran atau noda memberikan sebuah pemikiran kepada kita untuk menghindari mendekatkan diri dengan kotoran tersebut kedepannya jika memang tidak menginginkan noda tersebut menempel selamanya, secara tidak langsung menyuruh kita lebih waspada.

Selain hal diatas, saya yakin masih banyak yang menghargai sisa sebagai anugrah sehingga mendapatkan kepuasan darinya. “Duh untung masih ada sisa” kalimat tersebut sering terlontar ketika kita memerlukan sesuatu dan ternyata masih tersedia walaupun dalam bentuk sisa (keberadaan/persediaan terakhir) karena saking senangnya.

Dari keyakinan berkenaan dengan hal ini, masih banyaknya yang menghargai sebuah makna yang tersirat dari kata sisa, semoga lebih bisa memaknai kata sisa yang senantiasa bermakna bagi sesama. Sisa usia yang di berikan Sang Pencipta terutama. Semoga kita semua bisa menghargai sisa-sisa tersebut dengan ketulusan cinta. Amin.

17 Responses to “Belajar Memaknai Sisa”
ãñÐrî Said:

Komeng pertamax dulu, mau isya dilanggar. Nanti abis isya baru ngomeng lagi :mrgreen:

[Reply]


indra Said:

kekek… silahkan bebas kok :-D

[Reply]


ãñÐrî Said:

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Setuju kang indra ;) Memang segala sesuatu yang bersifat duniawi memiliki beberapa sudut pandang, tergantung bagaimana kita memandang sesuatu tersebut. Orang-orang yang beruntunglah yang dapat mengambil sisi positifnya. Hidup adalah sebuah pilihan, sekali lagi Hidup Adalah Sebuah Pilihan!

Nice Post, keep share & CU Arround ;)
Wassalam…

[Reply]


assalamu’alaikum wr. wb.

benar,, sisa2 (dari apapun itu) pasti selalu berguna. karena apa yg diciptakan Sang Pencipta tidak ada yang sia-sia. apapun yg terjadin “Inilah yang Terbaik”.

wass . .

[Reply]


assalamualaikum

nah itulah kenapa ada kata “berbagi” :)

di sisa umur marilah sering2 berbagi, kalo bisa berbagi duit ke abdi juga kang hehe

[Reply]


indra Said:

Waalaikusalam Wr. Wb.
#3. Sipp lah Dri, mudah2an kita dapat mengarahkan sudut pandang kita setepat mungkin untuk mendapat sisi positifnya :-D
#4. Makasih Aulia komentarnya yg cukup lugas sehingga mudah dicerna :-D
#5. Dimazarno jg, berbagi yg dimaksud dalam bentuk yg lain tentunya, salah-satunya yg disebutkan itu :mrgreen:

[Reply]


dhodie Said:

Refleksi sisa usia sebenernya diingatkan oleh Alloh SWT setiap kita ulang tahun. Semoga di setiap ultah kita bukan merayakan dengan berfoya2, tapi mengingat bahwa `sisa usia` yang diberikan berkurang setiap tahunnya :-D

[Reply]


ferimalwa Said:

waaah .. gak nyangka nih, ternyata berpikirnya sudah sejauh itu… ckckck.. salut salut.

ngomong sisa, aku lebih suka sisa waktu. waktu kita bukan di tentukan krn kita msih muda, tapi karena sisa waktu kita yg kita tidak tau berapa lama lagi. salut untuk dhodie juga.

good topic ndra. keep going and growing. wish you luck.

[Reply]


Andhika Said:

mantap kang…
‘sisa’ bukan berarti tidak berguna.

apa lagi sisa-sisa perjuangan semalam…(naon deui)

[Reply]


indra Said:

#7. Dhodie; Ok juga tuh, meski tidak semua orang biasa merayakan ulang tahunnya, niscaya mereka ingat akan hari kelahirannya. Sipp lah. Untuk sisa waktu kita semua, wallahualam, hanya Tuhan yang tahu.
#8. Ferimalwa; Intinya memang bermaksud mengulas sisa waktu, mungkin cara penyampainnya yang masih dalam tahap belajar nih, terima kasih inputnya.
#9. Andhika; Insya Allah bermakna, btw perjuangan semalem apaan tuh kekek…

[Reply]


dian Said:

Salam, hai hai kang iyach setuju pizan makanan sisa itu harus kita syukuri karena bisa diberikan ke kucing tameey ahja..*komeng asal nech*

[Reply]


1rw@n Said:

betul kang, barang sisa bisa didaur ulang menjadi benda yg lebih berharga dari aslinya, btw baru tau kang kips juga pernah nulis ketulusan cinta :-D

[Reply]


theBC Said:

Setuju. sisa ga selamanya bagian yang rusak atau buruk, sisa merupakan bagian dari kesatuan yang utuh yang musti kita teruskan perjuangnnya. ntah pandangan yang lain, itu hanya refleksi saya :) keep on faith :)

[Reply]


indra Said:

#10. Hehe… Dian mah tiasaan wae, maksudnya bukan pada sisanya semata yang harus di syukuri, melainkan dibalik adanya sisa itu terdapat ruang untuk berpikir mengenai apa yang lebih tepat dilakukan untuk proses2 atau sisi2 kehidupan lainnya. Hatur nuhun :-D
#11. Siipp lah. Tulisan yang dah lama itu mah Wan :-D
#12. Terima kasih TheBC, pandangan bagus juga, Insya Allah yg lainnya pun senada :-D

[Reply]


salut
dalam pendewasaan meang akan mengarah pada kesiapan untuk berbagi serta tanpa meperdulikan banyak hal .
sisi sisa sebenarnya agak berbeda dengan bekas hanya di suatu kalimat tertentu memang ada kemiripan makna ,menyisakan sesuatu untuk masa depan atau untuk sebuah kepedulian memang tak hanya karena kemampuan namun berap pada kemauan dan kesempatan
salam hormat dan sukses selalu

[Reply]


indra Said:

Terima kasih Genthokelir, masukan yang teramat berarti, mudah2an kita semua bisa lebih dewasa sehingga mengarah pada kesiapan u/ berbagi senada dgn inputnya. Mayan lama ya kita tak bersua :-D

[Reply]


adrie Said:

memang betul apa yang anda utarakan

[Reply]


Leave a Reply

3+4=


Free Translation Widget

Cigarettespay day loan

Kumpulan Pribahasa (Babasan-Paribasa) Sunda

Belajar Memaknai Sisa
[spoilergroup][spoiler intro="A"]Adab lanyap Jiga nu handap asor, daek ngahprmat ka ba...

Ngaguar Basa tur Budaya Sunda

Belajar Memaknai Sisa
Lain pedah sugih ku elmu jembar ku pangabisa, lain pedah oge jegud pangaweruh tur jembar k...

Links

Subscribe Us