Tidak Semua yang Mengkilat Itu Emas

EmasAlhamdulillah semalam diberikan istirahat yang cukup lelap hingga dihiasi bunga tidur yang dirasakan cukup mengesankan, menikmati hidangan sebuah restoran ternama yang mewah dengan sajian menu beragam ikan yang gurih dan enak. Benar-benar menjadi sesuatu yang cukup mengesankan karena tidak pernah tersirat dalam benak sebelumnya, dan notabene dalam kehidupan nyata hampir tidak pernah mengkonsumsi ikan. Ternyata ikan itu enak juga ya, meskipun sebatas mimpi :-D Tidak Semua yang Mengkilat Itu Emas!

Yang kurang mengenakkan, pada akhir dari mimpi tersebut, perut terasa sakit lalu terbangun dan berujung nongkrong dikamar kecil. Lantas terlintas tentang penyebabnya tersebut tiada lain pada sore harinya telah menyantap hidangan yang cukup menarik hati untuk dibeli dan dinikmati, sajian dengan harga diatas rata-rata dari menu serupa lainnya. Meski cukup enak, tidak sepenuhnya diterima perut dan akhirnya sebagian terbuang sia-sia.

Ternyata kejadian kecil ini memberikan isyarat, bahwasannya tidak semua yang berkilau atau mengkilat itu emas. Sebagai-mana kita tahu, emas merupakan suatu barang berharga yang dipandang semua orang. Dan, setiap barang berharga selalu dikaitkan dengan memiliki manfaat yang besar juga, padahal belum tentu sesuai keberadaan manfaatnya tersebut. Hal ini juga terkait dengan pencerahan jum’at lalu yang menyoal masalah rezeki. Rezeki, yang seringkali keberadaanya dianggap berupa kekayaan materi belaka, padahal selain itu masih banyak rezeki dari semua yang dapat dimanfaatkan termasuk udara yang dihirup, air yang dipergunakan, cahaya matahari, anggota tubuh beserta fungsinya, kesehatan raga dan lain sebagainya.

Pada dasarnya rezeki adalah segala sesuatu yang dapat bermanfaat bagi pemiliknya, jadi tidak secara otomatis semua materi yang didapatkan menjadi rezeki. Seperti halnya pada beberapa kejadian yang masih diingat, uang dicomot copet, kena tipu daya orang yang tidak bertanggung-jawab dan terjebak pada permainan manusia berkedok atau bertopeng. Dengan kejadian-kejadian tersebut menunjukkan adanya rezeki yang bukan sebenarnya karena hanya diberi amanah untuk mencarinya, menjaganya, dan menyerahkannya kepada pemilik sesungguhnya.

Meski umur, rezeki dan jodoh merupakan rahasia Allah SWT yang sudah ditetapkan sejak masih dalam kandungan seorang ibu, namun selaku makhluk yang berakal dengan mempunyai pikiran terkait beberapa kejadian diatas rasanya pantas untuk menelaah perihal rezeki. Rezeki seseorang telah ditetapkan oleh Allah SWT, baik rezeki yang halal maupun yang haram. Dan, Allah memberikan kemampuan manusia untuk memilihnya. Dengan demikian, bagi orang yang beriman tidak akan menjulurkan tangannya untuk meraih rezeki yang haram. Jika dalam kesusahan, akan senantiasa bersabar dan selalu berikhtiar untuk meraih rezeki yang halal. Mengingat Allah SWT selalu menguji keimanan seseorang tidak hanya dalam bentuk kesulitan/musibah namun dalam kesenangan juga dapat merupakan sebagai ujian.

Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebajikan sebagai suatu ujian, dan kepada Kami kamu akan dikembalikan” (Al-Anbiya 35).

Mencari rezeki memang menjadi suatu kewajiban bagi setiap insan dalam menjalani kehidupannya. Disisi lain sudah menjadi tabiat manusia mencintai perhiasan dunia, tidak terkecuali urusan menghimpun dan menghitung-hitung harta. Tidak sedikit diantara kita yang mengejar urusan tersebut sampai lepas kendali, terlalu mengagungkannya secara berlebihan dan menjadikan perihal tersebut menduduki posisi yang utama sehingga berakhir dengan rezeki yang sia-sia tanpa arah yang bermanfaat. Celakanya lagi tidak semua harta dapat memberi manfaat, karena ada harta yang hanya akan mendatangkan bencana kepada pemiliknya. Oleh karena itu,  menjadi keharusan untuk memahami arah rezeki yang sebenarnya. Rezeki yang dimakan akan menjadi kotoran yang tentu saja harus dibuang, rezeki yang dipergunakan akan menjadi rusak atau hancur, dan rezeki yang diinfaqkan akan menjadi simpanan berharga atau tabungan akhirat.

Dalam upaya mempatri lubang-lubang karat hidup dimasa lalu, menumbuhkan semangat jelang esok hari yang lebih baik dengan berbahagia hati saat mencari rezeki. Senantiasa syukur nikmat mengingat rezeki tidaklah sebatas harta dunia karena masih banyak rezeki lainnya seperti ilmu yang bermanfaat, amal shalih dan lain sebagainya hingga menyelamatkan kehidupan di dunia dan akhirat. Wallahu A’lam Bishawab.

76 Responses to Tidak Semua yang Mengkilat Itu Emas

  1. Mang Lembu says:

    wuiih…dalem bin jero kalau kata orang sunda mah ini artikel tentang tidak semua yang mengkilau itu emas…emang bener banget kalau kita hanya diperintahkan jadi khalifah di bumi, cuman kok ya susah tebang dikasih tugas begituan ge’ ya mang….aneh

  2. dapat diartikan tunggangilah hartamu untuk kehidupanmu dan jangan sampai harta itu menunggangimu yamas

    • kips says:

      Yap, bisa juga disimpulkan seperti itu mase. Barang yang mahal/berharga belum tentu manfaatnya tertuju pada pemiliknya :-D

  3. Mangs Aduls says:

    mantep. rizki itu tidak hanya materi, tidak hanya uang.
    semua yang sedang kita dapatkan sudah termasuk rizki.

  4. Ridu says:

    Punya istri yang sholehah juga termasuk rejeki.. :”>

  5. artikelnya bikin adhem, mengingatkan utk sll mensyukuri yg ada. alhamdulilah nambah temen baik, mas kips bagiku rejeki :)

  6. Lusi says:

    Mensyukuri setiap rejeki, insya Allah nggak ada yg kurang & hidup nggak jadi ribet.

  7. Arie Haryana says:

    Yup! Aku setuju dengan kalimat yang ini: “Pada dasarnya rezeki adalah segala sesuatu yang dapat bermanfaat bagi pemiliknya”. Selama itu bisa dirasakan manfaatnya, itu adalah rezeki. Termasuk TEMAN :))

    Nice share mas

  8. howhaw says:

    Tidak semua yang mengkilap itu emas. Seperti yang pernah diucapkan oleh spongebob tentang spatulanya. dan memang benar. karena perbuatan baik dan membagi rezeki juga perbuatan yang mengkilap. dan itu bukan emas.

    mantep, bang.

  9. ayuk tutup lubang-lubang karat masa lalu! move on…
    yak, emas memang dipandang sebagai barang yang sangat berharga. dan… nggak semua yang mengkilat emas.

  10. Iya, benar banget. :)

    Hmm, rezeki juga bisa berbentuk pengunjung, ya?
    Temen-temen dan sahabat yang baik juga, kan?

    Kerenlah!

    • kips says:

      Insya Allah, pengunjung/teman menjadi rezeki tersendiri.
      Baik terhadap kualitas blog itu sendiri maupun materi konten yang termuat dengan adanya input dari kerabat semua :-D

  11. ded says:

    Amiinnn….. :)

  12. ipah kholipah says:

    rezeki memang sudah ada yang ngatur :) syukuri apa yang telah di berikan alloh kepada kita atas nikmat dan rezekinya..

  13. betul.. emas hanya bagian terkecil dari kilauan harta benda di muka bumi.. keluarga yang harmonis, teman yang baik adalah kilauan yang melebihi dari sebuah emas, bahkan segunung emaspun.. :)

  14. bener banget gue setubuh eh setujuh ama Masnya…
    mampir-mampilah ke blog ala-ala gue, thx :)

  15. Mangs Aduls says:

    jika semuanya adalah rizki lalu sudah sebanyak apa bersyukur

  16. Reo Adam says:

    Nikmat hidup,emas sesungguhnya adalah rasa syukur.
    Bersyukur itu jauh lebih mulia daripada mengeluh tanpa rasa senang sedikitpun.
    begitu kira-kira ya kang….

  17. Wida Zee says:

    Ayooo tambahin lagi uang recehnya biar bisa beli mobil sport :D hihihi

    • kips says:

      Haha.. kembalian beli rokok, paling kl dah ngumpul yg terjangkau cuma rokok lagi. Lumayan jadi penghias, mewakili warna emas dibalik warna lainnya (LOL)

  18. kaca juga mengkilat mas :D

  19. Mang Yono says:

    Betul sekali kang tidak semuanya yang kuning itu emas, eh berkilau.. hehe… Makanan yang mahal dan enak juga gak semuanya cocok bagi perut, apalagi perut saya yang biasa dimasukin makanan desa hehehe

    • kips says:

      Hehe.. spesial atuh pakai telur, eh perutnya gak bisa nerima makanan desa.
      Tapi makanan desa atau kota ujung-ujungnya sama ya, menjadi kuning mang (LOL)

  20. Kadang juga yang mengkilat itu cuma fatamorgona. Terlihat berkilau dari kejauhan, begitu didekati ternyata tak seindah itu. Intinya selalu bersyukur ya, Mas. :)

    • kips says:

      Iya setuju, kalau istilah Sunda itu “geulis gunung” dari kejauhan nampak indah dan dari dekat berupa hutan belukar. Terima kasih telah melengkapi (worship)

  21. Mang Lembu says:

    sepakat dengan ketentuan dan analisa kak admin, memang betul sekali jika yang dibilang admin bahwa yang mengkilat itu belum tentu emas, sebab banyak juga benda yang walaupun berkilat tapi bukan emas

    • kips says:

      Mang Lembu bisa aja :-D
      Tapi memang banyak banget yang berkilau ya. Bahkan kata tsb tidak hanya berlaku pada benda nyata saja, pada sesuatu yang tidak terlihat dengan kasat mata juga kadang-kang dikaitkan hehe…

  22. Mantap Kang artikelnya. Tidak Semua yang Mengkilat Itu Emas, tapi kalau Emas pasti mengkilat ya kang walau di tempatkan di mana saja hehehe… :)
    Yang terpenting adalah kita mencari rejeki dgn cara yg halal dan selalu bersyukur atas segala rejeki yg kita punyai dan kita dapat…

  23. Setuju banget,.
    benda dari almunium juga bisa mengkilat sekarang :D

  24. Mangs Aduls says:

    jadi inget surat arrohman kang. maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan.

  25. Aul Howler says:

    dan kalau kita bersykur insya Allah nikmat bakal ditambah :’)

  26. Assalaamu’alaikum wr.wb, setiap kurnian Allah ada bahagian buat kita yang telah ditentukan. Jika ia terlepas dari tangan, sebenarnya Allah mengajar kita erti sabar, redha dan ikhlas. mungkin dengan kesabaran itu, kita akan dikurnia rejeki yang lebih baik dari semalam. Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.

    • kips says:

      Waalaikumsalam Wr Wb.
      Terima kasih telah melengkapi, semoga semakin mengukuhkan keimanan kita terkait perihal rejeki ini (worship) Salam hangat selalu!

  27. Ya memang tidak hanya emas saja
    masih ada intan permata
    segarnya udara
    halalnya makanan yang ada

    Dan masih banyak rupa-rupa

    • kips says:

      Iya, segala sesuatu yang senantiasa mengandung manfaat Insya Allah itulah rezeki yang sesungguhnya.
      Terima kasih telah memberi warna pada postingan ini (worship)

  28. Makasih kak, banyak belajar dari tulisan ini, jujur aku merenungi kak, semoga rejeki yang aku dapatkan bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, amin.

  29. Happy Hawra says:

    yap, bisa saja sunlight X))

  30. paling sering nemu emas di dalam laci kantor bentuknya bulat

  31. Ridha says:

    Saya kira tulisan ini ada hubungannya dengan kilauan batu akik yang lagi ngetren saat ini. Ternyata bukan. :D

  32. semua yang di dapat, baik itu di sadari maupun tidak dan memberi manfaat bagi orangnya dianggap sebagai rejeki, sementar yang tidak bermanfaat (seperti kerugian) dianggap sebagai kecelakaan….kalau kita pandang semua dari Allah, namun tujuannya adalah satu memberikan pelajaran kepada manusia, agar manusia sadar akan kesalahan dan mau berterima kasih akan segala kebaikan…itu gan.

  33. Suta Igede says:

    Memang benar Mas, tidak semua yang berkilauan itu emas dan tidak semua emas itu berkilauan, contoh saja air yang dinggap sebagai emas cair yang kurang dihargai manusia (pencemaran air), demikian juga halnya dengan udara. Mungkin intinya menghargai dan mensyukuri rejeki yang diberikan Tuhan tidak usah banyak menuntut dan mengeluh.

  34. Achmad Fazri says:

    Setiap orang memang harus mencari rezeki yang halal, karena di akhir nanti akan di minta pertanggungjawaban…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *