Pemrosesan Informasi dalam Teori

Agustus merupakan bulan yang banyak menyisakan kenangan selama perjalanan yang telah terlewati, beberapa diantaranya berkaitan dengan kegiatan pendidikan. Bukan hanya kenangan manis tetapi kenangan sebaliknya pun sering melintasi pikiran secara spontan. mungkin karena itu pula secara reflek beberapa postingan terakhir terkait dengan masalah pembelajaran meskipun jelas-jelas postingan tersebut hanyalah ceritra atau karangan belaka.

Dasarnya kehidupan memang menuntut sebuah pembelajaran dalam mengembangakan kehidupannya itu sendiri. Oleh karena itu, rasanya tidak ada salahnya mengenali teori pemrosesan informasi dalam pembelajaran.

Informasi dalam Teori!

Robert Gagne berpendapat bahwa tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yakni; motivasi, pemahaman, pemerolehan, penyimpanan, ingatan kembali, generalisasi, perlakuan dan umpan balik.

Asumsi yang mendasari teori tersebut adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Dimana perkembangan itu sendiri merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan (input) informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi ini terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Dimana kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sementara kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Dari interaksi kedua kondisi tersebut pada akhirnya mewujudkan suatu bentuk implementasi nyata dari pembelajaran secara real sebagai realisasinya.

11 Responses to Pemrosesan Informasi dalam Teori

  1. dhodie says:

    Dalam kehidupan dunia blogging itu sendiri, saia suka menganalogikan pemrosesan sinyal informasi itu sendiri. Input merupakan ide-ide yang bertebaran di benak kita. Lalu ia diproses dalam secarik kertas atau selayar Notepad untuk kemudian dioutputkan menjadi postingan blog.

    Catatan penting:
    Proses input menjadi output tidak akan berjalan baik tanpa adanya feedback atau umpan balik. Nah umpan balik ini berbentuk komentar dari teman2 blogger yg lain. Semakin banyak komentar, semakin baik pula fungsi kerja sistem karena semakin banyak faktor yang dipertimbangkan dalam postingan blognya 😆

  2. katakataku says:

    sedikit menambahkan mungkin dari apa yang telah dijabarkan oleh kang dhodie, bahwa; dengan komentar (yang tentunya berkualitas/menyambung dari postingan) maka hadir pula suatu diskusi yang akan membawa lebih jauh lagi isi -proses- dari postingan itu dan menelurkan banyak kesimpulan2 yang mengarahkan pada suatu output yang berkualitas pada akhirnya.

    meureun :lmao:

  3. ãñÐrî ñâwáwï says:

    Mudah-mudahan apabila proses mengamati, mengetahui dan memahami dilakukan dengan baik… keluarannya pun akan baik juga. keluaran yang baik, akan memperoleh umpan balik yang baik juga… :mrgreen:

  4. kips says:

    @Dhodie & @Addie, itu hanya sebagian sisi kehidupan saja *tulisan diatas tentang belajar secara general* btw untuk urusan blogging benar bgt. Tapi ada satu hal yang masih sy ingat (dari yg ngajarin sy ngeblog) bahwa blog yg baik tidak selalu dilihat dari banyaknya komentar tetapi banyaknya pengunjung/peminat, hal tersebut jg menjadi salah-satu motivasi sy untuk ngeblog *ngabeberah manah nyalira* (LOL) Tapi skrg berusaha seperti kalian kok, dan kalianlah yg menjadi salah-duanya motivasi sy ngeblog (worship)
    @Andri; amin, matur nuwun sanget dri :mrgreen:

  5. kyra.curapix says:

    berkunjung,,,,dengan senyuman,,….

  6. Dalam blogging dan SEO sangat mengajarkan proses, sayangnya budaya instant lah yang berkembang… 🙁

    untuk hal ini
    [..bahwa blog yg baik tidak selalu dilihat dari banyaknya komentar tetapi banyaknya pengunjung/peminat..]
    tergantung bagi sudut pandangnya … saya rasa kedua duanya memiliki kebenaran yang valid

  7. lany says:

    berkunjuuuuuuuunnnngg :mrgreen:

  8. kips says:

    @Kyra; terima kasih senyumannya 😀
    @Arham; Terima kasih inputnya, mudah2an proses pembelajaran semakin kita sadari, karkaitan dengan validitas kedua hal diatas sangat setuju, dan itu pula yang saya maksudkan dari kata “tidak selalu” dalam coretkan diatas 😀
    @Lany; hatur nuhun tos kersa rurumpaheun deui 😀

  9. addiehf says:

    cuma mo ngucapin selamat atas baju barunya (applause)

  10. enggalicious says:

    terima kasih atas kunjungannya ..
    hohoho

  11. ulfi says:

    ada ingatan jangka panjang dan ada ingatan jangka pendek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *