Agustus merupakan bulan yang banyak menyisakan kenangan selama perjalanan yang telah terlewati, beberapa diantaranya berkaitan dengan kegiatan pendidikan. Bukan hanya kenangan manis tetapi kenangan sebaliknya pun sering melintasi pikiran secara spontan. mungkin karena itu pula secara reflek beberapa postingan terakhir terkait dengan masalah pembelajaran meskipun jelas-jelas postingan tersebut hanyalah ceritra atau karangan belaka.
Dasarnya kehidupan memang menuntut sebuah pembelajaran dalam mengembangakan kehidupannya itu sendiri. Oleh karena itu, rasanya tidak ada salahnya mengenali teori pemrosesan informasi dalam pembelajaran.
Robert Gagne berpendapat bahwa tahapan proses pembelajaran meliputi delapan fase yakni; motivasi, pemahaman, pemerolehan, penyimpanan, ingatan kembali, generalisasi, perlakuan dan umpan balik.
Asumsi yang mendasari teori tersebut adalah bahwa pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam perkembangan. Dimana perkembangan itu sendiri merupakan hasil kumulatif dari pembelajaran. Dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan (input) informasi, untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan keluaran (output) dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan informasi ini terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan kondisi-kondisi eksternal individu. Dimana kondisi internal yaitu keadaan dalam diri individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang terjadi dalam individu. Sementara kondisi eksternal adalah rangsangan dari lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran. Dari interaksi kedua kondisi tersebut pada akhirnya mewujudkan suatu bentuk implementasi nyata dari pembelajaran secara real sebagai realisasinya.
