Pola pikir labil mengakibatkan masyarakat cenderung mudah hanyut ajaran-ajaran menyesatkan. itulah yang menyebabkan aliran-aliran sesat ini dengan mudah mendapatkan pengikut.
Misalnya cerita tentang Shinta, sekilas tak ada yang aneh di keseharian keluarga Wahyu Hidayat. Layaknya keiuarga harmonis lain, sepulang kerja sebagai pedagang ayam potong keliling hari-hari Wahyu selalu dihabiskan bersama isteri dan keempat buah hatinya. Namun, kebahagiaan keluarga ini sempat terenggut beberapa waktu lalu karena si sulung Shinta mendadak hilang. Hanya melalui pesan pendek (SMS), Shinta menghubungi keiuarga. Shinta mengaku perkenalannya dengan seorang perempuan sebaya di sebuah toko buku mengawali kisah kelam dalam perjalanan hidupnya. Dia hanyut dalam doktrin kelompok sebuah aliran keagamaan yang menganggap zaman kini tak ubahnya zaman jahiliyah. Meski bertolak belakang dengan akal sehat, Shinta tak kuasa menolak dogma pengikut kelompok ini. Selain diwajibkan mengganti nama, Shinta dilarang mengakui anggota keluarganya.