Lagi-lagi baru sempat menyapa kerabat dimari, ini pun hanya sebatas ingin
saja. Mudah-mudahan terwakili upaya menggali makna sedekah termudah “senyuman” dalam rangka investasi pada diri sendiri senada dengan yang tersebut dalam Hadits Shahih “senyummu didepan saudaramu adalah sedekah.” Lagi dan lagi senyumnya!
Celoteh terbersit dari kejadian tadi siang akibat malamnya kurang tidur. Hampir saja kendaraan yang ditumpangi terperosok ke dalam got, begitu sadar dan selamat saya malah tertawa padahal yang sebenarnya kaget banget dan jangan tanya soal kendaraan karena bukan rahasia lagi bahwasannya entahlah “tak terucapkan”
Yang bawa kendaraan begitu juga saya kebetulan habis ngalong, tetapi keperluan menuntut untuk pergi dengan berbekal rasa kantuk ditambah sehabis makan siang secara otomatis itu si kantuk dengan senang hati menyerang.
Yang dituliskan disini bukan tersenyum (tertawa) seperti diatas tentunya, melainkan senyuman karena cinta yang senantiasa hadir meski dunia begini adanya. Betapa agungnya senyuman itu, senyuman yang berasal dari sinar hati, senyuman yang nampak dalam wajah berseri-seri sebagai pasangan cinta dan kebaikan. Sesuatu hal yang sangat mudah dilakukan, terlebih wajah yang berseri-seri itu disertai perkataan yang lembut pastinya akan lebih menawan.
Sejenak dalam diam, tanganku menjadi saksi bisu akan aksi gigi ini yang seakan meronta hendak memperlihatkan diri. Manakala kuperhatikan mata jiwaku menemukan bayangan masa lalu. Seperti barisan kata yang keluar dari lengkingan mereka, Tiga Dara (Paramitha Rusady, Ita Purnamasari, Silvana Herman); “hanya cinta yang akan membawamu kembali dan setia padaku.” Tak kuasa ternyata bibir ini menahannya, teringat pada jamannya torehan asa terdampar di negeri antah-berantah tersisa dalam kenangan. Lihat nih senyumnya :mrgreen: Manis kan?
Yuk kita buat dunia tersenyum, gampang kok tersenyum itu, gratis lagi
Menurut saya kehadiran senyum itu karena adanya satu kata saja “cinta“. Hal tersebut terjadi tiada lain hanya dan karena adanya cinta. Dan kebetulan sekali hari ini, tepatnya 14 Februari diperingati sebagai hari valentine , dimana dijadikan sebagian orang sebagai hari kasih sayang, jadi tidak ada salahnya jika kita memuja cinta, tentu saja dalam hal ini bukan untuk meniru atau mengikuti tradisi yang mereka rayakan, namun senantiasa berusaha mewujudkan cinta dan kasih sayang selayaknya yang tidak menyalahi berbagai aturan.
Cukup simpel alasan atau penyebabnya yang bisa dikaitkan dari satu kata tersebut ke dalam 3 faktor penting yang menjadikan diri tersenyum, yaitu: Penyebab pertama “Cinta kepada Sang Pencipta”. Biasanya orang yang senantiasa mengingat Tuhan, tak lepas dari rasa syukur nikmat sehingga senantiasa tak lepas dari senyum. Bayangkan, insan yang yang kurang mengingat yang Maha Kuasa, jika mempunyai permasalahan sedikit saja sering berprilaku murung, menggerutu “jamedud alias baeud” kalau istilah bahasa Sunda itu, atau bahkan marah-marah. Tapi saya yakin, mungkin hal tersebut terjadi hanya pada beberapa gelintir orang saja.