Minggu pagi dikawasan jalan Dago Bandung seperti biasanya dimanfaatkan sebagai area kegiatan car free day, salah satu bentuk kegiatan yang mendukung perwujudan hidup sehat. Olah raga (meski hanya sebatas olah raga ringan) dijadikan sebagai pendukung membentuk fisik yang sehat, bebasnya polusi dan kerapihan sekitar area berlangsungnya acara dijadikan sebagai perwujudan lingkungan yang sehat pula.
Dan tepat satu hari sebelumnya, tanggal 12 November juga bertepatan dengan “Hari Kesehatan Nasional” yang maknanya adalah semua masyarakat Indonesia harus menikmati kata “sehat”. Dimana kesehatan itu sendiri dapat diartikan secara harfiah yaitu berhubungan dengan kondisi fisik seseorang, orang yang secara fisiknya terbebas dari suatu serangan penyakit akan dikatakan sehat, dan begitu juga sebaliknya.
Berkaitan dengan kesehatan tentu saja tidak terlepas dari peran pemerintah yang mengurus negeri ini. Seperti halnya salah-satu kegiatan yang disebutkan diatas. Bagaimanapun, kebijakan kesehatan mempunyai implikasi penting terhadap tercapainya pembangunan nasional karena merupakan bagian terintegrasi. Jika terdahulu pembangunan kesehatan dilakukan lebih ke cara atau cukup dengan berpikir bila sakit tinggal berobat saja ke tempat pelayanan kesehatan, sekarang ini memang pantas pemerintah memberi pengarahan berpikir bagaimana caranya supaya tidak sakit dan juga adanya sikap kemandirian masyarakat berupaya promotif dan preventif yang ditumbuh-kembangkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kabar dari minggu pagi, tergopoh-gopoh dan “hus-hos bari jeung hah heh hoh” nafas terengah-engah kecapaian. Itulah sebuah pertanda tidak mengindahkanya sebuah pepatah “penyesalan tanpa upaya memperbaiki diri adalah awal bagi penyesalan selanjutnya.” Maklum sudah cukup lama tidak menggerakan anggota badan dengan cap olah-raga.
Diawali keinginan jalan-jalan pagi sambil menghirup udara segar dan sekedar mencari makanan, seorang ibu dan seorang bapak paruh baya ditempat menumpang hidup mengajak seketika jalan dengan rute lumayan cukup jauh, rasanya menantang sekali dan bakal menyenangkan. Dalam hati yakin sekali bahwa rute yang akan ditempuh itu tidaklah akan sama dengan yang disebutkan diawal mengingat yang ngajak itu orang tua. Saya kan masih muda masa kalah sama orang tua dalam hati. Tapi ternyata rute yang ditempuh benar, jauh juga sampai kedua kaki terasa pegel dan panas.
Sedikit takjub sekaligus kaget dan malu melihat kedua-orang tua berjalan dengan cepatnya, istilah Bahasa Sundanya “norolong” jauh meninggalkan saya. Belum sampai ditujuan kebetulan melihat pedagang Surabi dan kue-kuenya yang masih hangat, langsung saja menyerbu kue serabi itu sekalian istirahat sekedar mencari alasan panasnya kedua telapak kaki.
Menyantap lalapan merupakan suatu kebiasaan sehari-hari yang sering dilakukan untuk menjadikan penambah nikmat dalam menyantap hidangan makan siang, hmm… sedep banget rasanya, apalagi pasangannya tuh sambal yang mantap dan ikan asin, maknyus-lah kalau kata Bondan Winarno mah he…..
Menjadikan lalapan sebagai pelengkap makan masih dalam ruang lingkup yang terbatas, hal ini disebabkan tidak semua orang dari berbagai kalangan menyukainya. Biasanya kebanyakan orang Sunda yang sangat menyukai lalapan, saya termasuk didalamnya karena lahir dan dibesarkan di Tatar Pasundan (Ya iyalah, masa ya iya dong he….) belajar menerapkan bahasa prokem nih. Tetapi, walaupun bukan orang sunda, banyak juga yang suka akan lalapan. Ada temen yang berasal dari daerah Gombong dan Lombok yang suka banget akan lalapan, tetapi ada juga teman dari dua daerah tersebut yang hampir tidak pernah mau menyentuh lalapan sama sekali saat makan siang bareng bersama.
Dibalik itu semua, ternyata kegemaran menyantap lalapan itu ada manfaatnya. Jadi, selain nikmat, lalapan juga banyak memberikan dampak yang baik bagi kesehatan. Berikut ini beberapa lalapan populer yang memiliki bonus sehat (kayak belanja ya, dapet bonus):
Though situation is being unfavourable, of vital importance health for paid attention and taken care. Under this circumstances, very difficult balance between physical and mind health. But I try care of physical health on the chance, and I hope can support to mind health to look for solution from existing problem. Here I write down several things that must conducted to keep in good health from article that has been read though myself can not conduct altogether, that is:
Vitamin c sering disebut sebagai rajanya vitamin, Itu karena vitamin C memang memiliki banyak manfaat. Selain bersifat antioksidan yang mampu melawan radikal bebas, vitamin C juga berperan dalam meningkatkan sistem imun. Belakangan ini vitamin c juga menjadi sebuah konsumsi untuk kebutuhan penampilan.
Vitamin c sangat dibutuhkan, terutama di kota besar. Belum lagi radikal bebas berupa polusi dari asap kendaraan bermotor dan rokok, serta lainnya, makin bertebaran. Semua itu membuat tubuh rentan terhadap berbagai gangguan kesehatan. Daya tahan gampang menurun dan serangan radikal bebas membuat sel-sel tubuh mudah rusak dan tak mampu berfungsi dengan baik. Salah satu akibat dari proses kerusakan secara cepat itu adalah penuaan kulit lebih dini.
Cekcek… Asyik bgt ni yang tidur, kapan ya ngerasain lagi kayak begini, tidur lelap meski beralas sayuran eh koran he… Jadi salah tuh, habis Si adek bobonya di atas sayuran sih. Jika saja selama ini saya dan insomnia selalu menjadi pasangan abadi, apa iya, sekarang waktunya yang tepat untuk “berselingkuh” dan memilih pendamping baru. Huhh, jadi tambah bingung.
Adanya insomnia kadang membuat prilaku hidup kita jadi tidak beraturan. Akibat dari susah banget mendatangkan rasa kantuk di malam hari, siang dikala harus menjalankan aktivitas-aktivitas yang menuntut kondisi fisik yang prima serta pikiran yang sehat, kerapkali mengalami kelelahan. Bisa di bayangkannya bagaimana rasanya otot-otot dan otak yang semalaman dipaksa untuk tetap bekerja dengan tidak memberikan waktu khusus pada siangnya untuk beristirahat. Sungguh tidak mengenakan.
Menurut penelitian National Sleep Foundation, Ohio, hampir 2/3 orang dewasa pernah mengalami sulit tidur alias insomnia, baik dalam tingkatan yang parah maupun yang ringan.
Meskipun gangguan ini sungguh sulit untuk dihilangkan, mungkin ada baiknya rekan-rekan memperhatikan beberapa hal supaya tidak separah yang saya rasakan. Nah, ada beberapa tip yang menyebutkan dapat menurunkan intensitasnya atau bahkan mungkiin dapat mengnangkalnya, jika kita benar-benar disiplin menerapkannya. Saya jadi tertarik untuk memperhatikannya dan jika rekan-rekan mengalami hal yang sama, yuk kita jadikan sama-sama insomnia itu sebagai kenangan lama. Mudah-mudahan lambat-laun kita bisa terbebas dari rutinitas yang kurang sehat itu.