KIP's Bandung

Bukan sekilas info karena bukan berita, bukan pula “Sebelas januari” lagu dan syair yang dialunkan Armand Maulana dengan GIGI-nya tapi ini bentuk perwujudan unjuk gigi menuangkan kembali sedikit kata hatiĀ  disini. Mudah-mudahan semakin putih nih giginya :-D

Sebulan lebih tidak mengutak-ngatik blog ini, meskipun keinginan update selalu ada namun satu dan lain hal banyak menuntut raga lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang sedang dihadapi. Menghadapi banyak cerita kehidupan yang Insya Allah mengandung banyak makna, amin.

Awal desember dilumpuhkan kenyataan dimana harus membangun ulang satu rutinitas, ibarat masuk ronde baru yang saya menganggapnya sebagai ronde ke-3. Belum juga kelar menangani hal tersebut, datang lagi hal yang kurang menggairahkan. Tepatnya dipertengahan desember mendapat peringatan mengenai blog ini, ada pihak yang melaporkan bahwasannya blog ini perlu dibenahi karena dianggap ada pihak yang dirugikan. Saya mencoba mencermati peringatan tersebut dan sekaligus berupaya membenahinya setelah meminta penjelasan lebih lanjut. Tidak mencapai satu minggu akhirnya kembali dapat diakses, namun setelah itu kembali mendapatkan peringatan ulang. Ternyata upaya yang saya lakukan nihil dan kebetulan sedang fokus pada lain hal, akhirnya saya abaikan saja peringatan tersebut, alhasil status suspended menjadi removed.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, masih dipertengahan desember. Sang PC merengek-rengek minta upgrade, eh Si Lepi malah ikut-ikutan ngadat (doh) Padahal jelas-jelas lagi mempersiapkan seminar yang tertunda.

06
Jun

Sebait cerita sederhana yang terdapat dalam keseharian terkadang menyiratkan sarana pembelajaran bagi kita semua, seperti halnya prilaku seekor nyamuk, kucing, ataupun tumbuhan. Prilaku atau keadaan yang dikondisikan dengan alam bisa kita ambil sisi positifnya sebagai bahan wejangan terhadap prilaku diri.

Kali ini, sebuah kisah yang rasanya telah akrab kita dengar yakni kisah antara burung dara dan Tuannya. Burung dara tersebut sangat disayang oleh tuannya, sekiranya dari kisah ini cukuplah memberi gambaran kepada kita tentang hubungan manusia dengan Tuhannya. Memangnya seperti apa sih? Mari kita cermati bagaimana sang tuan memperlakukan burung dara kesayangannya tersebut.

Dari sekian banyak pencinta burung dara, beberapa diantara mereka mencoba kecerdasan dan ketaatan burungnya dengan memberi ujian pada burung itu. Apa ujiannya? Yap, betul sekali. Sang tuan mengajak burungnya pergi jauh dari rumah dan kandangnya. Setelah jaraknya cukup jauh, maka Sang tuan melepaskan burung daranya dan menerbangkannya ke angkasa. Lalu apa sih yang diinginkan si tuan burung itu?


Free Translation Widget
Personalcashadvance.com | get cash loans

Kumpulan Pribahasa (Babasan-Paribasa) Sunda

Bak Burung Dara dan Tuannya
[spoilergroup][spoiler intro="A"]Adab lanyap Jiga nu handap asor, daek ngahprmat ka ba...

Ngaguar Basa tur Budaya Sunda

Bak Burung Dara dan Tuannya
Lain pedah sugih ku elmu jembar ku pangabisa, lain pedah oge jegud pangaweruh tur jembar k...

Links

Subscribe Us