Kip's Bandung

Berlandaskan tanah pijakan, dengan sekelebat pandangan dua bola mata yang tak dapat menutup begitu saja, terlebih hembusan angin membawa kabar tentang sebagian berita duka yang menghiasi perjalanan riangnya. Ya, itulah hidup namanya. dimana tidak melulu berada pada suasana yang nyaman, manakala tiba saatnya berkawan kesedihan akibat sesuatu yang tidak diharapkan tak dapat dielak lagi.Tidak hanya saya, kamu, dia atau mereka, melainkan semuanya. Hal tersebut mutlak adanya yang berbeda hanyalah kadar dan jenisnya saja.

Berkelit dalam Badai, ini hanya perumpamaan saja dimana tulisan ini sedikit menyinggung masalah tantangan-tantangan hidup dari kaitannya dengan kopleksitas kehidupan di kota besar, dimana banyak hal yang harus diperhitungkan untuk tinggal di kota besar, harus sudah paham betul akan probrlematika sosial kehidupan di kota besar. Kalau tidak, niscaya kata “gagal” akan mudah menghampiri. Tak banyak orang yang sanggup bertahan lama hidup di metropolitan tanpa pekerjaan. Paling tidak kita memerlukan biaya untuk membayar sewa tempat tinggal (yang di kota besar relatif sangat mahal), walaupun masih dapat memaksakan diri makan seadanya.

Kebanyakan orang pergi ke kota besar demi memperoleh realisasi akan impian-impiannya; pendidikan, karier atau pekerjaan, tak ketinggalan usaha. Dari realitas tersebut tak sedikit memunculkan studi yang berantakan, pekerjaan atau karir yang mandeg, ataupun bisnis menjadi gulung tikar, dimana semua hal tersebut pasti ada sebabnya.

Sangatlah tidak mudah untuk merintis sebuah usaha, selain lebih kompleks dengan berbagai kompetitor, juga memiliki risiko yang besar meskipun peluangnya itu sendiri masih besar. Diluar itu pun biasanya modal menjadi kendala utama.

Nah, belajar mengenal kemungkinan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha tentunya tidak melulu harus dari yang sukses saja. Saya yakin, karena saya sendiri telah mengalami kegagalan di waktu lalu, ada sedikit pengalaman yang mungkin bisa dijadikan bahan pertimbangan jika ingin belajar mendirikan sebuah usaha. Tentunya disini saya tidak bermaksud menggurui, karena saya sendiri pun tidak termasuk kedalam orang yang berhasil, paling tidak sebagai gambaran mengenai yang pernah dialami saja.

Bagi rekan-rekan yang tertarik membuka usaha sendiri, sebaiknya perlu memperhatikan beberapa langkah awal untuk membuka usaha tersebut, diantaranya:

  • Bulatkan atau yakinkan tekad. Hal ini penting karena kalau hati setengah2 kemungkinan yang terjadi menjalankan usahanya tidak sepenuh hati juga.

Free Translation Widget

Kumpulan Pribahasa (Babasan-Paribasa) Sunda

Belajar Membuka Usaha Sendiri
[spoilergroup] [spoiler intro="A"] Adab lanyap Jiga nu handap asor, daek ngahprmat ka ba...

Ngaguar Basa tur Budaya Sunda

Belajar Membuka Usaha Sendiri
Lain pedah sugih ku elmu jembar ku pangabisa, lain pedah oge jegud pangaweruh tur jembar k...

Berbalas Pantun

Belajar Membuka Usaha Sendiri
Ibarat makan sudah menjadi kebutuhan baku sehari-hari, beberapa jam disetiap harinya past...

Links

Subscribe Us