Perbedaan yang selalu ada, bukan berarti melemahkan kita untuk bisa maju bersaing dengan orang lain. Dalam hal ini hanyalah untuk menunjang terhadap diri sendiri pula, dimana diri sendiri tidak akan lupa diri serta dapat mengukur posisi keberadaan diri sendiri, apakah diri kita itu sebagai teman, sebagai saudara atau kerabat, tamukah dan lain sebagainya, tentunya memiliki porsi keberadaan yang berbeda-beda yang pada akhirnya dapat saling memberikan makna dan hikmah dari apa yang ada dari setiap masing-masing yang berinteraksi.
Mengabaikan siapa diri kita yang hakiki, dan mencoba melebur dalam kepribadian orang lain, maka akan menghancurkan karakter asli kita sendiri. Kita menjadi tidak kenal siapa diri kita, apa yang seharusnya menjadi pegangan sehingga mudah diombang-ambingkan arus dari luar.
Setiap manusia mempunyai bakat, potensi dan kelebihan masing-masing. Tidak ada manusia yang sama di dunia ini, bahkan saudara kembar pun ada perbedaannya. Tuhan menciptakan perbedaan sifat, karakter, bahasa dan bangsa tentu saja ada maksudnya. Perbedaan itu untuk membuat manusia saling belajar, saling mengenal dan menerima perbedaan itu agar dapat saling memberi manfaat.