Manusia Super

Andai saja ada dua pilihan dan mencoba mebayangkannya, pilihan tersebut misalnya:

Pertama. Kita sudah menggeluti olahraga sepeda ini sejak usia anak-anak. Olahraga ini sudah khatam dijalani. Dan saat ini karir olahraga kita melejit. Beberapa perusahaan rebutan kontrak sponsorship dengan kita. Dana mengucur deras kekantong tetapi mendadak kita harus terpaksa dirawat.

Kedua. Usai menjalani diagnosis, kita divonis kena kanker ganas dan sudah menjalar ke paru-paru dan otak kita. Kata dokter, harapan hidup tinggal 40%. Padahal, baru berusia 25 tahun, usia produktif. Lalu apa yang bakal kita lakukan? Menyerah, mundur dari olahraga, dan mengutuki Tuhan? Atau justru memacu kita semakin bersemangat untuk menciptakan momen spektakuler dalam sisa waktu ini?

Dari pilihan diatas, Lance Armstrong lebih memilih langkah kedua. Dan langkah yang diambilnya ternyata menjadikan dirinya menjadi manusia super dengan catatan rekor luar biasa. Bagaimana bisa?

Kisahnya dimulai pada 1996 saat Lance Armstrong jadi pembalap tenar dan baru saja memenangi kejuaraan dunia balap sepeda. Langsung saja, sebuah kontrak bernilai jutaan dolar diberikan kepadanya dari sponsor Prancis. Namun, pada 2 Oktober 1996, dia diperiksa oleh dokter dan dinyatakan menderita kanker testis yang sudah menjalar hingga ke paru-paru serta otaknya. Kesimpulannya, kankernya ganas, harapan hidupnya tinggal beberapa percent lagi, dan kesehatannya makin menurun. Dia pun disarankan banyak istirahat dan berhenti dari latihan fisik.

Lance Armstrong bukan orang yang patah arang. Dia tetap menjalankan latihannya untuk membuktikan masih banyak yang mampu diraihnya. Dia setia menjalani kemoterapi. Setelah dinyatakan berangsur membaik, Lance Armstrong kembali dengan latihannya, mulai dari latihan sederhananya karena berat badannya turun drastis. Namun belakangan, penurunan berat badan ini menjadi keuntungannya untuk mengikuti turnamen. Akhirnya, saat latihan di trail Blue Rider Mountain, Lance memotivasi dirinya sendiri untuk menciptakan rekor lebih tinggi. Dia meyakini akan sanggup meraihnya.

Intuisinya terbukti pada 1999 saat dia mulai kembali bertanding. Kali ini dalam acara Tour de France yang sangat prestisius. Mula-mula, lajunya lambat dan dia membiarkan orang lain memimpin lebih dulu. Di pertengahan Gunung Alpen, di tengah hujan yang dingin itulah, akhirnya Lance menyalip cepat pembalap yang berada di urutan terdepan. Dan untuk pertama kalinya, dia menjuarai Tour de France.

Orang berpikir, inilah tonggak sejarah yang ingin diciptakan oleh Lance Armstrong dan dia akan berhenti setelah itu. Ternyata tidak. Justru karirnya masih terus melaju, bahkan dia memenangi enam kali berturut-turut lomba Tour de France. Lebih dari itu, berbagai penghargaan juga diraihnya, seperti sport personality terbaik.

3 Responses to Manusia Super

  1. chau says:

    Lance Armstrong *_*

  2. wah orang yg hebat nih, i’m salute.

  3. wow luar biasa sekali.. memang manusia itu super banget..

Leave a Reply

Your email address will not be published.