Currently Viewing
Categories:Psychology
Tags:,

DSC07131

Hidup… hanyalah sebuah panggung sandiwara, tetapi dalam hiduplah terkandung realita dan kodrat yang nyata. Suatu zaman dengan sebuah permulaan tentunya akan menemukan suatu titik akhir, hal inilah yang sudah seharusnya melekat pada ingatan. Bagaimanapun tak akan dapat mengelaknya, ibarat kita sebagai aktor yang mempunya peran dalam sebuah panggung pertunjukan, dikala tamatlah peran yang dijalankan maka tamat pula riwayat keterlibatannya.

Mungkin gambar pertama dan kedua dapat mewakili sebagian metamorfosis kehidupan diantara kita. Betapa lugu, lucu, ceria dan lain sebagainya, dengan penuh ekspresi nyata yang tidak dibuat-buat bisa menunjukan seolah-olah tanpa dosa.

DSC07141

DSC07161Photo-0058

DSC07168Photo-0147

Gambar berikutnya mulai dituntut belajar memikirkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan yang dijalani atau dihadapi.

DSC07253DSC07114

Pada gambar terakhir diatas ini menunjukan betapa kontrasnya perubahan dan tuntutan hidup yang memang sudah dan masih dihadapi terhadap sisa-sisa waktu yang masih didapatkan. Kepasrahan bukan satu-satunya yang nampak, melainkan gairah dan semangat pun masih tersirat. Lantas muncul sebuah pertanyaan, mampukah kita seperti itu nanti?

Hidup secara sadar mungkin akan membuat hidup tanpa stress, lebih bahagia, lebih bisa bersyukur.

Lantas, apa penyebabnya? Sesuai Sam Horn dalam ConZentrate : Get Focused and Pay Attention - When Life is Filled with Pressures, Distractions, and Multiple Priorities.

Memandang sesuatu seolah itu yang pertama atau yang terakhir kalinya. Mengubah lingkungan sekeliling. Menentukan parameter waktu khusus untuk sebuah aktivitas. Mengnggap setiap saat sebagai suatu hadiah, dan tidak menganggap sesuatu sebagai sesuatu yang memang sudah seharusnya. Bersyukur dapat melakukan apa yang telah kita lakukan (bisa diperbuat), tanpa memperdulikan besar kecilnya nilai positif yang terkandung.

Wallahualam.

                                                                                           

 

2 Responses to “Hidup Secara Sadar”

  1. chau Says:

    feel`s like in haven

  2. ujang Says:

    wah serasa dimana gitu jadi kangen ama sawah, pancuran,obor, ngaliwet dimana sih tempatnya kang koq bagus banget

Leave a Reply