“Dalam lingkungan kerja”
Ujung dari suatu kebiasaan bertanggung jawab di lingkungan hidup sehari-hari ataupun sekolah yaitu berdampak pada saat memasuki dunia kerja. Terdapat beberapa hal yang harus kita pelajari sendiri tanpa ada manual book-nya ataupun menyontek dari teman sebangku seperti halnya waktu ujian sekolah. Learning by doing -lah kira-kira. Memang sih, lebih enak langsung menjalaninya, tetapi sebenarnya persiapan dan pengetahuan dasar bisa kita dapatkan semenjak bersekolah. Bisa jadi, sekarang, saat kita sudah bekerja, kita sudah mempraktikkan banyak hal yang tidak dapat diperoleh dari mata pelajaran, melainkan dari kehidupan sosial atau pengalaman berorganisasi.
Ada keterampilan yang tidak diajarkan secara khusus di sekolah atau kuliah tapi diperlukan saat kita memasuki dunia kerja, seperti: keterampilan beradaptasi dan berinteraksi sosial, tata cara bersikap dan berperilaku, cara berkomunikasi dengan rekan kerja atau atasan, keterampilan bekerja sama, kedewasaan emosi diri dalam bersikap dan bertindak serta dalam menghadapi permasalahan di lingkungan kerja, perencanaan dan pengorganisasian pekerjaan, keterampilan memimpin, dan lain sebagainya.
Meskipun hal-hal tersebut tidak dipelajari secara formal di sekolah, tetapi perlu diasah untuk pengembangan diri ke arah yang lebih baik, khususnya di lingkungan kerja.
Lantas, apa saja yang diperlukan? Untuk menggali serta mengasah keterampilan yang berguna dalam dunia kerja, bisa dimulai dengan cara menerapkannya di lingkungan dan kehidupan kita sehari-hari.
Masih ingatkah kita saat melakukan tugas kelompok atau ketika berorganisasi di sekolah maupun kampus? Sedikit demi sedikit itu merupakan pelatihan awal untuk mengasah diri dalam menghadapi berbagai permasalahan di sebuah kelompok kerja maupun organisasi yang pastinya akan berguna bagi pengembangan karier. Kita dapat belajar mengetahui sistem kerja, struktur organisasi, serta mengetahui tugas dan tanggung jawab kita dalam mengemban tugas di organisasi tersebut.
Kemudian apa sajakah yang juga berperan penting dan sebenarnya bisa (atau telah) kita pelajari sejak sekolah dulu?
Selain kemampuan dalam bekerja seperti daya tangkap yang baik, pemahaman, dan keterampilan di bidang kerja yang memadai, ataupun energi untuk bekerja yang cukup besar (dalam menghadapi tugas yang banyak, deadline ketat); perlu juga sikap profesional, kematangan emosi (yang meliputi sikap dan cara kita dalam berperilaku), dan kemampuan interaksi sosial. Hal-hal tersebut berkaitan satu sama lain.
Seorang pekerja yang terampil dalam bekerja memiliki daya tangkap dan pelaksanaan kerja yang prima, tapi tidak didukung oleh kematangan diri yang baik akan mengakibatkannya sulit bekerja sama dengan orang lain, sulit berkomunikasi dengan rekan di lingkungan kerja, mudah tersinggung saat menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan keinginannya. Tentunya, ini akan membuat tampilan kerjanya secara keseluruhan menjadi tidak optimal.