Yang Terlupakan

Pengalaman mengenai rutinitas yang tidak seimbang sungguh sangat membosankan, hal tersebut sudah barang tentu akan mendekatkan pada “Jenuh” dan mendekatkan pada sesuatu yang bisa terlupakan. Waktu yang dijejali dengan bertumpuk-tumpuk pekerjaan tanpa ada kseimbangan aktivitas lain yang berbeda, waduh gawat bener… Jangan sampai deh, ga enak bgt.

Setiap hari bak robot yang bekerja seharian di depan komputer, keluar hanya untuk makan siang, dan ketika pulang lagi masih menjumpai setumpuk pekerjaan tertunda? Bukan main, sepertinya hari-hari selalu padat merayap dan kurang begitu segar. Apalagi jika melupakan kegiatan di luar pekerjaan seperti bersosialisasi. Bercengkerama dengan diri sendiri, dijadikan cara melakukan aktivitas yang membuat santai di sela-sela berbagai pekerjaan.

Sosialisasi setelah bekerja itu sangat penting. Bersosialisasi diluar rutinitas kerja seharusnya diberlakukan. Kalau tidak, dampak yang mungkin tidak mengenakan pastinya terjadi. Sebagai contoh kecil saja dikala membutuhkan teman untuk berinteraksi atau bercanda sambil menonton tv dirumah kita, tidak ada yang mau datang menghampiri kita karena orang lain pun akan enggan untuk datang yang disebabkan kita sendiri tak pernah punya waktu untuk menemani mereka berbincang-bincang atau bahkan mungkin akibat dari kita yang tak pernah mengunjuginya.

Selain contoh kecil tersebut, sebenarnya masih banyak lagi efek yang lainnya. Oleh karena itu kita seharusnya mengingat hal-hal lama atau kebiasaan lama, dimana hubungan silaturahmi atau bersosialisali itu tetap terjaga meskipun kita disibukan dengan dunia kerja. Nah, mungkin hal yang telah lama dilupakan ini bisa dilakukan dengan berbagai kiat, diantaranya :

  • Meninggalkan tumpukan pekerjaan kantor yang tertunda di meja kerja kita. Minimal untuk satu hari saja dalam seminggu kita bekerja, jangan membawa pulang pekerjaan. Tinggalkan dan lupakan sesaat.
  • Pikirkan satu kegiatan yang kita gemari atau terakhir kali kita lakukan. Misalnya, pergi makan malam bersama keluarga, nonton bersama rekan atau berjalan-jalan sebentar di pusat perbelanjaan. Tapi, tetap harus ingat untuk tidak menghabiskan waktu di sana, karena kaki kita juga butuh istirahat.
  • Pulang ke rumah dan temui keluarga kita. Bermainlah bersama mereka yang mungkin selama ini jarang kita lakukan karena masih harus bekerja di rumah. Tertawa atau bersenda gurau akan memberikan efek santai kepada kita setelah seharian penuh bekerja.
  • Bangkitkan kembali aktivitas yang sering kita lakukan dulu agar pikiran kita tidak tertuju hanya pada pekerjaan. Ingin berbagi, berkunjunglah pada tetangga atau ajak rekan kita bertandang, atau bila kita masih lajang, ajak teman menginap.
  • Manjakan tubuh dan pikiran kita dari kegiatan monoton sepanjang hari dengan pijat. Aroma terapi yang kita hirup akan membuat tenang. Otot-otot yang tegang selama bekerja akan lebih santai. Esok hari, kita akan bekerja dengan tubuh prima. Berendam di bathtub dengan air hangat yang ditambahi minyak atau wewangian aromaterapi di kamar mandi juga cukup asyik.
  • Tidur lebih cepat dari hari biasanya. Pulang dari kantor, bersihkan diri, makan, dan segera bersantai di atas tempat tidur, dan tidurlah! Mungkin selama ini kita kurang tidur karena menyelesaikan lemburan pekerjaan kantor di rumah. Istirahatkan tubuh dan tidur lebih cepat supaya esok hari mendapatkan tenaga dan energi yang sudah pulih kembali.
  • Jauhkan sejenak mata dari layar monitor komputer. Membaca atau mendengarkan musik kesayangan bisa menjadi alternatif yang mungkin sudah lama ingin kita lakukan lagi.
  • Olahraga di rumah dengan gerakan yang sederhana.Tidak perlu terlalu berat, cukup dengan gerakan sederhana yang sudah kita.

5 Responses to Yang Terlupakan

  1. maseko says:

    Bercengkerama dengan diri sendiri kok tiap hari.. BAHAYA!! 😀

  2. naki says:

    yap, bahaya banget.

  3. kips says:

    #3 don’t understand? hmm…

  4. abah says:

    hu uh

Leave a Reply

Your email address will not be published.