KIP's Bandung

01
Aug

Cerminan Gejolak Hati

Related entries: Life, Religion   Tags:, , ,

Mencerca dan Mencela tidak jauh berbeda dengan unjuk rasa, mungkin merupakan bagian dari unjuk rasa juga, namun mencela atau mencerca biasanya ditunjukan atas rasa yang tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi pada orang atau golongan lain. Hal ini merupakan kebalikan dari unjuk rasa akibat dari adanya kondisi yang terjadi pada diri sendiri.

Pada dasarnya unjuk rasa karena berdasarkan pada kondisi yang dialami diri sendiri atau golongan pun patut dipertimbakan sebelumnya untuk melakukannya, apalagi mencela atau mencerca. Mencerca dan mencela merupakan perbuatan yang tidak layak dilakukan karena jelas perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang tidak terpuji, tapi mengapa orang masih suka ya?

Kebiasaan buruk tersebut agaknya meningkat belakangan ini baik di dalam pertemuan umum maupun melalui media massa, dan jadi semacam pekerjaan rutin insan yang tipis iman. Simaklah omongan sebagian orang bila lepas kesibukan, selalu mengumpat dan mencerca orang lain. Bak kata pepatah “kuman di sebrang lautan kelihatan, tapi gajah di pelupuk mata sendiri tak ketahuan”.

21
Jul

“Ngunjukeun rasa nu teu merenah atawa kabagjaan ka nu lian, sakapeung asa berat ngedalkeunnana. Rasa bagja atawa kabungah mun dibeja-beja kanu sejen sieun disangka adigung-adiguna. Tapi lain hal na jeung hate nu teu merenah, boh akibat paningkah deungeun-deungeun atawa paripolah sorangan. Cag ah… tong nyarioskeun masalah hate ka nu lain, mendingan nyaritakeun hal nu aya pakuat-kait jeung kaayaan jaman ayeuna, hampura mun seueur nu teu ngartos ku ieu babasan jeung paribasa he…”

Unjuk rasa! Sempat beberapa waktu yang lalu melihat berita di televisi mengenai unjuk rasa, ada yang melemparkan batu dan benda lainnya untuk merusak bangunan dll. Rasanya jadi ingin mengulas juga walaupun hamya sebatas pendapat pribadi yang awam.

Ngomongin soal unjuk rasa yang tidak bisa dipungkiri terjadi secara rutin di setiap adanya suatu perubahan kondisi. Unjuk rasa itu sendiri sebenarnya di zaman para khalifah sudah pernah ada. Suara sahabat atas mengatasi di tengah forum, dalam mengemukakan pendapat mereka masing-masing. Salah satu contoh: lihatlah bagaimana kepada khalifah yang baru dipilih pun seorang anggota masyarakat berjanji akan ‘meluruskan’ sang pemimpin mereka dengan pedang, seraya ia menghunusnya. Ia melaksanakan unjuk rasa seperti itu tanpa disertai rasa takut dan kuatir. Oleh karena saran dan gagasan yang disampaikan memang tulus dan ikhlas. Pendapat yang keluar dari lubuk hatinya yang paling dalam demi perbaikan bersama. Sebuah unjuk rasa yang konstruktif. Adalah Nabi SAW sendiri yang mendidik ummatnya soal kebebasan berpendapat dan bersuara namun dalam batas-batas etika Islam yang diajarkannya.


Free Translation Widget
Personalcashadvance.com | get cash loans

Kumpulan Pribahasa (Babasan-Paribasa) Sunda

Unjuk Rasa Saking Hate Nu Teu Merenah
[spoilergroup][spoiler intro="A"]Adab lanyap Jiga nu handap asor, daek ngahprmat ka ba...

Ngaguar Basa tur Budaya Sunda

Unjuk Rasa Saking Hate Nu Teu Merenah
Lain pedah sugih ku elmu jembar ku pangabisa, lain pedah oge jegud pangaweruh tur jembar k...

Links

Subscribe Us