KIP's Bandung

30
Aug

“Ya Rabbi… Ya Ilahi…”

Related entries: Religion   Tags:

Syahdan, maestro-maestro sufi yang memahami kesusastraan dan tradisi mistisisme Arab-Islam klasik sangat bisa merasakan getaran dan aksentuasi makna filosofis yang berbeda dari kedua kata tersebut.
“Ya Rabbi…!”. Mereka ucapkan dengan bayangan diri mereka sedang lumpuh, lelah dan tak berkemampuan apa-apa.

Seakan diri mereka sirna dari cahaya kemahaan-Nya. Tak ada yang bernilai di depan altar persembahan-Nya. Manusia, jin, hewan-hewan, tetumbuhan dan seluruh alam semesta hanya bisa berkata “ya” dalam dalam dekap kehendak-Nya. Lalu, mereka hanya mampu tertunduk dan bersimpuh menanti rahmat di balik oadha’-qadar(ketentuan dan takdir) Sang Pencipta.

Memang, demikianlah kandungan makna terdalam dari kata rabb (bentuk pluralnya: arbab, para pemilik) yang berarti Tuhan sebagai pencipta dan penguasa segala yang ada. Tuhan sebagai subyek “tunggal yang “bekerja” dan “berencana”. Selain diri-Nya, berarti tak lebih sekedar obyek tanpa daya. Dia adalah ?emilik segalanya. Dari-Nya, untuk-Nya, dengan-Nya dan kepada-Nya kita semua ini menjadi ada dan “bekerja”.

Dalam suasana batin yang sangat “mencekam” dan meremas kalbu itulah segera terucap kata “Ya Ilahi…!”. Mereka ucapkan kata itu dengan semburat warna jiwa yang Khas dan bening berseri. Gambaran cinta-kasih dan kelembutan-Nya segera membayang. Dari sanalah muncul harapan. Dan dari harapan itu muncul kehendak dan kemauan untuk terus “berdekatan” dengan-Nya.


Free Translation Widget
Personalcashadvance.com | get cash loans

Kumpulan Pribahasa (Babasan-Paribasa) Sunda

“Ya Rabbi… Ya Ilahi…”
[spoilergroup][spoiler intro="A"]Adab lanyap Jiga nu handap asor, daek ngahprmat ka ba...

Ngaguar Basa tur Budaya Sunda

“Ya Rabbi… Ya Ilahi…”
Lain pedah sugih ku elmu jembar ku pangabisa, lain pedah oge jegud pangaweruh tur jembar k...

Links

Subscribe Us