Allahumma a’udzubika minal hammi wal hazani wa ‘audzubika minal ‘ajzi wal kasali wa ‘audzubika minal jubni walbukhli wa a’udzubika min ghilbatid daini waqahrirrijali.
Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari kernurungan dan kesusahan, aku berlindung pada-Mu dari kemalasan dan aku berlindung pada-Mu dari ketakutan dan kekikiran, aku berlindung pada-Mu dari tekanan utang dan paksaan orang lain.
Kondisi kehidupan saat ini sangatlah pelik, tidak mudah jika tidak dapat menyikapinya, dengan berbagai ikhtiar, kesabaran, rasa syukur nikmat dan tentunya doa. Inti dari sepenggal kalimat diatas, kita semua mungkin pernah atau sedang merasakannya mengenai apa yang tersirat dalam paragraf tersebut.
Dimensi hidup yang tak bisa dielakkan oleh seorang anak cucu Adam adalah kodrat berhubungan dengan sesarna manusia (hablum rninannas), Hubungan itu pada akhirnya menjadikan manusia menjadi saling bergantung antara satu dan lainnya karena pelbagai keperluan yang mendasari.