KIP's Bandung

02
Mar

Dalam kegaguan raga yang bersanding mata hati dan jiwaku memberi anjuran pada diri ini, untuk melihat keindahan dunia berhiaskan pijaran ribuan lampu dalam suasana kelamnya malam. Namun sayang, kepulan asap yang ku kumpulkan tak kuasa kutahan, mereka melayang dan bertebaran lalu menghilang tanpa bayangan.

Jemari ini dituntun mata jiwaku memahami dan mencintai apa saja yang nampak dihadapan mata, mewakili setumpuk rasa untuk meminta jangan pernah meragukan kepastiannya. Sisa-sisa asa berjuang keras untuk dapat memahami keberadaannya dengan menghempaskan segala keragu-raguannya. Meski begitu, keraguan itu tetap ada walau tak pernah aku mengucapkannya, niscaya diri ini enggan melihat kehampaan belaka.

Kusadari, penyesalan, kebencian dan beragam rasa lainnya datang silih berganti. Ibarat berada diujung tanduk, jatuh tak mau berdiam diri pun tak nyaman. Namun, senantiasa kepenatan sebagai imbasnya kuraih dengan senyuman, walau terkadang tetuang samar dan hambar. Sesekali tersenyum lalu tertawa, sedih disusul jeritan hati silih berganti. Bak kepulan asap itu kuinginkan lalu kuhempaskan begitu saja.

Manakala sang raja siang menjelang, diri ini berusaha tertawa menembus apa yang tampak dan yang lenyap dialam nyata, berdiri dibawah sinar matahari dalam satu kehendak, mencari kemuliaan hidup sebelum jasad terpisah. Menghabiskan sisa waktu sebelum lenyap dan menghilang dari keberadaannya.


Free Translation Widget
Personalcashadvance.com | get cash loans

Kumpulan Pribahasa (Babasan-Paribasa) Sunda

Asa dan Asap Tengah Malam
[spoilergroup][spoiler intro="A"]Adab lanyap Jiga nu handap asor, daek ngahprmat ka ba...

Ngaguar Basa tur Budaya Sunda

Asa dan Asap Tengah Malam
Lain pedah sugih ku elmu jembar ku pangabisa, lain pedah oge jegud pangaweruh tur jembar k...

Links

Subscribe Us