Sepenggal Saja

Dalam kurun waktu yang cukup lama, satu dekade sudah, mengamati pola tumbuh sebuah perjalanan ikhtiar mencari jati diri. Dimana tumbuh melalui tahapan-tahapan. Tiap tahapannya terdiri dari fase tumbuh kemudian selalu diakhiri dengan fase krisis. Kayaknya mirip anak baru gede (ABG), saat lebaran misalnya, celana, kemeja, dan sepatunya semua pas, nyaman karena masih baru. Lalu setelah sekian bulan, badannya tumbuh membesar, sepatu jadi sempit, celananya dan kemejanya tidak lagi nyaman karena sudah terlalu kecil.

Arah tumbuh yang ditemukan juga tidak saja selalu arah tumbuh yang tepat melainkan ditemukan pula pola zigzag alias melalui coba-coba. Terkadang terlalu ke kanan sehingga perlu dikoreksi, ditarik ke kiri. Setelah ditarik ke kiri ternyata terlalu ke kiri sehingga perlu dibelokkan lagi ke kanan.

Sebenarnya memang sedang rnengalami fase seperti itu, pasti menganggapnya cara seperti tersebut dianggapnya tepat. Namun, belakangan ini rasanya sering menjumpai musibah dan keluhan, serta adanya kisruh yang bukan fenomena alam.

Banyak kejadian yang membuat frustrasi, bahkan mungkin mengira bahwa kiamat sudah di ambang pintu dan sebentar lagi negeri tercinta ini akan ditenggelamkan Tuhan seperti yang terjadi di zaman Nabi Nuh. Padahal, dari sudut pandang yang lain, kita sebenarnya sedang menjadi saksi sejarah. Negeri tercinta ini sedang mengalami transisi dari satu tahapan ke tahapan yang lain, yang mudah-mudahan lebih baik, akan tetapi sebelumnya mau tidak mau terpaksa melalui masa-masa penuh keluh kesah.

Wallahu A’lam Bishawab.


2 Responses to Sepenggal Saja

  1. chau says:

    seperti yang mas indra tulis kita mengalami perjalan yang kadang tak terduga dan zig-zag

  2. naki says:

    perjalan apa yang zig-zag

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *