Cerita Dibalik Secangkir Kopi Dengan Penyakit Parkinson

Kala pagi menjelang, disaat mata mulai membuka kembali, sahabat sejati pun selalu setia menemani. Tiada lain dan tiada bukan si hitam manis yang senantiasa dapat meningkatkan gairah keseharianku, secangkir kopi.

Mungkin bagi sebagian orang meminum kopi hanya dilakukan pada saat-saat tertentu saja, dengan maksud tuk mengusir rasa kantuk dikala ada pekerjaan lembur atau sekedar hendak begadang, atau pula hanya kebiasaan di pagi hari sebagai teman sepotong pisang goreng pada saat membaca surat kabar.

Lain hal nya dengan saya, yang tak pernah mengenal waktu asalkan tidak jauh dari tempat duduk. Secangkir kopi dapat menjadi teman dalam bekerja, belajar, berkumpul dengan sesama, teman sehabis makan, bahkan teman disaat hendak memejamkan mata alias tidur. Nah pernyataan yang terakhir ini yang mungkin gak berlaku pada yang lain. Kok bisa ya? membingungkan he…

Dah kebiasaan tuh, makanya kerasa banget kalau saja sehari tidak meminum kopi, kepala pusing dan lutut lemes he…

Nah, bagi para pecinta kopi seperti saya, ini ada ulasan mengenai si hitam manis itu dari sebuah artikel kesehatan, mungkin bisa dijadikan pertimbangan perlu atau tidaknya untuk mengkonsumsi secangkir kopi.

Minuman si hitam manis ini dapat meningkatkan kesehatan dan mengobati lutut yang sakit. Dilansir HealthDays News dan dikutip Associated Press (AP), sejumlah studi menganjurkan agar memasukkan kopi ke dalam diet minuman sehari-hari. Dalam studi itu juga menyatakan bahwa dua cangkir kopi setiap hari bisa menyehatkan jantung, mengurangi risiko diabetes tipe dua, dan mengurangi nyeri pada kaki terutama bagi mereka yang sering berolahraga. Demikian berita yang dilansir U.S. Department of Agriculture (USDA). Peneliti ini juga telah melakukan investigasi dapat menghindarkan penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

Minuman ini juga kaya antioksidan. USDA mengatakan bahwa tingkat anti-oksidan ini bisa terdapat pada minuman yang tidak mengandung kafein. Tapi, awasi penambahan krim dan gula karena akan menambah kalori.

Dilansir dari penelitian yang dilakukan Universitas Harvard, banyak orang yang menolak minum kopi dengan alasan akan membahayakan kesehatan. Padahal, dalam beberapa penelitian belakangan ini terlihat bahwa beberapa cangkir kopi setiap hari dapat berfungsi sebagai minuman kesehatan dan bagi perempuan akan menjaga berat badan mereka.

Riset terbaru juga membuktikan bahwa mengonsumsi kopi tidak akan berbahaya tetapi malah akan memberikan banyak manfaat seperti seseorang akan terhindar dari bahaya diabetes tipe dua.

Kopi pun memiliki faedah bagi perbaikan sistem pencernaan dan menahan terbentuknya jaringan kanker kolon dan yang utama mengurangi risiko penyakit Parkinson.

Dengan minum kopi membuat seseorang akan selalu waspada dan penelitian ini pun akan memberikan sebuah solusi bagi orang yang gampang terserang rasa kantuk. Namun, tak dapat dimungkiri bahwa kopi bisa membuat rasa ketergantungan dan naiknya tekanan darah dan detak jantung yang cepat.

Tapi, di banding dengan manfaat yang diperolehnya, bagi perempuan yang suka mengonsumsi kopi juga diperingatkan agar berhati-hati karena kemungkinan dengan resiko kanker payudara, kolon, dan kerapuhan tulang meski penelitian ini belum bisa dipercayai sepenuhnya. Sebaiknya, konsumsi kopi dalam batas yang wajar.

Pengaruhi Metabolisme Gula :

Minum secangkir kopi di pagi hari ternyata dapat membantu jutaan orang untuk lebih bersemangat beraktivitas. Menurut beberapa penelitian di Belanda, minum beberapa cangkir kopi dalam mengiringi kesibukan hari-hari seseorang, kemungkinan dapat mengurangi risiko terserang diabetes.

Para peneliti menyatakan komponen pada kopi tampaknya dapat membantu metabolisme gula di dalam tubuh. Dengan demikian dapat mengurangi risiko terserang dibetes yang sampai saat ini sudah menyerang sekitar kurang lebih 130 juta orang di dunia.

Penelitian ini merupakan studi pertama kali yang mendukung suatu ide bahwa kopi sebenarnya dapat bermanfaat untuk dua tipe penyakit diabetes. Apakah sebagai penyaring, yakni jenis kopi cappuccino, latte, atau espresso.

Karena semua jenis kopi tersebut mengandung mineral-mineral seperti magnesium, potassium dan mikronutrien lain yang bermanfaat untuk kesehatan.

Namun para peneliti belum mengetahui sampai jauh kandungan kopi yang mana yang dapat mempengaruhi proses metabolisme gula secara rinci dan bagaimana cara kerjanya secara rinci dalam melawan diabetes.

Namun ketika para peneliti membandingkan para peminum kopi dengan risiko menderita penyakit diabetes tipe dua, ditemukan makin banyak seseorang minum kopi dapat menurunkan risiko terserang penyakit diabetes termasuk serangan diabetes yang timbul pada saat penderita dewasa.

Seorang individu yang minum tujuh atau lebih cangkir kopi sehari, dapat menurunkan risiko sebanyak 50 persen terhadap timbulnya penyakit diabetes. Jadi beberapa cangkir kopi sehari dapat mengurangi risiko serangan terjadinya diabetes bagi orang yang memiliki kecenderungan menderita diabetes.

Untuk sebagian besar orang tidaklah buruk untuk minum beberapa cangkir kopi jika kondisi orang tersebut baik.

Konsumsi dalam jumlah wajar berdasarkan penelitian tersebut, para peneliti juga menyatakan perlu dikonfirmasikan lebih lanjut dengan melakukan penelitian lanjutan mengenai risiko lain yang menyertai kopi. Ini berarti tidak harus seseorang lantas minum kopi setiap hari dalam jumlah yang besar.

Di sisi lain beberapa penelitian menunjukkn minum kopi terlalu banyak juga dapat meningkatkan kadar kolesterol darah dan meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis atau kerapuhan tulang pada sebagian orang.

Jadi hal ini merupakan pilihan pada masing-masing individu sendiri untuk tetap meneruskan minum kopi atau tidak. Diabetes merupakan penyakit kronis yang disebabkan kekurangan hormon insulin, yang bekerja dalam proses metabolisme gula dalam tubuh atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin sebagaimana mestinya.

Diabetes tipe dua yang muncul pada saat dewasa merupakan diabetes yang paling banyak jenisnya menyerang sebagian besar orang dewasa, karena kehilangan sensitifitas tubuh terhadap hormon insulin.

Sedangkan penyakit diabetes tipe satu adalah jenis diabetes akibat dari penderita tidak dapat memproduksi hormon insulin yang cukup untuk proses metabolisme gula dalam tubuh. Sehingga membutuhkan suntikan hormon insulin setiap harinya.

Beberapa orang penderita diabetes tipe dua badannya bisa berubah menjadi gemuk. Kelebihan berat badan adalah hal yang biasa dan gejala yang tampak lebih banyak, sehingga faktor risiko terhadap terjadinya penyakit diabetes tidak dapat dihindarkan.

Diduga akan ada sebanyak 220 juta orang penderita diabetes pada tahun 2010 nanti. Namun diharapkan ramalan tersebut meleset, tentunya jika setiap orang dapat menjaga kesehatan tubuhnya sejak dini, terutama dalam pengaturan pola makan yang baik. Wallahu a’lamu bish-shawab.

2 Responses to Cerita Dibalik Secangkir Kopi Dengan Penyakit Parkinson

  1. maseko says:

    Minumnya dalam batas wajar saja, dua cangkir sehari kan? Jadin kalo pagi udah minum segelas, ya udah jangan nambah lagi 🙂
    Perbanyak juga minum air putih, apalagi bagi yang banyak duduk.

    # Ok Pak, Saya coba usahain he…

  2. henry says:

    saya cuman mo kasih komentar berdasarkan pengalaman saya,pasien saya pengidap diabetes dia minum secangkir coffemix ternyata gula darah nya naik secara signifikan, gimana tuh? apakah penelitian diatas sudah valid/ato cuman berdasar subyek beberapa orang saja!

Leave a Reply

Your email address will not be published.