Berpikir Positif dan Membangun Optimisme

Ketidak-pedean untuk melakukan sesuatu terkadang muncul akibat dari adanya kurang optimis. Padahal rasa optimis itu harus jelas ada sehingga akan memunculkan rasa percaya diri untuk melakukan hal-hal yang diinginkan.

Agar kita bisa lebih pede, kita harus membangun optimisme. Apa itu optimisme? Optimisme memiliki beberapa pengetian, diantaranya adalah doktrin hidup yang mengajarkan kita untuk menyakini adanya kehidupan yang lebih bagus buat kita (punya harapan). Orang optimis adalah orang yang yakin (dengan alasan-alasan yang dimilikinya) bahwa ada kehidupan yang lebih bagus di hari esok.

Pengetian lain dari optimisme berarti kecenderangan batin untuk merencanakan aksi, peristiwa atau hasil yang lebih bagus. Membangun optimisme berarti menjalankan apa yang kita yakini atau apa yang dibutuhkan oleh harapan kita. Kalau dipendekkan, optimisme berarti kita meyakini adanya kehidupan yang lebih bagus dan keyakinan itu kita gunakan untuk menjalankan aksi yang lebih bagus guna meraih hasil yang lebih bagus pula.

Kalau kita hanya yakin, namun tidak kita gunakan untuk melakukan aksi untuk membuktikan keyakinan itu, ini berarti optimisme kita masih kurang. Bahkan boleh jadi keyakinan kita itu hanya sebuah halusinasi. Jika kita hanya visi (mimpi) tanpa aksi, artinya kita hanya mengkhayal. Tak ada visi yang bisa menjadi kenyataan tanpa aksi. Bila kita hanya punya aksi tanpa visi, kemungkinan besar kita akan sampai di tempat yang keliru (tidak tepat dengan sasaran yang diinginkan). Dan, jika kita punya visi dan aksi tanpa gairah, kita akan mendapatkan balasan yang serba tanggung (ketidakmasimalan hasil yang diperoleh).

Optimisme seperti itu dalam prakteknya sangat diperlukan, antara lain dengan alasan-alasan:

Sebagai energi positif (dorongan). Kalau bicara harapan sebatas harapan tentu kita sudah tahu kalau harapan itu tidak bisa mengubah apa-apa. Lalu untuk apa kita membutuhkan harapan (optimisme)? Ini untuk mengeluarkan energi positif. Untuk menciptakan langkah dan hasil yang lebih bagus dibutuhkan harapan yang lebih bagus pula agar energinya lebih bagus. Memiliki harapan yang lebih bagus akan memunculkan energi dorongan yang lebih bagus tentunya.

Sebagai perlawanan. Tingkat perlawanan seseorang terhadap masalah atau hambatan yang dihadapinya juga terkait dengan tingkat membangun optimisme dirinya.

Sebagai sistem pendukung. Harapan optimisme juga berfungsi sebagai sistem pendukung. Kalau kita menginginkan keberhasilan maka kita berfikir berhasil, punya kemauan untuk berhasil dan melakukan hal-hal yang dibutuhkan untuk keberhasilan itu maka logikanya kita pasti berhasil. Soal kapan keberhasilan itu diraih, itu urusan lain lagi. Wallahu A’lam Bishawab.

2 Responses to Berpikir Positif dan Membangun Optimisme

  1. Drajat says:

    iya betul apa yang mas utarakan, tapi ada bedanya antara pede dan overconfident (percaya diri yang berlebihan), serta bagaimana mengatasi rasa ketidakpercayaan diri akibat kekurangan. trim`s salam dari saya.

    selamat tahun baru Hijriyah 1429H bagi yang merayakannya moga di tahun ini kita bisa lebih pede untuk menjadi diri kita dan tidak hanya punnya mimpi tapi juga punya aksi seperti apa yang diungkapkan mas indra…

  2. kips says:

    Mungkin salah satu yang bisa dijadikan percaya diri dari kekurangan yang ada pada diri kita saya harus syukur nikmat terlebih dahulu (percaya bahwa apapun kondisi kita itulah amanah yg diberikan Tuhan kepada kita), pada akhirnya mungkin bisa mengatasi rasa tidak percaya diri. Wallahualam.

Leave a Reply

Your email address will not be published.