KIP's Bandung

Untuk kesekian kalinya saya berujar bahwa bulan Agustus adalah bulan yang sangat bersejarah bagi saya pribadi. Diluar semua itu, hal tersebut pun terkait dengan peradaban sejarah bangsa kita, bangsa Indonesia. Dimana, setiap tanggal 17 Agustus, berbagai acara untuk memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan bangsa tercipta. Banyak cara untuk memeriahkan ulang tahun kemerdekaan bangsa kita tersebut. Diantaranya terdapat kesibukan-kesibukan berbagai kalangan yang merayakannya dengan mengadakan berbagai perlombaan dan hiburan.

Seandainya saja terdapat diantara sebagian kalangan yang bisa dikatakan salah kaprah atau kurang tepat dalam mencari atau menafsirkan makna kemerdekaan, tentu hal tersebut tidak bisa disalahkan begitu saja. Karena hal yang lebih penting adalah memanfaatkan semaksimal mungkin perayaan kemerdekaan itu sendiri. Dan memang banyak cara yang bisa dilakukan untuk lebih mendukung perayaan kemerdekaan. Selebihnya, yang terpenting hanyalah bagaimana meneruskan perjuangan kemerdekaan itu sendiri secara general, termasuk didalamnya menuju kebebasan finansial, memperkecil jumlah pengangguran dengan memperluas lapangan dan kesempatan kerja, dan lain-sebagainya. Lantas, apakah hal tersebut sudah mencerminkan kesadaran orang-orang Indonesia untuk dapat mempertahankan kemerdekaan ini? Atau mungkin masih tersirat pertanyaan, sudahkah kita merdeka?

Sedikit teringat untaian kata-kata seorang musisi ditengah-tengah konsernya tadi malam (Iwan Fals), kurang-lebihnya; “Bangsa kita memang telah merdeka, sementara yang belum merdeka hanyalah diri kita dari godaan atau pengaruh syaiton”. Jika dicermati dengan seksama, hal tersebut merupakan sebuah tantangan bagi kita semua untuk dapat membenahi diri. Lalu, yang justru menjadi pertanyaan berikutnya, bagaimana kita menyikapi semua tantangan itu, ataukah kita justru terbuai dengan berbagai kamuflase saat ini? Jawaban semua itu kembali pada masing-masing hati nurani, tiada lain instrospeksi diri dalam hidup secara sadar.

Kebanggan dari setiap penduduk suatu bangsa akan terasa dikala dapat mempersembahkan sesuatu untuk bangsanya. Berkenaan dengan kemerdekaan, kita beruntung tidak perlu berjuang untuk merebut kemerdekaan tersebut, kita hanya bertugas mempertahankannya. Karena perjuangan saat ini hanyalah terfokus pada bagaimana meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran secara berkeadilan. Fakta tujuan tersebut nyata dan relevan terhadap kesejahteraan yang ada, yakni untuk bisa dilakukan memerangi kemiskinan dan pengangguran. Bagaimanapun, alasan karena kemiskinan, pengangguran dan proses pencapaian kesejahteraan atau kemakmuran yang berkeadilan adalah mata rantai yang tidak bisa dipisahkan.

Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi untuk mengabaikan perjuangan ini. Sebab esensinya adalah untuk meningkatkan derajat hidup dan kehidupan rakyatnya, yang juga harus didukung oleh perjuangan untuk bisa menciptakan kondisi stabilitas dalam semua aspek. Fakta menunjukan bahwa jaminan stabilitas akan memberikan kepastian untuk terus berkarya. Oleh karena itu perlu diakui bahwa identifikasi tentang kemerdekaan selalu terkait dengan proses pembangunan.

Lepas dari itu semua, yang jelas sebuah kemerdekaan telah kita raih. Meski kedua proklamator telah meninggalkan kita namun cita-citanya tetap menjadi tantangan untuk dicapai. Oleh karena itu sangatlah beralasan jika kemudian publik mengartikan kemerdekaan sebagai suatu proses pembangunan. Makna kemerdekaan pun tidaklah hanya bersifat individual tetapi merupakan cerminan kondisi bangsa yang terdiri dari berbagai komponen serta merupakan awal terwujudnya mimpi membangun bersama NKRI untuk kesejahteraan rakyat. Menjaga keamanan seluruh warga dalam lindungan sistem hukum yang adil dan kokoh. Hal ini sangat memerlukan keinsyafan massal tentang pentingnya kesadaran bersama dalam mengelola seluruh potensi bangsa.


Free Translation Widget

Cigarettespay day loan

Kumpulan Pribahasa (Babasan-Paribasa) Sunda

Memaknai Sebuah Kemerdekaan
[spoilergroup][spoiler intro="A"]Adab lanyap Jiga nu handap asor, daek ngahprmat ka ba...

Ngaguar Basa tur Budaya Sunda

Memaknai Sebuah Kemerdekaan
Lain pedah sugih ku elmu jembar ku pangabisa, lain pedah oge jegud pangaweruh tur jembar k...

Links

Subscribe Us