Setiap individu dari kita semua tentunya mempunyai jejak hidup yang senantiasa berbeda satu dengan yang lainnya.
Secara kodrat hal ini memang telah digariskan oleh Tuhan penguasa alam semesta ini. Tatkala kita ada atau sudah tiada akan diingat oleh orang-orang yang mengenali disekitar kita.
Seiring berjalannya kehidupan, bertumbuhnya diri kita dan semakin bertambahnya ilmu yang kita miliki, kini setidaknya kita tahu diri kita yang sebenarnya, walaupun belum sepenuhnya atau seluruhnya kita mengetahuinya. Sudahkah kita mengetahui diri kita yang sesungguhnya?
Ada dua jenis manusia. Pertama, yang membuat kisah pribadinya, dan kedua, yang membuat sejarah.
Tujuan mereka yang membuat kisah pribadi adalah untuk kepuasan dirinya sendiri, sedangkan manusia yang membuat sejarah berusaha untuk melayani seluruh manusia. Perhatian seorang yang membuat kisah pribadi berputar pada diri sendiri. Dia melayang-layang di sekitar wilayah di mana kepentingan dirinya dapat tercukupi. Hatinya penuh dengan kebahagiaan jika dia berhasil meraih sesuatu bagi dirinya, tetapi bila tidak ada sesuatu yang dapat diraihnya, maka tak ada kebahagiaan dalam dirinya.