Seorang non muslim, suatu hari menyaksikan diluar pagar, sebuah pesta rohani MTQ di arena terbuka. Sebelumnya, ia tak percaya lantunan ayat-ayat yang dibawakan para vokalis (Qori’) itu tanpa dibantu instrumen musik. Barulah lelaki itu merasa pasti, setelah ia melihat sendiri, betapa Al-Qur’an itu dilantunkan pembacanya dengan suara merdu. Terasa lebih nikmat ketimbang sebuah lagu, katanya. Mungkin ia belum tahu bahwa Rasul sendiri pernah menganjurkan ummatnya agar “yataqhanna bil Qur’an” (melantunkan dengan tartil dan suara indah, tatkala membaca Al-Qur’an).
Inilah mu’jizat Al-Qur’an. Tidak ada kitab suci agama-agama yang begitu sering banyak disenandungkan seperti Bacaan Mulia ini. Sekaligus, tiada pula kitab suci yang begitu banyak dihafal seperti kitabullah tersebut. Oleh sebab itu jangan heran bila ada pengakuan jujur dari seorang cendekiawan Barat terhadap kitab suci ini. Bak dikatakan oleh Herry Gaylord Dorm, bahwa Al-Qur’an adalah benar-benar firman yang didiktekan Gibrail alias Malaikat Jibril (atas Muhammad SAW), sempurna setiap hurufnya. Ia merupakan suatu mu’jizat yang tetap aktual, hingga kini untuk membuktikan kebenarannya dan kebenaran Nabi Muhammad SAW.