Mengenal Intuisi

IntuisiSuatu ketika mungkin kita pernah secara tiba-tiba ingin kembali ke rumah padahal sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja, atau ke sekolah? Kebetulan rumah kosong, pembantu belum kembali dari kampung. Dan setiba di rumah, mendapati kompor masih menyala atau jendela belum ditutup, atau pintu belum belakang belum dikunci, atau keran air di kamar mandi belum ditutup.

Nah, hal tersebut terjadi akibat adanya intuisi. Intuisi bisa menuntun kita untuk mengambil suatu keputusan yang baik dan benar, juga bisa memberi jawaban atas hal-hal yang kita pertanyakan atau kita ragukan.

Saat-saat seperti itu merupakan pertanda intuisi kita sedang aktif, kalau kata Mona Lisa Schulz, MD, PhD, penulis buku The New Feminine Brain: How Women Can Develop Their Inner Strength, Genius, and Intuition (2006). “Sebaiknya kita menuruti intuisi tersebut, sehingga tidak keliru mengambil keputusan.” Menurutnya pula, intuisi adalah hubungan mind-body yang seringkali diabaikan atau tidak disadari keberadaannya, padahal sudah ada dalam diri kita sejak bayi.

Intuisi!

Nah, Apakah intuisi itu sebenarnya? Dapatkah dipercaya keberadaannya?

Intuisi bisa berbentuk jawaban atau semacam pesan yang tiba-tiba terbentuk dalam benak atas masalah yang sedang melanda kita dan dalam kurun waktu tertentu kita belum mampu menyelesaikannya. Jika saja kita bisa mendengar isyarat itu, maka akan mampu membuat keputusan yang baik dan benar.

Intuisi adalah suatu persepsi di luar panca indra yang didapat secara seketika tanpa suatu proses yang masuk akal. Menurut Oxford English Dictionary : “…the immediate apprehension of an object by the mind without the intervention of any reasoning process “. Jadi, intuisi datang mendadak dalam benak kita di saat kita santai maupun sedang mendapat masalah. Tidak bisa dijelaskan secara logika.

Mungkin Saya pernah mengalaminya. Waktu itu saya mau memasukan lamaran pekerjaan ke suatu kantor di Jakarta dari penawaran teman yang bekerja di kantor tersebut, tetapi pada saat itu hati saya tidak mengijinkan sepenuhnya untuk memasukan lamaran pekerjaan itu, padahal waktu itu hari terakhir penerimaan lamarannya. Merasa pikiran tidak pol, apalagi pada dasarnya saya sendiri masih dalam kondisi bekerja pada suatu perusahaan. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak memasukan lamaran tersebut. Ternyata keesokan harinya, perusahaan yang hendak dimasuki mengalami kebakaran, jangankan ada penerimaan karyawan baru, teman saya saja yang merupakan karyawan lama akhirnya berhenti bekerja, karena adanya penyusutan karyawan setelah adanya musibah kebakaran terjadi. Mungkin keuntungan secara tidak langsung dari keputusan yang diambil yaitu masih bekerja pada perusahaan yang lama. Termasuk salah satu bentuk adanya intuisikah hal tersebut? Wallahu A’lam Bishawab.

4 Responses to Mengenal Intuisi

  1. beu says:

    mas indra POL apaan sih? koq saya cari di kamus bahasa indonesia ga ada, saya juga pernah lho mengalami seperti apa yang diceritakan, pasti setiap orang pernah mengalami cuma kadang ada yang nyadar and banyak juga yang gak mempedulikannya.

  2. kips says:

    Pol teh sami sareng gembleng alias total jang he..

  3. kumara says:

    mas saya suka sekali Dengan tulisannya Mengenal intuisi … boleh ga ana publikken ke blog saya ? boleh ya … thanks …

Leave a Reply

Your email address will not be published.