Belajar Berpikir Positif dengan Menulis

Belajar Berpikir PositifSebuah komentar di blog tentunya akan memberi apresiasi pada penulis karena itu mendorong penulis bisa lebih kreatif dan lebih produktif menulis. Terus terang saya masih banyak belajar tentang menulis yang baik sehingga senantiasa mendapatkan respon yang positif dari semua yang berkenan meluangkan waktu untuk mebacanya.

Jujur saja, kalau mau cepat, banyak sekali bahan atau pun permasalahan yang berada didepan mata sehingga bisa dituangkan. Tidak menginginkan dengan hanya sekedar menjiplak pemikiran orang lain, tapi saya ingin belajar menuangkan bahasan yang di kupas dengan ala sendiri atau sesuai dengan kadar evaluasi pribadi. Alhasil kesempatan belajar berpikir positif dengan menulis dan menganalisa untuk selanjutnya dapat dipertanggungjawabkan apa adanya.

Memang saat ini hampir semua bahasan tidak lain dan tidak bukan masih banyak mengupas tentang semua yang ada disekitar diri sendiri yang terkadang beberapa diantaranya diri pribadi pun tidaklah paham terhadap bahasan tersebut. Namun, semua ini saya jadikan motivasi diri sendiri untuk dapat berpikir positif dan mencoba fokus menghasilkan suatu karya yang mudah-mudahan mengandung makna.

Belajar Berpikir Positif!

Mungkin berbeda dengan alasan orang lain pada umumnya, ketika ditanya mengapa belum menulis blog biasanya berdalih klasik “Sibuk. Tak ada waktu.” Saya tidak mau terperangkap dalam apologi orang kalah seperti itu. Alasan semacam ini hanya akan membunuh spirit tentunya.

Dari salah satu blog yang pernah saya singgahi, meneyebutkan: dalam pengantar ensiklopedi The Encyclopaedia of Modern Muslim World (4 Volume, diterbitkan Oxford University Press), John Esposito, editor ensiklopedi tersebut mengatakan, “The busiest is the most productive one.” Orang paling sibuk adalah orang yang paling produktif. Kalimat yang lugas dan tepat.

Intinya, kalau ada yang bilang “saya sibuk,” sebagai alasan ketidak-produktifannya, pada hakikatnya adalah sama sekali tidak sibuk. Pemalas atau minimal tidak bisa mengatur waktu secara efektif dan efisien plus lemah kemauan. Oleh karena itu saya berusaha untuk tidak mengalami hal seperti itu.

Belajar berpikir positif dengan menulis. Dengan langkah awal untuk menuju produktif adalah mungkin dengan mencoba merubah paradigma kata “sibuk” dalam diri. Belajar mengakui kelemahan dan kesalahan sendiri sehingga tidak akan menjadi kesalahan yang sama dikemudian hari. Selanjutnya, mulai mengoreksi kesalahan yang menjadi penyebab ketidak-produktifan sebelumnya.

Karena saya pribadi pun baru dalam dunia tulis menulis yang dipublikasikan secara online, maka memulainya hanya dengan sebatas ini. Belajar berpikir positif dengan rajin menulis sebagai hasil evaluasi berbagai kondisi yang ada.

9 Responses to Belajar Berpikir Positif dengan Menulis

  1. kips says:

    Belum, ada masalah dengan BlogDesk nya kayaknya.

  2. maseko says:

    Biasanya kalau lagi sibuk kerja, malah sering muncul ide-ide untuk menulis.

    Postingan yang sebelumnya belom dinaikin lagi?

  3. elung says:

    hehehee… 😀
    lg celingak-celinguk….

  4. kips says:

    Teu kenging kitu famali …

  5. thc_Jason says:

    sorry, but we are testing

  6. Salam Kenal,

    Sebelum nya saya berterima kasih,dengan sering nya membaca di blog ini saya jd banyak inprasi.Ada sedikit yang saya mau tanyakan bagai mana saya mengatasi rasa minder kalau saya mau memulai menulis.jd nya kadang sampai-sampai tidak jadi padahal saya sangat senang sekali kl saya bisa berbagi pengalaman saya walau pun lewat tulisan

    terima kasih
    Firman Ardiansyyah

    • kips says:

      Sama-sama mas, salam kenal juga.
      Mengenai kepercayaan diri yang perlu ditumbuh-kembangkan berkaitan dengan harsat menulis biasanya “atau mungkin” terbebani dengan cara pandang kita terhadap apa yang hendak dituangkan, takut tidak bagus atau dipandang tidak bermakna.

      Nah, kl menurut saya pribadi tinggal membenahi cara pandang tsb dgn alasan yang logis dalam kaitannya dengan kehidupan nyata yakni setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda beserta cara menyikapinya, selebihnya setiap orang memiliki cara dan keunikan tersendiri dalam menuangkan ide dan gagasannya. Jika percaya hal tsb kita akan yakin segala sesuatu yg dapat kita tuangkan akan bermakna atau bermanfaat.

      Mohon dimaklumi jika kurang tepat.
      Salam hangat!

Leave a Reply

Your email address will not be published.