<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIP&#039;s Bandung &#187; sosial</title>
	<atom:link href="http://kipsaint.com/tag/sosial/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kipsaint.com</link>
	<description>Blog abdi thea, just is seen, heard, felt and wanted, trying to learn to become better again.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jan 2012 16:55:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Kematangan Diri Secara Sosial</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/kematangan-diri-secara-sosial.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/kematangan-diri-secara-sosial.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 23:50:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Kematangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kematangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/kematangan-diri-secara-sosial.html</guid>
		<description><![CDATA[Kematangan sosial seseorang secara sederhana dapat didefinisikan sebagai kemampuan dirinya untuk beradaptasi dan menjalin hubungan yang sehat dan memuaskan dengan orang lain. Dan seseorang dikatakan matang secara sosialnya, apabila ia mampu memahami kondisi orang lain baik kekurangan maupun kelebihan yang dimilikinya. Selain itu dirinya juga harus bisa menerima kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/11/Friendship.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-2521" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Friendship" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/11/Friendship-150x131.jpg" alt="" width="150" height="131" /></a>Kematangan sosial seseorang secara sederhana dapat didefinisikan sebagai kemampuan dirinya untuk beradaptasi dan menjalin hubungan yang sehat dan memuaskan dengan orang lain. Dan seseorang dikatakan matang secara sosialnya, apabila ia mampu memahami kondisi orang lain baik kekurangan maupun kelebihan yang dimilikinya. Selain itu dirinya juga harus bisa menerima kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri sendiri. Dan apabila seseorang memiliki kemampuan seperti itu, tentu akan memudahkan dirinya untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan pihak lain.</p>
<p>Dari sini nampak jelas bahwa kematangan sosial merupakan hal yang sangat penting apabila hendak membina hubungan persahabatan, kekerabatan dan tentu saja hubungan rumah tangga, karena sebelumnya satu dengan yang lainnya adalah orang asing yang berbeda karakter dan latar belakangnya serta masing-masing pihak pasti memiliki kekurangan maupun kelebihan.</p>
<p><span id="more-1020"></span></p>
<p>Dengan demikian seseorang yang memiliki kematangan sosial, Insya Allah akan lebih bisa memahami kekurangan serta menerima kelebihan orang lain dalam hubungannya tsb. Selain itu dengan kematangan sosial ini pula, diharapkan menjadi lebih sadar bahwa kekurangan orang lain adalah ladang beramal shaleh yang diberikan oleh Allah buat dirinya dengan menutupi kekurangan yang lainnya tersebut. Sementara kelebihan yang dimiliki pasangan hidupnya dapat mengingatkan dirinya kepada Allah karena telah diberi nikmat tersebut.</p>
<p>Hubungan yang baik hanya terjadi jika masing-masing pihak bisa menjaga hubungan tersebut diantara keduanya, dapat menepis sikap egois masing-masing pihak, demi kebaikan bersama. Apabila komunikasi memburuk, mungkin dalam hal ini menandakan hubungan tersebut belum memiliki kematangan sosial.</p>
<p>Dari hal itulah kita semua sangat dianjurkan untuk memperbanyak melakukan siturahim kepada sesama sebagai jalan untuk menguatkan tali ukuwah dan sebagai sarana untuk mendapatkan kematangan sosial. Dengan silaturahim akan menjadikan hati semakin dekat, sehingga ukuwah akan semakin kuat terjalin dan timbul rasa untuk saling memahami dan menerima kelebihan serta kekurangan masing-masing.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/kematangan-diri-secara-sosial.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gambaran Nyata &#8230;</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/gambaran-nyata.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/gambaran-nyata.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 00:48:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[problematika]]></category>
		<category><![CDATA[Social problem]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/gambaran-nyata.html</guid>
		<description><![CDATA[<p>&#60;</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/02/Social-Problem.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2377" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Social Problem" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/02/Social-Problem.jpg" alt="" width="109" height="141" /></a>Pagi ini saya menuangkan sedikit kekhawatiran mengenai peradaban (etika) yang berkembang di kota besar selama ini. Teringat sorang teman yang mengalami perlakuan yang tidak sepatutnya terjadi.</p>
<p>Ceritanya dia berkunjung ketempat temannya dengan tujuan memberikan sesuatu (barang). Berhubung yang dituju tidak ada dan dia pun terburu-buru dengan keperluan yang lain, maka berinisiatif menitipkan barang tersebut kepada tetangga temannya yang dituju itu. Namun apa sambutan yang didapat? Hanyalah sebuah makian semata.</p>
<p><span id="more-348"></span></p>
<p>Alasan tetangga temannya itu katanya hal tersebut sangat mengganggu ketenangan dia karena hal tersebut merupakan keduakalinya dimintai tolong untuk titipan barang, alasan kedua dia bilang &#8221; saya tidak kenal anda&#8221;, alasan ketiganya &#8220;takut barang tersebut merupakan barang yang dapat menimbulkan masalah&#8221;, alasan keempat menyatakan bahwa dia (tetangga temannya) bukan siapa2nya temannya yang dituju itu, dan yang terakhir harus dibilangin kepada temannya yang dituju itu bahwa hal tersebut merupakan yang terakhir (jangan ada lagi yang menitipkan barang ke dia).</p>
<p>Evaluasi saya untuk alasan pertama mengenai mengganggu ketenangan sangatlah benar, begitupun alasan kedua karena pada dasarnya memang keduanya belum saling mengenal. Namun mengenai barang yang dititipkan saya rasa kurang tepat, kenapa tidak ditanya dulu mengenai barang apa yang akan dititipkan, walaupun dalam hal ini masih mengandung kebenaran untuk sebuah kecurigaan. Yang dimaksud kurang tepat dalam hal tersebut karena fisiknya memang nyata dan jelas bukan barang yang berbahaya (saya rasa tidak begitu penting disebutkan jenisnya).</p>
<p>Untuk alasan keempat bisa dipahami, dan memang pada dasarnya temannya itu bukan siapa2nya tetangganya, karena temannya itu hanya pengontrak rumah sebelahnya.</p>
<p>Nah, untuk pernyataan terakhirnya itu merupakan suatu pernyataan yang janggal. coba saja bayangkan, apakah setiap orang yang mau menitipkan barang kepada seseorang untuk tetangganya sudah barang tentu disuruh sama yang dituju? Saya rasa belum tentu. Bisa saja kan yang dituju tidak tahu kejadiaanya (akan ada yang memberikan barang tetapi karena tidak ketemu akhirnya dititipkan kepada tetangganya). Konon kejadian yang menimpa teman saya pun begitu, temannya yang dituju tidak mengetahui sebelumnya.</p>
<p>Dari cerita diatas, saya dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya tetangga temannya itu tidak mau repot untuk memberikan bantuan kepada yang lain. Pada initya interaksi seprti itu bukan merupakan interaksi yang baik, karena mengesampingkan etika dan cara berkomunikasi yang baik. Seandainya saja etika diterapkan, misalnya saja tidak mau direpotkan, apa salahnya mencari alasan untuk tidak memerikan bantuan, sebagai contoh sederhana saja &#8220;maaf, saya ga bisa Bantu, karena ada keperluan mau keluar&#8221;. Kalimat tersebut sangatlah enak, apalagi memuat kata &#8220;maaf&#8221; menjadikan tambah bijak maksud kalimatnya. Itulah salah satu gambaran problematika sosial yang ada di kota besar. Tapi saya yakin, ini hanya salah-satu saja dari sekiat banyak penghuni kota besar, yang lain belum tentu sama. Wallahualam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/gambaran-nyata.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

