<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIP&#039;s Bandung &#187; Sikap</title>
	<atom:link href="http://kipsaint.com/tag/sikap/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kipsaint.com</link>
	<description>Blog abdi thea, just is seen, heard, felt and wanted, trying to learn to become better again.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 May 2012 01:20:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Memahami, Mengelola dan Menentukan Sikap</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/memahami-mengelola-dan-menentukan-sikap.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/memahami-mengelola-dan-menentukan-sikap.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 00:48:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Manner]]></category>
		<category><![CDATA[Prilaku]]></category>
		<category><![CDATA[Sikap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/memahami-mengelola-dan-menentukan-sikap.html</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;By attitude we understand a process of individual consciousness which determines real or possible activity of the individual in the social world&#8221;. Melalui sikap, kita memahami proses kesadaran yang menentukan tindakan nyata dan tindakan yang mungkin dilakukan individu dalam kehidupan sosialnya. Hal tersebut menandakan bahwa sikap menjadi bagian penting dalam kehidupan secara sadar. Karena pentingnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/11/Attitude.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-1875" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Attitude" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/11/Attitude.gif" alt="" width="125" height="66" /></a>&#8220;By attitude we understand a process of individual consciousness which determines real or possible activity of the individual in the social world&#8221;.</em> Melalui sikap, kita memahami proses kesadaran yang menentukan tindakan nyata dan tindakan yang mungkin dilakukan individu dalam kehidupan sosialnya. Hal tersebut menandakan bahwa sikap menjadi bagian penting dalam kehidupan secara sadar. Karena pentingnya, semenjak awal abad 20 para sosiolog banyak menelaah kehidupan dan perubahan sosial yang terkait dengan kondisi mental yang kompleks.</p>
<p>&#8220;Oxford Advanced Learner Dictionary&#8221; (Hornby, 1974) mencantumkan bahwa sikap (attitude), berasal dari bahasa Italia attitudine yaitu &#8221; <em>Manner of placing or holding the body, Way of feeling, thinking or behaving&#8221;</em> . Sikap adalah cara menempatkan atau membawa diri, cara merasakan, jalan pikiran dan perilaku. Sedangkan menurut Thomas &amp; Znaniecki (1920), sikap adalah predisposisi untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku tertentu, sehingga sikap bukan hanya kondisi internal psikologis yang murni dari individu, tetapi sikap lebih merupakan proses kesadaran yang sifatnya individual. Artinya proses ini terjadi secara subjektif dan unik pada diri setiap individu. Keunikan ini dapat terjadi oleh adanya perbedaan individual yang berasal dari nilai-nilai dan norma yang ingin dipertahankan dan dikelola oleh Individu.</p>
<p>Sikap merupakan hal yang berkaitan dengan emosi yang mendorong dilakukannya tindakan-tindakan tertentu dalam suatu situasi sosial, sebagai tendensi psikologis yang diekspresikan oleh evaluasi terhadap entitas tertentu dengan derajat suka atau tidak suka. Sedangkan objek sikap dapat berupa benda, situasi, dan orang.</p>
<p><span id="more-1837"></span></p>
<p>Dari suatu sikap, seseorang akan memperoleh pengalaman belajar memahami sikap tersebut, disisi lain tidak menutup kemungkinan dapat memberikan kesempatan pada individu lain untuk belajar. Belajar memahami sikap dan sekaligus belajar menentukan pilihan. Misalnya, sebatas sudut pandang personal, saya lebih menomor-satukan menghormati atas dasar usia dalam berkomunikasi atau berinteraksi. Sebagai alasannya, tahapan usia keberadaanya tak bisa dirubah oleh manusia meskipun datangnya ajal tak diketahui kapan terjadi, sementara faktor-faktor penting lainnya (posisi jabatan/pekerjaan, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya) akan berubah derajat kepentingannya bila berada dalam area dan konteks yang berbeda.</p>
<p>Satu ilustrasi kecil, suatu ketika dalam salah-satu <em>social networking</em> si A menyapa seseorang yang namanya cukup terkenal dalam dunia maya (sebut saja B), A menyapa B langsung dengan menyebutkan namanya. Apa yang terjadi setelah itu, respon si B hanyalah terlihat memandang sebelah mata. Dalam hal ini menampakan bahwa adanya ketidak-sopan-santunan si A terhadap B yang usianya jauh lebih tua. Dari situ A mendapat pelajaran sehingga keesokan harinya bisa menyapa dengan semestinya. Jadi, dari hal tersebut secara tidak langsung mendapatkan pengalaman belajar.</p>
<p>Masih dalam sebuah <em>social networking</em> , misalnya suatu ketika ada seorang user (sebut saja C) mengajukan pertemanan dengan si A, dan dengan senang hati si A menerimanya. Namun setelahnya, banyak perkataan-perkataan C yang dianggap si A belum pada tempatnya. Menurut si A, si C dengan kapasitasnya belum pantas bertingkah seperti itu dimana usianya pun masih &#8220;bau kencur&#8221; kalau istilah kasarnya. Kesimpulan tersebut dinyatakan atas dasar penyusuran lebih jauh si A terhadap kebenaran ucapan-ucapan si C yang dikaitkan dengan keberadaan sesungguhnya tentang si C, alhasil 100% bertolak belakang. Dari hal tersebut tergerak hati si A untuk memberi masukan sesuai dengan kemampuannya, dan dilakukan dengan secara tidak langsung dengan maksud dapat diterima dengan baik dan nyaman oleh si C. Meskipun tidak terjadi perubahan yang berarti, si A telah memberikan peluang kepada si C untuk menyesuaikan diri berinteraksi dengan orang yang berbeda-beda sampai akhirnya si A memutuskan untuk tidak berinteraksi dengan si C. Dari hal tersebut mencerminkan bahwa sikap itu sediri bisa memberikan kesempatan pihak lain untuk belajar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/memahami-mengelola-dan-menentukan-sikap.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>56</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

