<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIP&#039;s Bandung &#187; Renungan</title>
	<atom:link href="http://kipsaint.com/tag/renungan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kipsaint.com</link>
	<description>Blog abdi thea, just is seen, heard, felt and wanted, trying to learn to become better again.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 May 2012 01:20:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Renungan Tentang Puasa</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/renungan-tentang-puasa.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/renungan-tentang-puasa.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 20:13:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=983</guid>
		<description><![CDATA[Bila Ramadhan dibagi menjadi tiga bagian, masing-masing berjumlah 10 hari berarti sekarang kita berada dalam bagian ketiga puasa kita. Ditahap awal Ramadhan, mungkin kita memasang target ibadah kita dalam 10 hari tsb, selanjutnya dimuhasabah untuk kemudian diperbaiki dan ditingkatkan di babak kedua dan ketiga. Mudah2an kita semua bisa meningkatkan bagian demi bagian sampai pada tingkat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/09/Tentang-Puasa.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3041" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Tentang Puasa" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/09/Tentang-Puasa.jpg" alt="" width="150" height="199" /></a>Bila Ramadhan dibagi menjadi tiga bagian, masing-masing berjumlah 10 hari berarti sekarang kita berada dalam bagian ketiga puasa kita. Ditahap awal Ramadhan, mungkin kita memasang target ibadah kita dalam 10 hari tsb, selanjutnya dimuhasabah untuk kemudian diperbaiki dan ditingkatkan di babak kedua dan ketiga. Mudah2an kita semua bisa meningkatkan bagian demi bagian sampai pada tingkat yang maksimal, serta diawal Syawal dapat melakukan recovery-nya. Semoga hasil yang diharapkan setelah itu adalah tercapainya kestabilan dan keseimbangan hidup yang dapat teraih sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan pasca Ramadhan.</p>
<p>Kembali merenungkan masalah sejauh mana kita berpuasa, biasanya hal ini tersirat pada saat kita benar2 nengingat Sang Pencipta. Jika puasa ditinjau dari kelanggengan hidup ijtima&#8217;i (sosial), sudah jelas terdapat suatu realita yang tidak bisa dibantah, kita tak dapat hidup sendirian di dunia ini, keberadaan kita pasti memerlukan bantuan orang lain, dan hajat akan bantuan orang lain ini menyebabkan kita harus membina hubungan atau relasi satu sama lainnya, karena kita ini sengaja diturunkan oleh Allah SWT. ke tengah2 umat manusia dengan membawa misi sosial, hanyalah untuk memperbaiki umat manusia. Karena itu Islam banyak memiliki ajaran di bidang sosial kemasyarakatan yang membawa kaum muslimin menjadi makhluk sosial yang baik. Namun untuk tujuan ini tidak semua manusia mampu menerapkan kehidupan sosial sebagaimana yang dikehendaki oleh Islam. Kemudian atas ketidakmampuan itu kadang kala lahir sifat angkuh, sombomg serta sifat egois dan lain sebagainya.</p>
<p><span id="more-983"></span>Berpuasa sebagaimana telah ditetapkan oleh syari&#8217;at Islam, merupakan salah satu sitem yang jitu untuk dapat menghilangkan sifat2 tak terpuji seperti diatas. Sebab dengan diwajibkan ibadah puasa kepada setiap mukmin dan mukminah, maka dirinya menjadi tahu dan menyadari betapa lemahnya tatkala diri merasa lapar dan dahaga, sehingga dari pengalaman ini akan terbukalah mata hati serasa tertuju pada nasib si miskin, karena dalam kehidupan sehari-hari mereka senantiasa kekurangan. Dari pengalaman inilah timbulah sikap murah hati guna menolong mereka yang kekurangan dan lemah, yang pada akhirnya akan lahir pula sikap ruhama sesama umat beriman. Kalau sikap ini sudah dipunyai oleh setiap umat mukmin, maka jelaslah kehidupan masyarakat muslim akan semakin kokoh, karena Si Kaya sudah benar2 memperhatikan Si Miskin, sementara Si Miskin tidak ketinggalan juga menghormati Si Kaya.</p>
<p>Sudah barang tentu setiap orang menginginkan lebih baik dan sempurna, begitu pulalah dalam menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya, sehingga ibadah yang dilakukan penuh dengan harapan dapat semakin baik dan sempurna.</p>
<p>Seandainya tingkatan puasa seperti dibawah ini, yaitu:</p>
<ul>
<li>Puasa lahir, hanya sekedar menahan lapar, minum dan syahwat, hal ini mungkin merupakan puasa dalam tingkatan yang serendah-rendahnya.</li>
<li>Puasa yang baik, selain dari menahan makan, minum dan syahwat juga menahan seluruh anggota badan lainnya dari semua hal yang terlarang dan dosa, baik yang bersangkutan dengan lidah, ataupun anggota tubuh lainnya.</li>
<li>Puasa yang istimewa, yaitu disamping puasa dari hal-hal yang tersebut diatas, juga memuaskan hati dan pikiran dari memikirkan dan merenungkan hal-hal yang tidak baik, dengan pengertian bahwa seluruh jiwa raga, jasmaniah dan rohaniah dipuaskan.</li>
</ul>
<p>Lantas, berada dilevel manakah puasa kita saat ini? Hanya diri kita sendirilah yang tahu sejauh mana kita berusaha dan penentuannya ada pada yang Maha mengetahui, Allah SWT. Wallahu a’lam bissawaab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/renungan-tentang-puasa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan Malam</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/renungan-malam.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/renungan-malam.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Aug 2007 06:43:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/renungan-malam.html</guid>
		<description><![CDATA[Berkutat dengan berbagai cobaan Membuat kita harus tegar dan bersabar Ketika ada yang mengusik kesabaran itu Dengan lantang kita berkata &#8220;Masih kurangkah kesabaran ini?&#8221; &#8220;Bukankah itu membuktikan kita belum sesabar ayub?&#8221;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Berkutat dengan berbagai cobaan</em><br />
<em>Membuat kita harus tegar dan bersabar</em><br />
<em>Ketika ada yang mengusik kesabaran itu</em><br />
<em>Dengan lantang kita berkata</em><br />
<em>&#8220;Masih kurangkah kesabaran ini?&#8221;</em><br />
<em>&#8220;Bukankah itu membuktikan kita belum sesabar ayub?&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/renungan-malam.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

