<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIP&#039;s Bandung &#187; Puasa</title>
	<atom:link href="http://kipsaint.com/tag/puasa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kipsaint.com</link>
	<description>Blog abdi thea, just is seen, heard, felt and wanted, trying to learn to become better again.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jan 2012 16:55:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/selamat-hari-raya-idul-fitri-1430-h.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/selamat-hari-raya-idul-fitri-1430-h.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 18:08:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/selamat-hari-raya-idul-fitri-1430-h.html</guid>
		<description><![CDATA[Saat gema takbir berkumandang jari-jari tangan ini baru sempat mengemban titah hati. Dengan segala kerendahannya memohon keikhlasan semua kerabat memaafkan segala klilaf dan salah yang telah diperbuat, baik itu disengaja maupun tidak, baik itu kecil atau pun besar. Semoga menjadi tonggak diri ini menjadi lebih baik jika seandainya saja masih diberi kesempatan oleh-Nya bernafas dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/09/Lebaran.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-1929" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Lebaran" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/09/Lebaran.jpeg" alt="" width="124" height="93" /></a>Saat gema takbir berkumandang jari-jari tangan ini baru sempat mengemban titah hati. Dengan segala kerendahannya memohon keikhlasan semua kerabat memaafkan segala klilaf dan salah yang telah diperbuat, baik itu disengaja maupun tidak, baik itu kecil atau pun besar. Semoga menjadi tonggak diri ini menjadi lebih baik jika seandainya saja masih diberi kesempatan oleh-Nya bernafas dan melangkah lebih jauh untuk <a href="http://kipsaint.com/isi/menyambut-lebaran.html">menyambut lebaran</a> diwaktu mendatang. Dan semoga di hari fitri ini jalinan silaturahmi dapat terus ditingkatkan tanpa lupa mensyukuri kemenangan ini dan senantiasa berharap hati kembali bersih.</p>
<p><em>Taqobalallahu minna wa minkum, Syiamana wa syiamakum,  Minal aidin wal faidzin.</em><br />
Mohon maaf lahir dan bathin.<br />
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/selamat-hari-raya-idul-fitri-1430-h.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mobilitas Ummat Menjelang Lailatul Qadar</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/mobilitas-ummat-menjelang-lailatul-qadar.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/mobilitas-ummat-menjelang-lailatul-qadar.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 04:00:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[i'tikaf]]></category>
		<category><![CDATA[Lailatul Qadar]]></category>
		<category><![CDATA[Mobilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat]]></category>
		<category><![CDATA[Tarawih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/mobilitas-ummat-menjelang-lailatul-qadar.html</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh tak terasa waktu bergulir begitu cepat, mungkin karena saking betahnya menjalani hidup dengan segala kuasa-Nya meskipun baru saja beberapa hari yang lalu kita diberi peringatan untuk besikap dan bertindak lebih bijak. Kita mesti bersyukur masih tetap diberi kenikmatan yang tiada tara, hal ini tentunya bukan mensyukuri atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita melainkan mensyukuri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/09/Laylatul-Qadar.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1927" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Laylatul Qadar" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/09/Laylatul-Qadar.jpg" alt="" width="125" height="123" /></a>Sungguh tak terasa waktu bergulir begitu cepat, mungkin karena saking betahnya menjalani hidup dengan segala kuasa-Nya meskipun baru saja beberapa hari yang lalu kita diberi peringatan untuk besikap dan bertindak lebih bijak. Kita mesti bersyukur masih tetap diberi kenikmatan yang tiada tara, hal ini tentunya bukan mensyukuri atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita melainkan mensyukuri atas kita semua yang diberi keselamatan dan segala nikmat-Nya. Diluar itu semua, bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah semoga diberi ketabahan atas apa yang telah menimpanya. Mudah-mudahan kita semua masih diberikan kesehatan pikiran sehingga dapat menempatkan segala sikap <a href="http://kipsaint.com/isi/sabar-atau-mengeluh.html">sabar atau mengeluh</a> pada posisi yang semestinya.</p>
<p>Jika diperkenankan oleh-Nya, sebentar lagi kita akan <a href="http://kipsaint.com/isi/menyambut-lebaran.html">menyambut lebaran</a>. Dan sudah menjadi tradisi setiap tahun, bila lebaran datang menjelang, perubahan mobilitas ummat Islam terjadi. Dimana-mana sibuk dengan &#8220;urusan dunia&#8221;, yakni persiapan lebaran hingga masjid yang pada permulaan puasa penuh sesak jama&#8217;ah shalat tarawih, biasanya pada akhir Ramadhan itu mulai terasa mengendor kendatipun Allah telah menjanjikan pahala besar bagi yang memanfaatkan peluang <em>Laylatul Qadar</em>. Yaitu yang biasa ditandai pada sepertiga akhir puasa.</p>
<p>Biasanya tidak sedikit diantara kita (kaum muda) yang kurang memanfaatkannya, hal ini dapat terlihat dengan berkurangnya shaf-shaf shalat tarawih di babak sepuluh terakhir itu dengan berbagai dalih kesibukan; berbelanja atau mempersiapkan acara mudik ke kampung halaman, sehingga di rumah-rumah Allah tersisa kalangan sepuh yang tetap kelihatan aktif bermunajat. Dan tempat ibadah pun menyusut ibarat terjadi seleksi alamiah: hanya mereka yang tekun mendambakan rahmat Allah semata yang tetap kelihatan rajin di masjid untuk i&#8217;tikaf.</p>
<p><span id="more-1550"></span></p>
<p>Keutamaan <em>Laylatul Qadar</em> yang penuh berkah dan lebih baik dari seribu bulan ini merupakan peluang emas bagi setiap hamba Allah yang mengharapnya. Jelaslah malam yang penuh rahmat itu tak bisa dispekulasikan hari H-nya tanpa upaya dan keuletan untuk meraihnya. Kesungguhan dan kesucian pribadi yang ikut &#8220;berlaga&#8221; pun jadi bagian yang menentukan untuk mendapatkan <em>Laylatul Qadar</em> . Menurut riwayat, <em>Laylatul Qadar</em> akan jatuh pada salah-satu malam ganjil; 21, 23, 25 atau 27.</p>
<p>Sesuai dengan janji-Nya, bahwa nilai ibadah yang dilakukan oleh hamba-Nya pada malam <em>Laylatul Qadar</em> itu berlipat ganda pahalanya seperti ia melaksanakannya selama seribu tahun (QS 97:1-5). Dengan kata lain, orang tak perlu bermimpi untuk mecapai umur sampai 1000 tahun buat mengabdi kepada Allah dan beramal saleh. Tapi cukup mengikuti &#8220;perlombaan&#8221; dalam bulan suci Ramadhan dan mengisi malam-malamnya dengan shalat malam (tarawih, witr, dan lain-lain). Dan pada malam &#8220;final&#8221; yang menentukan, mereka kian meningkatkan semangat dan niat untuk bermunajat kepada Rabbul &#8216;Alamin untuk meraih Piala &#8220;Laylatul Qadar&#8221; tersebut. Bagaimanapun <em>Laylatul Qadar</em> tidaklah mudah dengan begitu saja diraih seseorang. Nabi sendiri menjadi contoh yang paling ideal untuk diteladani. Beliau, ketika waktu menjelang l/3 akhir Ramadhan dengan optimal melakukan i&#8217;tikaf sepanjang malam. Hal itu rutin dilaksanakan sampai beliau wafat, dan kemudian diteladani hal itu oleh para isterinya (HR. Bukhari).</p>
<p>Begitupun dengan sahabat Nabi. Sahabat Nabi yang juga menonjol dalam mengisi bulan Ramadhan adalah Sayidina Umar bin Khattab r.a. perlu diteladani dalam menghidupkan malam-malam Ramadhannya. Syi&#8217;ar shalat tarawih bergema di zaman Nabi sampai di masa ia menjabat sebagai khalifah. Malam-malam Ramadhan itu suasana Masjid Nabawy riuh-rendah suara dzikir, shalat dan bacaan al-Qur&#8217;an tak henti-hentinya. Sampai-sampai sahabat Umar, yaitu Sayidina Ali bin Abi Thalib r.a. berdecak kagum seraya memujinya: &#8220;Semoga Tuhan menerangi kubur Umar!&#8221;, katanya.</p>
<p>Dalam hal ini bukan saja <a href="http://kipsaint.com/isi/saat-puasa-perlukah-kaum-adam-mengetahui.html" target="_blank">kaum adam yang perlu mengetahui</a>, siapapun dengan melihat gambaran diatas tentunya semua mempunyai kehendak yang sama, dapat meraih pahala tersebut. Jadi, sejauh mana <a href="http://kipsaint.com/isi/renungan-tentang-puasa.html" target="_blank">renungan tentang puasa</a> kita dapat mengimplementasikannya sehingga benar-benar menunjukan momentum bulan puasa itu ibarat <a href="http://kipsaint.com/isi/four-in-one-ramadhan.html" target="_blank"><em>four in one</em></a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/mobilitas-ummat-menjelang-lailatul-qadar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renungan Tentang Puasa</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/renungan-tentang-puasa.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/renungan-tentang-puasa.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2008 20:13:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=983</guid>
		<description><![CDATA[Bila Ramadhan dibagi menjadi tiga bagian, masing-masing berjumlah 10 hari berarti sekarang kita berada dalam bagian ketiga puasa kita. Ditahap awal Ramadhan, mungkin kita memasang target ibadah kita dalam 10 hari tsb, selanjutnya dimuhasabah untuk kemudian diperbaiki dan ditingkatkan di babak kedua dan ketiga. Mudah2an kita semua bisa meningkatkan bagian demi bagian sampai pada tingkat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/09/Tentang-Puasa.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3041" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Tentang Puasa" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/09/Tentang-Puasa.jpg" alt="" width="150" height="199" /></a>Bila Ramadhan dibagi menjadi tiga bagian, masing-masing berjumlah 10 hari berarti sekarang kita berada dalam bagian ketiga puasa kita. Ditahap awal Ramadhan, mungkin kita memasang target ibadah kita dalam 10 hari tsb, selanjutnya dimuhasabah untuk kemudian diperbaiki dan ditingkatkan di babak kedua dan ketiga. Mudah2an kita semua bisa meningkatkan bagian demi bagian sampai pada tingkat yang maksimal, serta diawal Syawal dapat melakukan recovery-nya. Semoga hasil yang diharapkan setelah itu adalah tercapainya kestabilan dan keseimbangan hidup yang dapat teraih sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan pasca Ramadhan.</p>
<p>Kembali merenungkan masalah sejauh mana kita berpuasa, biasanya hal ini tersirat pada saat kita benar2 nengingat Sang Pencipta. Jika puasa ditinjau dari kelanggengan hidup ijtima&#8217;i (sosial), sudah jelas terdapat suatu realita yang tidak bisa dibantah, kita tak dapat hidup sendirian di dunia ini, keberadaan kita pasti memerlukan bantuan orang lain, dan hajat akan bantuan orang lain ini menyebabkan kita harus membina hubungan atau relasi satu sama lainnya, karena kita ini sengaja diturunkan oleh Allah SWT. ke tengah2 umat manusia dengan membawa misi sosial, hanyalah untuk memperbaiki umat manusia. Karena itu Islam banyak memiliki ajaran di bidang sosial kemasyarakatan yang membawa kaum muslimin menjadi makhluk sosial yang baik. Namun untuk tujuan ini tidak semua manusia mampu menerapkan kehidupan sosial sebagaimana yang dikehendaki oleh Islam. Kemudian atas ketidakmampuan itu kadang kala lahir sifat angkuh, sombomg serta sifat egois dan lain sebagainya.</p>
<p><span id="more-983"></span>Berpuasa sebagaimana telah ditetapkan oleh syari&#8217;at Islam, merupakan salah satu sitem yang jitu untuk dapat menghilangkan sifat2 tak terpuji seperti diatas. Sebab dengan diwajibkan ibadah puasa kepada setiap mukmin dan mukminah, maka dirinya menjadi tahu dan menyadari betapa lemahnya tatkala diri merasa lapar dan dahaga, sehingga dari pengalaman ini akan terbukalah mata hati serasa tertuju pada nasib si miskin, karena dalam kehidupan sehari-hari mereka senantiasa kekurangan. Dari pengalaman inilah timbulah sikap murah hati guna menolong mereka yang kekurangan dan lemah, yang pada akhirnya akan lahir pula sikap ruhama sesama umat beriman. Kalau sikap ini sudah dipunyai oleh setiap umat mukmin, maka jelaslah kehidupan masyarakat muslim akan semakin kokoh, karena Si Kaya sudah benar2 memperhatikan Si Miskin, sementara Si Miskin tidak ketinggalan juga menghormati Si Kaya.</p>
<p>Sudah barang tentu setiap orang menginginkan lebih baik dan sempurna, begitu pulalah dalam menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya, sehingga ibadah yang dilakukan penuh dengan harapan dapat semakin baik dan sempurna.</p>
<p>Seandainya tingkatan puasa seperti dibawah ini, yaitu:</p>
<ul>
<li>Puasa lahir, hanya sekedar menahan lapar, minum dan syahwat, hal ini mungkin merupakan puasa dalam tingkatan yang serendah-rendahnya.</li>
<li>Puasa yang baik, selain dari menahan makan, minum dan syahwat juga menahan seluruh anggota badan lainnya dari semua hal yang terlarang dan dosa, baik yang bersangkutan dengan lidah, ataupun anggota tubuh lainnya.</li>
<li>Puasa yang istimewa, yaitu disamping puasa dari hal-hal yang tersebut diatas, juga memuaskan hati dan pikiran dari memikirkan dan merenungkan hal-hal yang tidak baik, dengan pengertian bahwa seluruh jiwa raga, jasmaniah dan rohaniah dipuaskan.</li>
</ul>
<p>Lantas, berada dilevel manakah puasa kita saat ini? Hanya diri kita sendirilah yang tahu sejauh mana kita berusaha dan penentuannya ada pada yang Maha mengetahui, Allah SWT. Wallahu a’lam bissawaab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/renungan-tentang-puasa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Four in One &#8211; Ramadhan</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/four-in-one-ramadhan.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/four-in-one-ramadhan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 04:23:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/four-in-one.html</guid>
		<description><![CDATA[Dalam hitungan hari saja Insya Allah kita akan menghadapi bulan ramadhan atau bulan puasa. Mudah-mudahan kita semua gembira menyambutnya, segembira ketika kita waktu kecil menghadapi datangnya hari lebaran. Mmm&#8230; asyiiikk!
Rasulullah SAW pernah bersabda, &#8220;Puasalah, engkau niscaya sehat! &#8220;. Sabda tersebut beliau ucapkan lebih 14 abad silam. Dunia kedokteran kemudian membuktikan bahwa puasa tidak saja secara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/08/4in1-Ramadhan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3044" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="4in1 Ramadhan" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/08/4in1-Ramadhan.jpg" alt="" width="150" height="113" /></a>Dalam hitungan hari saja Insya Allah kita akan menghadapi bulan ramadhan atau bulan puasa. Mudah-mudahan kita semua gembira menyambutnya, segembira ketika kita waktu kecil menghadapi datangnya hari lebaran. Mmm&#8230; asyiiikk!</p>
<p>Rasulullah SAW pernah bersabda, &#8220;<em>Puasalah, engkau niscaya sehat!</em> &#8220;. Sabda tersebut beliau ucapkan lebih 14 abad silam. Dunia kedokteran kemudian membuktikan bahwa puasa tidak saja secara mental bisa menajamkan fungsi inderawi dan mengendorkan tekanan jiwa serta melatih orang menahan hawa nafsu dari segala angkara murka. Melainkan sekaligus juga secara fisik dapat menurunkan tekanan darah dan kadar lemak.</p>
<p>Dr. Allan Cotto dalam bukunya <em>&#8220;Why Fast&#8221;</em> mengakui manfaat puasa bagi seseorang. Bahkan rekannya dari Moskow, Dr. Yuri Nikolayev menulis bahwa puasa membuat seseorang tetap awet muda secara fisik dan mental. Tak heran bila seorang dokter di Mesir seperti dikutip Jurnal Kedokteran Bulanan <em>Tabibuka al-Khas</em> (Edisi Cairo) menyalin sebuah penelitian bahwa orang yang berpuasa lebih panjang usianya ketimbang orang yang tak berpuasa. Itu pula yang diingatkan Allah. &#8221; &#8230;. Dan melakukan puasa lebih baik bagimu, jika kamu tahu.&#8221; (QS: 2:184).</p>
<p><span id="more-933"></span></p>
<p>Puasa dalam perspektif sosial juga mendidik makhluk Allah memiliki rasa kepedulian kemasyarakatan. Dengan rasa lapar yang ditahannya, orang yang berpuasa dapat merasakan kelaparan dan kehausan yang diderita insan (kaum du&#8217;afa) hingga mendorongnya mau meringankan beban orang lain.</p>
<p>Kepedulian sosial orang yang ikhlas berpuasa biasanya terwujud dalam perilaku mereka sehari-hari. Solidaritas kemasyarakatannya tinggi, misalkan untuk berbagi pertolongan dan bantuan, baik berupa verbal (nasihat) maupun finansial (bantaun materi) untuk meringankan beban dhuafa tersebut. Etos itu tentu saja selaras anjuran Al-Qur&#8217;an, yakni firman-Nya yang memerintahkan manusia agar senantiasa mendermakan sebagian harta, menahan marah, suka memberi ma&#8217;af, dan segera bertobat bila berbuat dosa. Maka jelas dalam puasa orang tak cuma melatih diri berdisiplin jasmaniah, tetapi juga sekaligus disiplin rohaniah.</p>
<p>Walhasil, bulan Ramadhan pada hakikatnya merupakan pesantren periodik bagi kaum beriman untuk mendidik dan melatih diri menuju manusia sehat jasmaniah dan batiniah. Dalam konteks pembangunan bangsa, maka puasa adalah tolok ukur bagi setiap muslim untuk mencapai program manusia Indonesia seutuhnya.</p>
<p>Momentum bulan puasa itu ibarat four in one. Sebab dalam Ramadhan terakumulasi empat Rukun Islam: Syahadat, Shalat, Puasa dan Zakat. Keempatnya saling terkait serta terinteraksi dalam mengkristalisasi kesuksesan yang utuh yakni menjadi manusia takwa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/four-in-one-ramadhan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyambut Lebaran</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/menyambut-lebaran.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/menyambut-lebaran.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Oct 2007 16:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/menyambut-lebaran.html</guid>
		<description><![CDATA[Kegembiraan, ketenangan batin, perasaan qanaah (merasa cukup) adalah buah dari ibadah yang berkualitas. Di antara kegembiraan yang akan diperoleh adalah bertemu dan berkumpul keluarga dan sahabat karib di kampung halaman.
Puasa telah kita jalani. Saat ini memasuki babak akhir. Ibarat orang mengikuti sebuah permainan, ini adalah babak yang menentukan. Rasulullah SAW pada sepertiga akhir ini, menghabiskan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kegembiraan, ketenangan batin, perasaan qanaah (merasa cukup) adalah buah dari ibadah yang berkualitas. Di antara kegembiraan yang akan diperoleh adalah bertemu dan berkumpul keluarga dan sahabat karib di kampung halaman.</p>
<p>Puasa telah kita jalani. Saat ini memasuki babak akhir. Ibarat orang mengikuti sebuah permainan, ini adalah babak yang menentukan. Rasulullah SAW pada sepertiga akhir ini, menghabiskan banyak waktu dengan memperbanyak ibadah dan beriktikaf di masjid. Tetapi mungkin sebagian besar dari kita malah memikirkan bagaimana cara menyambut lebaran dengan mempersiapkan pakaian, perabotan rumah tangga, makanan, bahkan kendaraan yang sedikit berbeda dengan hari-hari biasanya.</p>
<p>Hari raya, khususnya lebaran menjadi momen spesial bagi seluruh umat Islam. Tak salah, dalam menyambutnya pun penuh suka cita. Agar momen tersebut berbeda dengan hari-hari lain, maka banyak persiapan yang dilakukan.</p>
<p>Tiap kali dalam mempersiapkan hari kemenangan, setelah satu bulan berpuasa, menyambut hari raya idul fitri selalu ada perbedaan yang dirasakan. Tentunya, hari H ini selalu ditunggu-tunggu dengan perasaan penuh haru.</p>
<p>Tetapi kita selalu saja memiliki kesulitan untuk memahami bahwa bergembira di hari lebaran, sebenarnya bukanlah dengan sesuatu yang bersifat lahiriah. Kegembiraan sejati tidak bergantung pada banyaknya keuangan dan kebutuhan fisik lain yang serba baru, melainkan kegembiraan yang muncul secara alami. Kegembiraan, ketenangan batin, perasaan qanaah (merasa cukup) adalah buah dari ibadah yang berkualitas.<span id="more-190"></span></p>
<p>Latihan yang lumayan panjang selama berpuasa, bukan saja menahan nafsu dari makan dan minum serta hubungan seks di siang hari tetapi juga menahan diri dari berbuat maksiat lahir dan batin. Di samping itu, puasanya orang itu dipenuhi ibadah sunnah dan diisi sesuatu yang bermanfaat serta menghindari sikap dan perbuatan sia-sia. Sehingga, kegembiraan sejati adalah rasa syukur yang dapat mengalahkan hawa nafsu dan merasakan adanya rahmat Allah. Dari hal tersebut, seorang miskin yang saleh pun tentunya dapat bergembira. Semua akan merasa dekat, dijaga dan dipelihara oleh Sang Pencipta alam semesta ini, sehingga bisa mengalahkan hawa nafsu yang bersarang dalam diri sendiri.</p>
<p>Kalau kita ibarat lagi belajar di perguruan tinggi, puncak kegembiraan tentunya saat wisuda sarjana. Segala kepayahan dan pahit getir selama bertahun-tahun menempuh pendidikan, mungkin akan terasa sirna. Maka, puasa sejati akan melahirkan insan yang bertakwa. &#8220;Sesungguhnya orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun dan buah anggur, gadis-gadis remaja yang sebaya dan gelas yang penuh (berisi minuman). Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta. Sebagai pembalasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak.&#8221; (QS An Naba: 31-36).</p>
<p>Dalam Alquran disebutkan: &#8220;Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya&#8221; (QS Ath Thalaq: 2-3).<br />
Mudah-mudahan kita semua dapat lebih arif dalam menyambut lebaran dengan damai. Memaksakan kehendak di luar batas kemapuan diri sendiri, bertentangan dengan nilai puasa. Kemampuan menahan diri dan sabar menunggu kondisi kehidupan yang lebih baik, merupakan pesan Ramadhan dalam mengatur strategi menuju kehidupan yang lebih baik. Amiin!! Wallahu a&#8217;lamu bish-shawab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/menyambut-lebaran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Puasa, Perlukah Kaum Adam Mengetahui&#8230;</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/saat-puasa-perlukah-kaum-adam-mengetahui.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/saat-puasa-perlukah-kaum-adam-mengetahui.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Sep 2007 11:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Seks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/saat-puasa-perlukah-kaum-adam-mengetahui-2.html</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Puasa Seks, Tingkatkan Kualitas Sperma?&#8221;
&#8220;Beberapa pria beranggapan puasa seks atau tak melakukan hubungan seksual sama sekali selama berminggu-minggu adalah hal terbaik untuk kesehatan sperma. Sebuah anggapan keliru, karena tak melakukan seks selama dua hari akan lebih baik ketimbang berpantang seks selama berminggu-minggu, &#8221; jelas Dr Eliyaho Levitas, ilmuwan yang mengepalai penelitian dan mempresentasikan hasil penelitiannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Puasa Seks, Tingkatkan Kualitas Sperma?&#8221;</p>
<p>&#8220;Beberapa pria beranggapan puasa seks atau tak melakukan hubungan seksual sama sekali selama berminggu-minggu adalah hal terbaik untuk kesehatan sperma. Sebuah anggapan keliru, karena tak melakukan seks selama dua hari akan lebih baik ketimbang berpantang seks selama berminggu-minggu, &#8221; jelas Dr Eliyaho Levitas, ilmuwan yang mengepalai penelitian dan mempresentasikan hasil penelitiannya dalam sebuah konferensi kesuburan di Denmark.</p>
<p>Berpantang seks selama berminggu-minggu bisa menengkatkan kualitas sperma? Sebuah anggapan yang selama ini telah diyakini sebagian pria.</p>
<p>Sebenarnya anggapan &#8216;puasa seks&#8217; atau tak melakukan aktivitas seks sama sekali bisa meningkatkan kualitas sperma dan membantu meningkatkan kehamilan adalah anggapan keliru. Sebuah studi yang dilakukan ilmuwan Israel menyebutkan tidak melakukan aktivitas seks dalam jangka waktu lama justru akan mengurangi kualitas sperma, terutama jika mereka termasuk pria dengan jumlah sperma rendah. Penelitian yang dilakukan di Soroka University Hospital ini meneliti sekitar 1800 sample sperma yang diambil dari 900 pria. Studi ini menyebutkan bahwa tidak melakukan hubungan seksual selama satu hari dinilai paling baik untuk kesehatan kualitas sperma pria.</p>
<p><span id="more-198"></span></p>
<p>Dr Levitas melakukan penelitian di klinik kesuburannya pada 900 responden yang mengalami kesulitan mendapatkan momongan. la mengelompokkan responden berdasarkan jumlah rendah dan normalnya sperma. Kemudian menganalisa kualitas sperma setelah sebelumnya meminta mereka untuk tidak berhubungan seksual sama sekali selama rentang waktu satu sampai 14 hari.</p>
<p>Berpantang seks selama dua hari atau lebih untuk pria dengan jumlah sperma rendah justru akan mengurangi pergerakan sperma (kelincahan sperma berenang menuju sel telur) dan ukuran acrosome index-nya yang menunjukkan kuantitas sperma menembus sel telur.</p>
<p>Sedangkan untuk pria dengan jumlah sperma normal, penurunan pergerakan (kelincahan) sperma menuju sel telur terjadi setelah berpantang seks selama 11 hari, dan ukuran acrosome index-nya menunjukkan penurunan ke titik terendah setelah lima hari &#8216;absen&#8217; seks.</p>
<p>Selama ini banyak klinik-klinik kesuburan dan bank sperma yang merekomondasikan berpantang seks selama lima hari, namun Dr Levitas menyebutkan hal tersebut terlalu lama untuk sperma dengan kuantitas rendah.</p>
<p>Meskipun Dr Levitas tak melihat apakah penurunan pergerakan sperma dan acrosome index berpengaruh pada tingkat kehamilan, namun kedua faktor tersebut sangat berperan penting menentukan tingkat kesuburan.</p>
<p>Dalam pertemuan tahunan di European Society for Human Reproduction and Endocrinology, Dr Levitas mengatakan: &#8220;Saya tidak yakin apakah hal tersebut akan memicu masalah kesuburan, namun ada baiknya untuk pria dengan jumlah sperma rendah menghindari berpantang seks dalam waktu yang relatif lama.&#8221;</p>
<p>Sementara itu, seperti dikutip kapanlagi.com, ada 11 makanan yang bisa<br />
menyediakan &#8216;bahan bakar&#8217; yang esensial, guna mendongkrak gairah seksual, serta yang lebih penting, meningkatkan libido.</p>
<p><em><strong>Seledri,</strong></em> Mungkin makanan ini bukanlah yang pertama &#8216;nyantol&#8217; di pikiran, dalam kaitannya dengan aktivitas seksual. Namun sebenarnya seledri adalah makanan yang &#8216;fantastis&#8217; sebagai sumber untuk menstimulasi gairah seksual karena mengandung androsterone, yakni jenis normon &#8216;anti-bau&#8217; yang dilepaskan melalui kelenjar keringat yang bisa membangkitkan gairah seksual wanita. Seledri mentah sangat nikmat disantap.</p>
<p><strong><em>Tiram Mentah,</em></strong> Tiram termasuk dalam golongan makanan yang &#8216;seksi&#8217;. Tiram memiliki banyak sekali kandungan zat zinc, yang bisa menaikkan produksi sperma dan hormon testorerone. Tiram juga mengandung zat dopamine, yakni hormon untuk meningkatkan libido. Bisa menambahkan perasan lemon segar di atas daging tiram yang telah dibuka cangkangnya, sebelum mulai menyantapnya. Saat menyantapnya, rasakan sensasi yang empuk, basah dan licin yang dimilikinya, yang tentunya bisa menjadi sensasi awal foreplay.</p>
<p><strong><em>Nanas,</em></strong> Buah nanas mengandung enzim <em>bromelain</em> , yang dipercaya bisa meningkatkan libido kaum pria. Selain itu juga termasuk makanan sumber <em>potassium</em> dan beberapa vitamin B, seperti <em>riboflavin</em> , yang bisa meningkatkan level energi seluruh tubuh. Saling menyuapi nanas, yang telah dikupas tentunya, dengan pasangan merupakan komunikasi pra-hubungan seksual.</p>
<p><em><strong>Alpukat,</strong></em> Suku Aztec menyebut pohon alpukat sebagai &#8216;<em>ahuacatl</em>&#8216; alias &#8216;pohon buah zakar&#8217;. Hal itu dikarenakan selain bentuk buah alpukat memang mirip dengan bagian vital tubuh pria, buah ini juga memiliki kandungan asam folio yang tinggi, yang bisa membantu metabolisme protein untuk memberikan energi yang lebih pada tubuh kita. Alpukat juga mengandung vitamin B6 (sebuah nutrisi yang bisa meningkatkan produksi hormon pada pria) dan juga potassium (yang membantu meregulasi kelenjar thyroid pada wanita), di mana dua hal itu bisa meningkatkan libido, baik untuk pria maupun wanita.</p>
<p><em><strong>Kacang</strong></em> <em><strong>Almond (atau jenis kacang pada umumnya),</strong></em> Kacang Almond<br />
merupakan sumber zat asam,yang sangat penting untuk kelancaran produksi berbagai hormon pada pria. Selain itu, aroma dari Almond bisa membangkitkan &#8216;<em>mood</em>&#8216; untuk bercinta bagi wanita. Nyala lilin yang memiliki aroma Almond juga bisa meningkatkan &#8216;mood&#8217; tersebut.</p>
<p><strong><em>Mangga, Persik dan Strawberry,</em></strong> Buah-buahan berasa manis, lengket dan &#8216;berlendir&#8217; akan bisa memanjakan sebelum maupun pada saat melakukan hubungan seksual. Ketiga buah-buahan tersebut di atas, memiliki bentuk, tekstur dan juga sifat &#8216;berair&#8217; yang bisa memberikan sugesti erotis dan bisa memberikan kesenangan di tengah foreplay. Kupas dan peras buah-buahan tersebut, lalu teteskan ke sekujur tubuh. Saling menjilati bagian tubuh yang terkena tetesannya adalah sebuah permainan seks yang erotis. Hal itu juga bisa dimanfaatkan sebagai cara melakukan &#8216;penelusuran&#8217; awal atas tubuh pasangan.</p>
<p><strong><em>Telur,</em></strong> Walaupun bukanlah jenis makanan yang &#8216;sensual&#8217;, namun telur kaya akan vitamin B6 dan B5. Kedua vitamin ini membantu penyeimbangan tingkat produksi hormon dan juga menurunkan ketegangan, dua hal yang sangat penting bagi kesehatan libido. Telur juga sebagai simbol dari kesuburan dan tunas kehidupan. Sebagian orang suka makan kuning telur<br />
mentah untuk meningkatkan libido dan juga mendapatkan energi tubuh yang maksimal. Semua telur unggas dan ikan mengandung vitamin B5 dan B6.</p>
<p><strong><em>Kurma,</em></strong> Buah kurma mengandung asam amino yang sangat tinggi, yang juga bisa meningkatkan libido. Mereka juga bisa menambah stamina saat berhubungan seksual. Selain itu, bentuk buah kurma segar, rasanya yang<br />
manis dan &#8216;berlendir&#8217; adalah dua hal yang bisa menggugah sensasi.</p>
<p><strong><em>Hati,</em></strong> hati sebagai sumber glutamine yang sangat berguna bagi sistem kekebalan tubuh, sangat &#8216;ampuh&#8217; untuk menaikkan libido dengan perlahan. Memang, bagi sebagian orang, makanan ini tak terlalu disukai. Namun jika mau mencobanya, akan merasakan khasiatnya yang luar biasa. Masaklah hati dengan ditambah irisan bawang merah, rempah-rempah dan juga minyak zaitun, untuk membuat rasanya lebih nikmat.</p>
<p><strong><em>Bawang Putih,</em></strong> Tak bisa dipungkiri lagi, doyan makan bawang putih artinya harus pula &#8216;rajin&#8217; mengunyah permen penyegar nafas. Namun, bukan itu poin yang terpenting. Bawang putih mengandung <em>allicin</em> yang bisa meningkatkan aliran darah ke organ-organ seks, yang berarti pula memberikan peningkatan libido.</p>
<p>Jika aromanya sangat mengganggu, tentunya tak perlu memakannya mentah-mentah, bisa mengkonsumsi &#8216;saripati&#8217; bawang putih yang telah dikemas dalam bentuk kapsul.</p>
<p><em><strong>Coklat,</strong></em> Nah, untuk jenis makanan yang terakhir ini, tentunya lebih banyak orang yang menyukainya. Di samping kenyataan bahwa coklat adalah cara &#8216;terampuh&#8217; untuk merayu wanita, makanan ini juga mengandung <em>theobromine</em>, jenis <em>alkaloid</em>, yang sangat mirip dengan zat <em>caffeine</em>.</p>
<p>Selain itu coklat juga mengandung zat <em>phenylethylamine</em>, senyawa kimia yang berkhasiat untuk memberikan rasa &#8216;cinta&#8217;. Jenis coklat hitam memiliki kandungan &#8216;anti-oksidan&#8217; yang besar jumlahnya, yang sangat bagus bagi kesehatan tubuh, terutama untuk sistem kekebalan. Wallahualam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/saat-puasa-perlukah-kaum-adam-mengetahui.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

