<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIP&#039;s Bandung &#187; Prilaku</title>
	<atom:link href="http://kipsaint.com/tag/prilaku/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kipsaint.com</link>
	<description>Blog abdi thea, just is seen, heard, felt and wanted, trying to learn to become better again.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jan 2012 16:55:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Memahami, Mengelola dan Menentukan Sikap</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/memahami-mengelola-dan-menentukan-sikap.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/memahami-mengelola-dan-menentukan-sikap.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 00:48:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Prilaku]]></category>
		<category><![CDATA[Sikap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/memahami-mengelola-dan-menentukan-sikap.html</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;By attitude we understand a process of individual consciousness which determines real or possible activity of the individual in the social world&#8221;. Melalui sikap, kita memahami proses kesadaran yang menentukan tindakan nyata dan tindakan yang mungkin dilakukan individu dalam kehidupan sosialnya. Hal tersebut menandakan bahwa sikap menjadi bagian penting dalam kehidupan secara sadar. Karena pentingnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/11/Attitude.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-1875" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Attitude" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/11/Attitude.gif" alt="" width="125" height="66" /></a>&#8220;By attitude we understand a process of individual consciousness which determines real or possible activity of the individual in the social world&#8221;.</em> Melalui sikap, kita memahami proses kesadaran yang menentukan tindakan nyata dan tindakan yang mungkin dilakukan individu dalam kehidupan sosialnya. Hal tersebut menandakan bahwa sikap menjadi bagian penting dalam kehidupan secara sadar. Karena pentingnya, semenjak awal abad 20 para sosiolog banyak menelaah kehidupan dan perubahan sosial yang terkait dengan kondisi mental yang kompleks.</p>
<p>&#8220;Oxford Advanced Learner Dictionary&#8221; (Hornby, 1974) mencantumkan bahwa sikap (attitude), berasal dari bahasa Italia attitudine yaitu &#8221; <em>Manner of placing or holding the body, Way of feeling, thinking or behaving&#8221;</em> . Sikap adalah cara menempatkan atau membawa diri, cara merasakan, jalan pikiran dan perilaku. Sedangkan menurut Thomas &amp; Znaniecki (1920), sikap adalah predisposisi untuk melakukan atau tidak melakukan suatu perilaku tertentu, sehingga sikap bukan hanya kondisi internal psikologis yang murni dari individu, tetapi sikap lebih merupakan proses kesadaran yang sifatnya individual. Artinya proses ini terjadi secara subjektif dan unik pada diri setiap individu. Keunikan ini dapat terjadi oleh adanya perbedaan individual yang berasal dari nilai-nilai dan norma yang ingin dipertahankan dan dikelola oleh Individu.</p>
<p>Sikap merupakan hal yang berkaitan dengan emosi yang mendorong dilakukannya tindakan-tindakan tertentu dalam suatu situasi sosial, sebagai tendensi psikologis yang diekspresikan oleh evaluasi terhadap entitas tertentu dengan derajat suka atau tidak suka. Sedangkan objek sikap dapat berupa benda, situasi, dan orang.</p>
<p><span id="more-1837"></span></p>
<p>Dari suatu sikap, seseorang akan memperoleh pengalaman belajar memahami sikap tersebut, disisi lain tidak menutup kemungkinan dapat memberikan kesempatan pada individu lain untuk belajar. Belajar memahami sikap dan sekaligus belajar menentukan pilihan. Misalnya, sebatas sudut pandang personal, saya lebih menomor-satukan menghormati atas dasar usia dalam berkomunikasi atau berinteraksi. Sebagai alasannya, tahapan usia keberadaanya tak bisa dirubah oleh manusia meskipun datangnya ajal tak diketahui kapan terjadi, sementara faktor-faktor penting lainnya (posisi jabatan/pekerjaan, ilmu pengetahuan dan lain sebagainya) akan berubah derajat kepentingannya bila berada dalam area dan konteks yang berbeda.</p>
<p>Satu ilustrasi kecil, suatu ketika dalam salah-satu <em>social networking</em> si A menyapa seseorang yang namanya cukup terkenal dalam dunia maya (sebut saja B), A menyapa B langsung dengan menyebutkan namanya. Apa yang terjadi setelah itu, respon si B hanyalah terlihat memandang sebelah mata. Dalam hal ini menampakan bahwa adanya ketidak-sopan-santunan si A terhadap B yang usianya jauh lebih tua. Dari situ A mendapat pelajaran sehingga keesokan harinya bisa menyapa dengan semestinya. Jadi, dari hal tersebut secara tidak langsung mendapatkan pengalaman belajar.</p>
<p>Masih dalam sebuah <em>social networking</em> , misalnya suatu ketika ada seorang user (sebut saja C) mengajukan pertemanan dengan si A, dan dengan senang hati si A menerimanya. Namun setelahnya, banyak perkataan-perkataan C yang dianggap si A belum pada tempatnya. Menurut si A, si C dengan kapasitasnya belum pantas bertingkah seperti itu dimana usianya pun masih &#8220;bau kencur&#8221; kalau istilah kasarnya. Kesimpulan tersebut dinyatakan atas dasar penyusuran lebih jauh si A terhadap kebenaran ucapan-ucapan si C yang dikaitkan dengan keberadaan sesungguhnya tentang si C, alhasil 100% bertolak belakang. Dari hal tersebut tergerak hati si A untuk memberi masukan sesuai dengan kemampuannya, dan dilakukan dengan secara tidak langsung dengan maksud dapat diterima dengan baik dan nyaman oleh si C. Meskipun tidak terjadi perubahan yang berarti, si A telah memberikan peluang kepada si C untuk menyesuaikan diri berinteraksi dengan orang yang berbeda-beda sampai akhirnya si A memutuskan untuk tidak berinteraksi dengan si C. Dari hal tersebut mencerminkan bahwa sikap itu sediri bisa memberikan kesempatan pihak lain untuk belajar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/memahami-mengelola-dan-menentukan-sikap.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>56</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sabar atau Mengeluh</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/sabar-atau-mengeluh.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/sabar-atau-mengeluh.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 22:23:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mengeluh]]></category>
		<category><![CDATA[Prilaku]]></category>
		<category><![CDATA[Sabar]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/sabar-atau-mengeluh.html</guid>
		<description><![CDATA[Celoteh kali ini berkenaan dengan seberapa kuat bertahan dalam kesabaran dan seberapa sering menunjukan diri dengan mengeluh dalam kehidupan secara sadar . Satu nasihat bijak didapatkan dari seorang teman ketika saya menuliskan &#8220;Ingin tunjukan kepada dunia tak hanya ada karena masa lalu tapi masih ada harapan bagi yang baru.&#8221; Nasihatnya; &#8220;sabar ya.&#8221; Sungguh menarik kata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Celoteh kali ini berkenaan dengan seberapa kuat bertahan dalam kesabaran dan seberapa sering menunjukan diri dengan mengeluh dalam <a href="http://kipsaint.com/isi/hidup-secara-sadar.html" target="_blank">kehidupan secara sadar</a> . Satu nasihat bijak didapatkan dari seorang teman ketika saya menuliskan &#8220;Ingin tunjukan kepada dunia tak hanya ada karena masa lalu tapi masih ada harapan bagi yang baru.&#8221; Nasihatnya; &#8220;sabar ya.&#8221; Sungguh menarik kata bijak tersebut sehingga menjadi sumber inspiratif untuk ditorehkan <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/05/Sabar.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1986" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Sabar" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/05/Sabar-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Kata atau kalimat yang mengandung kata sabar biasanya kita temukan disaat menghadapi kondisi atau situasi yang kurang menggembirakan. Tapi itu pun tidaklah mutlak adanya, seperti halnya saya tadi sebenarnya hanya menuliskan sebait lirik lagu yang sedang didengarkan <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> Memang sih kalau ditelaah lebih dalam lagi seberapa sering frekuensi munculnya sebagai timbal balik dari kondisi yang kurang enak (sebagai contoh; hadirnya musibah sehingga mengakibatkan kehilangan anggota keluarga, materi dan sebagainya) yang tiada lain sebagai rasa simpati antar sesama.</p>
<p>Rasa sabar dan keluhan terkadang sering terjadi pasa saat bersamaan. Lantas adakah perbedaan yang cukup <em>significant</em> antara kesabaran dan keluhan? Dan bagaimanakah kesabaran itu adanya?</p>
<p><span id="more-1313"></span>Dalam hidup memang takkan lepas dari ujian yang diberikan Allah, apapun itu bentuknya. Dan dalam banyak media menyebutkan, tidak ada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dengan keluhan melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Bersikap sabar akan mengarah pada sikap memperbaiki diri, maka Insya Allah hal itu merupakan suatu kebaikan dan terpuji sebagai akibatnya, sementara keluhan atau mengeluh akan sia-sia belaka.</p>
<p>Segala bentuk ujian yang Allah berikan seyogyanya disikapi dengan baik. Sebab, ujian itu adalah salah satu cara Allah untuk meningkatkan derajat keimanan insan-Nya. Dalam firman-Nya, Allah katakan : “<em>sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu sekalian (kepada Allah) agar Kami mengetahui orang-orang yang berjuang dan orang-orang yang sabar di antara kamu sekalian</em>.” (Qs. Muhammad :31).</p>
<p>Kaitannya dari hal tsb, Allah akan memberikan ganjaran yang tiada batas bagi orang-orang yang bersabar. “<em>Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas</em>.” (Qs. Azzumar :10).</p>
<p>Dan Allah telah berfirman dalam Al Qur’an mengenai kesabaran ini; “<em>Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu itu</em>. “(Qs. Ali Imran ayat 200).</p>
<p>Dari itulah kesabaran sangat perlu untuk ditanamkan dalam diri. Dimana sikap untuk bersabar telah tersirat dalam agama yang tentunya harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada-Nya dalam setiap menghadapi berbagai kondisi termasuk didalamnya musibah yang merupakan bentuk ujian dari Allah SWT.</p>
<p>Lantas bagaimana dengan mengeluh? Sesuai dengan kodratnya, manusia tidak ada yang sempurna, paling tidak dapat meminimalisir sampai ke titik terkecil yang berujung pada menghilangkan kebiasaan untuk mengeluh, hal itu yang mungkin perlu dilakukan. Kalau memang mengeluh itu akan sia-sia belaka, buat apa dilakukan? Semoga kita dijadikan sebagai umat-Nya yang <a href="http://kipsaint.com/isi/sabar-dalam-kesadaran-dan-sadar-dalam-kesabaran.html" target="_blank">sabar dalam kesadaran dan sadar dalam kesabaran</a> , amin.</p>
<p>Wallahu&#8217;alam bishowab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/sabar-atau-mengeluh.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sabar dalam Kesadaran dan Sadar dalam Kesabaran</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/sabar-dalam-kesadaran-dan-sadar-dalam-kesabaran.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/sabar-dalam-kesadaran-dan-sadar-dalam-kesabaran.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 00:42:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Emosi]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Prilaku]]></category>
		<category><![CDATA[Sabar]]></category>
		<category><![CDATA[Sadar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/sabar-dalam-kesadaran-dan-sadar-dalam-kesabaran.html</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum mengarah pada inti permasalahan, sedikit menyinggung contoh perjuangan prilaku diri yang menuntut sebuah kesabaran dan kesadaran hati; tentang sebuah kemenangan dibalik kekalahan.
Mengalah untuk sebuah kemenangan! Namanya juga kalah, kok untuk kemenangan?  Kemenangan disini saya siratkan untuk kemenangan-kemenangan lainnya selain dari satu hal yang dibuat menjadi kalah. Dalam menjalin suatu hubungan, ada baiknya kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/02/kips-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1999" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="kip's 2" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/02/kips-2.jpg" alt="" width="125" height="94" /></a>Sebelum mengarah pada inti permasalahan, sedikit menyinggung contoh perjuangan prilaku diri yang menuntut sebuah kesabaran dan <a href="http://kipsaint.com/isi/hidup-secara-sadar.html" target="_blank">kesadaran</a> hati; tentang sebuah kemenangan dibalik kekalahan.</p>
<p>Mengalah untuk sebuah kemenangan! Namanya juga kalah, kok untuk kemenangan? <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> Kemenangan disini saya siratkan untuk kemenangan-kemenangan lainnya selain dari satu hal yang dibuat menjadi kalah. Dalam menjalin suatu hubungan, ada baiknya kita mengingat bahwa tidak ada dua manusia yang 100 % cocok satu dengan lainnya. Alangkah baiknya kedua belah pihak bersikap terbuka dan saling menerima. Orang dewasa sudah terlambat bila harus mengubah karakter dirinya 180 derajat. Misalnya saja, seorang pemarah barangkali hanya bisa berubah menjadi &#8220;tidak begitu pemarah&#8221; lagi, tetapi tidak dapat disuruh berubah menjadi orang yang sama-sekali penyabar. Dalam hal ini menuntut kita untuk dapat mengatasi sifat egoisme kita seperti halnya disebutkan pada tulisan <a href="http://kipsaint.com/isi/membatasi-dan-membuka-diri.html" target="_blank">sebelumnya</a> untuk memberi sedikit ruang kepada orang lain.</p>
<p>Tulisan ini merupakan pencarian makna dari sebuah kisah paku dan palunya yang disebutkan terdahulu, dimana terdapat cerita dari sang pemalu ketika hendak menancapkan paku pada sebuah tembok tempat tinggalnya. &#8220;Hanya satu paku saja&#8221; yang ditancapkannya, tetapi ada yang merasakan ibarat &#8220;the sky is falling&#8221; disekitarnya, secara kebetulan tetangganya mempunyai sifat yang tak mau terusik sedikitpun dengan mendengar suara ketokkan tersebut, keluarlah caci-maki kepada sang pemalu yang sebenarnya tidak layak terjadi. Kalau saja sang pemalu tidak dapat mengatasi <a href="http://kipsaint.com/isi/mengatasi-emosi-yang-dapat-merugikan-bersama.html" target="_blank">emosi</a> dan menguasai rasa kesadaran dalam kesabarannya, niscaya akan terjadi sesuatu yang akan merugikannya pula, yakni hubungan yang kurang sehat. <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-1167"></span></p>
<p>Hal yang tidak kalah penting dalam menjalin suatu hubungan atau persahabatan adalah dapat menerima pasangan atau sahabat kita apa adanya, sehingga siap untuk menerima beberapa sifat pasangan kita yang akan diketahui setelah kita menjalin hubungan dengannya lebih dekat lagi. Paling tidak, hal tersebut untuk mempersiakan akan sebuah pertanyaan yang kerap kali muncul; &#8220;kok dia begitu ya?&#8221;</p>
<p>Bersabar dan mengalah adalah kunci satu-satunya menuju suatu hubungan yang harmonis, tenteram dan langgeng. Kedua belah pihak harus senantiasa tak lepas dari &#8220;istigfar&#8221;, sabar dalam kesadaran dan sadar dalam kesabaran. Mengalah memang tidak berarti kalah, tetapi menyambut kemenangan-kemenangan lainnya. Wallahu&#8217;alam bisshowab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/sabar-dalam-kesadaran-dan-sadar-dalam-kesabaran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Never Die Forever, Menjadi Pribadi Yang Tiada Matinya</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/never-die-forever-menjadi-pribadi-yang-tiada-matinya.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/never-die-forever-menjadi-pribadi-yang-tiada-matinya.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 02:38:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerenan]]></category>
		<category><![CDATA[Langgeng]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Prilaku]]></category>
		<category><![CDATA[Tabiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/never-die-forever-menjadi-pribadi-yang-tiada-matinya.html</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini hanya sekedar menuangkan sebagian apa yang terlintas dipikiran untuk mengawali lagi coretan blog diawal bulan Oktober 2008 kali ini, tepatnya setelah merayakan lebaran 1429 H. Setelah melakukan berbagai revisi prilaku diri dengan sebelumnya melakukan perenungan atas semua hal yg terkait, rasanya cukup tepat sekali kita lebih menajamkan lagi pemikiran-pemikiran kita saat ini. Dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini hanya sekedar menuangkan sebagian apa yang terlintas dipikiran untuk mengawali lagi coretan blog diawal bulan Oktober 2008 <a href="http://kipsaint.com/isi/kali-ini.html" target="_blank">kali ini</a>, tepatnya setelah merayakan lebaran 1429 H. Setelah melakukan berbagai revisi prilaku diri dengan sebelumnya melakukan <a href="http://kipsaint.com/isi/renungan-tentang-puasa.html" target="_blank">perenungan</a> atas semua hal yg terkait, rasanya cukup tepat sekali kita lebih menajamkan lagi pemikiran-pemikiran kita saat ini. Dari itulah tulisan ini terlintas, berkaitan dengan masalah citra diri.</p>
<p>Berbicara soal citra diri, memungkinkan terlintasnya dipikiran kita masalah kekerenan diri yang sudah umum adanya. Benarkah? Cobalah bertanya pada hati nurani sendiri <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> &#8220;Wow keren&#8221; Posisi pekerjaan yang bagus atau usahanya yang maju/sukses atau juga pintar disekolah dan lain sebagainya. Siapa coba yang gak mau nerima kata tersebut? Pastinya semua orang pun menginginkannya.</p>
<p>Berkaitan dengan kekerenan diri tentunya mengandung proses pembangunan citra pribadi terhadap berbagai aspek kehidupan bahkan sampai mengalihkan bentuk kekayaan yang berupa materi ke kualitas diri, mungkin kurang lebihnya seperti itu. Sehingga timbul satu hal yang patut kita telaah secara objektif dalam kaitannya dengan komunikasi antar individu, karena disinilah citra diri itu terlihat jelas.</p>
<p><span id="more-1013"></span></p>
<p>Saat ini masih banyak yang mengagungkan kekerenan diri tanpa mengindahkan citra dirinya itu sendiri, hal ini terjadi akibat adanya perbedaan yang tidak sesuai dengan kriteria target yang dikehendaki dalam berkomunikasi.</p>
<p>Lantas, benarkah telah umum adanya? Nah melihat dan menjawab permasalahan ini mungkin setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda, namun rasanya tidak ada salahnya untuk berusaha mebuka lebar-lebar cara pandang kita secara universal, sehingga jawaban yang akan didapatkan paling tidak sedikit mendekati kebenarannya. &#8220;<em>Ah teuing atuh, mangga wae emutkeun nyalira</em> &#8221; <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga, dari hal-hal yang saling berkaitan tersebut (pembangunan citra diri, kekerenan diri) dapat tetap terwujudkan pribadi yang tiada matinya. Kalau saja pepatah mengatakan &#8216;hujan badai kulalui, lautan luas kusebrangi&#8221; mudah-mudahan segala bentuk permasalahan yang ada tidak akan merubah pribadi yang positif menjadi sebaliknya. Tabah dan senantiasa syukur nikmat menjalani segala apa yang terjadi serta berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/never-die-forever-menjadi-pribadi-yang-tiada-matinya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prilaku Yang Berbeda, Sebagai Hasil dari Pola Pikir Yang Berbeda</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/prilaku-yang-berbeda-sebagai-hasil-dari-pola-pikir-yang-berbeda.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/prilaku-yang-berbeda-sebagai-hasil-dari-pola-pikir-yang-berbeda.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 05:02:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Chatting]]></category>
		<category><![CDATA[Plurk]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>
		<category><![CDATA[Prilaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/prilaku-yang-berbeda-sebagai-hasil-dari-pola-pikir-yang-berbeda.html</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;When he gives his word to one of his boys, he keeps it. The followers look to him for advice and encouragement, and he receives more of their of confidences than any other man. Consequently, he knows more about what is going on in the group than anyone else&#8230;.&#8221;
Bicara pola prilaku yang merupakan hasil dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;When he gives his word to one of his boys, he keeps it. The followers look to him for advice and encouragement, and he receives more of their of confidences than any other man. Consequently, he knows more about what is going on in the group than anyone else&#8230;.&#8221;</em></p>
<p>Bicara pola prilaku yang merupakan hasil dari pola pikir yang beraneka ragam, saat ini kita sering dihadapkan pada beragam informasi suatu perkumpulan atau kelompok dalam kehidupan nyata, baik itu kelompok yang memiliki tujuan positif sehingga memberikan makna positif pada sekitarnya maupun sebaliknya.</p>
<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/09/Plurk.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2536" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Plurk" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/09/Plurk.jpg" alt="" width="198" height="72" /></a>Sementara bicara sebagai individu jika menyadari adanya perbedaan yang sangat mempengaruhi suatu hasil yang diinginkan dari setiap individu itu sendiri, itu rasanya benar. Sekedar iseng mengamati proses kehidupan sehari-hari, alhasil tiap pola pikir ternyata menghasilkan pola prilaku yang berbeda pula. Dalam hal ini saya mencoba iseng2 bersosialisi lewat salah satu ajang komunikasi yaitu &#8220;<em>chatting</em>&#8220;, khusus <a href="http://www.plurk.com/user/kips" target="_blank">Plurk</a>. Untuk kata <em>chatting</em> itu sendiri telah saya utarakan lebih dari sekali bahwasannya kurang begitu suka, namun untuk yang satu ini saya sendiri pun heran, rasanya asyik saja, kalau gak percaya coba saja sendiri he&#8230; Nah, disitulah melihat sebagian kecil pola prilaku yang beranekaragam.</p>
<p><span id="more-958"></span></p>
<p>Disitulah saya mencoba menjaring beberapa orang yang saya tawarkan untuk dapat berbagi cerita atau dalam skala yang lebih sempit lagi mungkin lebih tepat hanya sekedar &#8220;<em>say, hallo.</em>&#8221;  Akhirnya beragam reaksilah yang muncul. Ada suatu reaksi yang rasanya tidaklah tepat untuk disebutkan disini, terlihat jelas akibat adanya kebiasaan berkelompok.</p>
<p>Jika melihat efek keanggotaan kelompok terhadap mobilitas sosial individu dalam sistem komunitas, hal tersebut mungkin merupakan masalah yang berkaitan dengan kedudukan dalam komuniti. Seorang anggota kelompok mungkin bisa lebih memperdulikan rekan atau anggota lain dalam ruang lingkupnya. Keanggotaan suatu kelompok utama dengan kesetiaan pada kegiatan serta sikap yang sama, mungkin itulah alasannya.</p>
<p>Pada intinya tulisan ini tanpa sedikitpun mengandung tujuan mengungkit kekurangan orang atau kelompok lain, ini hanyalah sedikit cerita dari sebagian kehidupan yang saya lihat yang mungkin bisa menambah wawasan saya pribadi sehingga dapat berpandangan luas kedepan. Mudah-mudahan di bulan penuh berkah ini kita semua semakin bisa meningkatkan kualitas diri, Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/prilaku-yang-berbeda-sebagai-hasil-dari-pola-pikir-yang-berbeda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prilaku Seekor Nyamuk</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/prilaku-seekor-nyamuk.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/prilaku-seekor-nyamuk.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 10:43:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Prilaku]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/prilaku-seekor-nyamuk.html</guid>
		<description><![CDATA[Alam banyak sekali meyiratkan pertanda bagi kita semua yang merupakan bagian dari alam semesta ini. Hal-hal itulah yang bisa kita pahami tentang pertanda2 tersebut. Seyogyanya jadi bahan pembelajaran untuk kita melangkah lebih jauh lagi. Semoga kita semua lebih bisa mengerti dan mau belajar dari gelagat dan prilaku yang ada di alam ini. Entah itu tumbuhan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/05/Nyamuk.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2732" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Nyamuk" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/05/Nyamuk.jpg" alt="" width="137" height="89" /></a>Alam banyak sekali meyiratkan pertanda bagi kita semua yang merupakan bagian dari alam semesta ini. Hal-hal itulah yang bisa kita pahami tentang pertanda2 tersebut. Seyogyanya jadi bahan pembelajaran untuk kita melangkah lebih jauh lagi. Semoga kita semua lebih bisa mengerti dan mau belajar dari gelagat dan prilaku yang ada di alam ini. Entah itu tumbuhan, hewan dan tentunya dari prilaku manusia sebagai insan berakal. Belajar yang dimaksudkan bukanlah berarti harus meniru, tetapi kita mengambil makna yang terkandung didalamnya. Sebagai contoh saja, prilaku dari seekor nyamuk.</p>
<p>Nyamuk? mendengar kata nyamuk sangatlah kita tidak begitu peduli. Kalaupun ada nyamuk yang ada disekitar kita, lalu menghampiri kita, sebel saja pasti dibuatnya, apalagi kalau sampai menggigit kita. Jengkelnya minta ampun, sampai2 mungkin ada diantara kita yang tidak bisa tidur karena ulah dan suara sang nyamuk.</p>
<p><span id="more-660"></span></p>
<p>Dibalik itu semua, dimana ulah sang nyamuk yang sering menjengkelkan kita, ternyata tersimpan hikmah yang sangat luar biasa untuk kita ambil dari hewan penghisap darah ini. Bisa kita perhatikan dari prilaku nyamuk dalam mencari makan. Nyamuk harus mempertaruhkan nyawanya, dengan mempertaruhkan keberuntungannya, kalau tidak kenyang &#8230; ya berarti mati dipukul atau ditampar orang.</p>
<p>Akan tetapi, kita sebagai manusia &#8230; Alhamdulillah dalam mencari makan tidak melulu sampai mempertaruhkan nyawa. Akan tetapi, jika memang seandainya pada suatu saat dihadapkan pada hal yang memang harus mempertaruhkan nyawa dalam mencari makan, maka tidak ada salahnya kalau kita mencontoh si nyamuk. Nyamuk aja berani, masak kita nggak. Kalah dong sama nyamuk kalau gak berani.</p>
<p>Terkandung dalam Al-Qur&#8217;an surat Al-Jumu&#8217;ah ayat 10 yang artinya:</p>
<p>&#8220;<em>Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia (rezeki) Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.</em>&#8221;</p>
<p>Mungkin itulah kuncinya supaya beruntung. Dari ayat di atas tersirat tiga kunci sukses, yaitu: Sembahyang (shalat atau doa), berikhtiar (berusaha), dan bertawakkal yaitu dengan banyak-banyak mengingat Allah dalam berikhtiar.</p>
<p>Kita semua tahu, rezeki itu memang tidak sealu akan datang dengan sendirinya, butuh usaha untuk menjemputnya. Butuh usaha yang keras sangatlah terasakan. Hidup, memang sebuah perjuangan yang tiada henti hingga ajal datang menjemput. Mudah-mudahan dapat terlewati dengan semestinya. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/prilaku-seekor-nyamuk.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

