<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIP&#039;s Bandung &#187; Pribadi</title>
	<atom:link href="http://kipsaint.com/tag/pribadi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kipsaint.com</link>
	<description>Blog abdi thea, just is seen, heard, felt and wanted, trying to learn to become better again.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jan 2012 16:55:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Never Die Forever, Menjadi Pribadi Yang Tiada Matinya</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/never-die-forever-menjadi-pribadi-yang-tiada-matinya.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/never-die-forever-menjadi-pribadi-yang-tiada-matinya.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 02:38:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerenan]]></category>
		<category><![CDATA[Langgeng]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Prilaku]]></category>
		<category><![CDATA[Tabiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/never-die-forever-menjadi-pribadi-yang-tiada-matinya.html</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini hanya sekedar menuangkan sebagian apa yang terlintas dipikiran untuk mengawali lagi coretan blog diawal bulan Oktober 2008 kali ini, tepatnya setelah merayakan lebaran 1429 H. Setelah melakukan berbagai revisi prilaku diri dengan sebelumnya melakukan perenungan atas semua hal yg terkait, rasanya cukup tepat sekali kita lebih menajamkan lagi pemikiran-pemikiran kita saat ini. Dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini hanya sekedar menuangkan sebagian apa yang terlintas dipikiran untuk mengawali lagi coretan blog diawal bulan Oktober 2008 <a href="http://kipsaint.com/isi/kali-ini.html" target="_blank">kali ini</a>, tepatnya setelah merayakan lebaran 1429 H. Setelah melakukan berbagai revisi prilaku diri dengan sebelumnya melakukan <a href="http://kipsaint.com/isi/renungan-tentang-puasa.html" target="_blank">perenungan</a> atas semua hal yg terkait, rasanya cukup tepat sekali kita lebih menajamkan lagi pemikiran-pemikiran kita saat ini. Dari itulah tulisan ini terlintas, berkaitan dengan masalah citra diri.</p>
<p>Berbicara soal citra diri, memungkinkan terlintasnya dipikiran kita masalah kekerenan diri yang sudah umum adanya. Benarkah? Cobalah bertanya pada hati nurani sendiri <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> &#8220;Wow keren&#8221; Posisi pekerjaan yang bagus atau usahanya yang maju/sukses atau juga pintar disekolah dan lain sebagainya. Siapa coba yang gak mau nerima kata tersebut? Pastinya semua orang pun menginginkannya.</p>
<p>Berkaitan dengan kekerenan diri tentunya mengandung proses pembangunan citra pribadi terhadap berbagai aspek kehidupan bahkan sampai mengalihkan bentuk kekayaan yang berupa materi ke kualitas diri, mungkin kurang lebihnya seperti itu. Sehingga timbul satu hal yang patut kita telaah secara objektif dalam kaitannya dengan komunikasi antar individu, karena disinilah citra diri itu terlihat jelas.</p>
<p><span id="more-1013"></span></p>
<p>Saat ini masih banyak yang mengagungkan kekerenan diri tanpa mengindahkan citra dirinya itu sendiri, hal ini terjadi akibat adanya perbedaan yang tidak sesuai dengan kriteria target yang dikehendaki dalam berkomunikasi.</p>
<p>Lantas, benarkah telah umum adanya? Nah melihat dan menjawab permasalahan ini mungkin setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda, namun rasanya tidak ada salahnya untuk berusaha mebuka lebar-lebar cara pandang kita secara universal, sehingga jawaban yang akan didapatkan paling tidak sedikit mendekati kebenarannya. &#8220;<em>Ah teuing atuh, mangga wae emutkeun nyalira</em> &#8221; <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga, dari hal-hal yang saling berkaitan tersebut (pembangunan citra diri, kekerenan diri) dapat tetap terwujudkan pribadi yang tiada matinya. Kalau saja pepatah mengatakan &#8216;hujan badai kulalui, lautan luas kusebrangi&#8221; mudah-mudahan segala bentuk permasalahan yang ada tidak akan merubah pribadi yang positif menjadi sebaliknya. Tabah dan senantiasa syukur nikmat menjalani segala apa yang terjadi serta berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/never-die-forever-menjadi-pribadi-yang-tiada-matinya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cek Ketaatan Pribadi, Simulasi Diri</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/cek-ketaatan-pribadi-simulasi-diri.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/cek-ketaatan-pribadi-simulasi-diri.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 07:31:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Cek]]></category>
		<category><![CDATA[Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Ketaatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Simulasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/cek-ketaatan-pribadi-simulasi-diri.html</guid>
		<description><![CDATA[Tekadang pertanyaan seperti &#8220;kurang apa lagi?&#8221; terlintas dipikiran kita. Misalnya disaat mendapatkan ujian hidup yang bertubi-tubi sehingga kerap kali hati berbisik dan dalam pikiran bertanya-tanya menjadikan kita termenung. Lantas membayangkan apalagi?, bagaimana lagi? yang harus dilakukan sehingga tidak mendapatkan ujian hidup yang seakan selalu berdatangan. Dalam hal ini mungkin lebih tepat dikatakan sebagai ikhtiar dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tekadang pertanyaan seperti &#8220;kurang apa lagi?&#8221; terlintas dipikiran kita. Misalnya disaat mendapatkan ujian hidup yang bertubi-tubi sehingga kerap kali hati berbisik dan dalam pikiran bertanya-tanya menjadikan kita termenung. Lantas membayangkan apalagi?, bagaimana lagi? yang harus dilakukan sehingga tidak mendapatkan ujian hidup yang seakan selalu berdatangan. Dalam hal ini mungkin lebih tepat dikatakan sebagai ikhtiar dengan mawas dan introspeksi diri.</p>
<p>Mengatasi waktu luang saya terbiasa membuka arsip-arsip lama yang terdapat dalam komputer butut satu-satunya ini, dan tanpa sengaja membuka file yang lama tersimpan di komputer tentang perhitungan atau simulasi ketaatan diri dalam hidup. Sebagian dari kita mungkin tidak dapat jujur mengakui tentang hal-hal yang berkaitan dalam kehidupan sehari-hari. Nah, dengan perhitungan sederhana ini mungkin kita bisa berkata jujur apa adanya sehingga bisa menelaah apa yang telah terjadi dan apa yang sebaiknya dilakukan di waktu mendatang.</p>
<p>Kalau mau mencoba, silahkan download <a href="http://www.ziddu.com/download/1727992/simulasi_diri.xls.html" target="_blank">disini</a> .</p>
<p><span id="more-803"></span></p>
<p>Maksud dari pembuat simulasi ini pun hanyalah sebagai alat sederhana yang bisa dijadikan untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan hidupnya sendiri secara obyektif dan kejujuran sehingga berguna untuk perbaikan diri dimasa datang. Bukan hasilnya yang menjadi perhatian tetapi yang terpenting adalah kesadaran kita untuk perbaikan diri sehingga sesuai dengan ajaran yang diyakini.</p>
<p>Hasil apapun yang diperoleh hanya berhak diketahui oleh kita sendiri. Dengan memberikan satu jawaban untuk setiap pertanyaan yang menurut kita paling sesuai dan mengisi pertanyaan dengan obyektif dan jujur akan mendapatkan hasil yang bisa dijadikan acuan untuk sisa waktu yang dihadapi. Semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/cek-ketaatan-pribadi-simulasi-diri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

