<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIP&#039;s Bandung &#187; Power</title>
	<atom:link href="http://kipsaint.com/tag/power/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kipsaint.com</link>
	<description>Blog abdi thea, just is seen, heard, felt and wanted, trying to learn to become better again.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 May 2012 01:20:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Mengaktifkan Potensi dan Kekuatan dalam Diri</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/mengaktifkan-potensi-dan-kekuatan-dalam-diri.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/mengaktifkan-potensi-dan-kekuatan-dalam-diri.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 03:14:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Action]]></category>
		<category><![CDATA[Decision]]></category>
		<category><![CDATA[Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Emotional]]></category>
		<category><![CDATA[Financial]]></category>
		<category><![CDATA[Intellectual]]></category>
		<category><![CDATA[Kekuatan]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi]]></category>
		<category><![CDATA[Power]]></category>
		<category><![CDATA[Spiritual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=2884</guid>
		<description><![CDATA[Dengan perjuangan dan pengorbanan kita ditempa hingga lambat laun akar kemandirian hidup tertanam. Dan dengan cinta serta cita-cita yang menjulang tinggi berharap membuahkan karya yang senantiasa menebar manfaat bagi sebanyak-banyaknya makhluk dalam pengabdian pada-Nya. Untuk semua itulah pentingnya mengaktifkan potensi dan kekuatan dalam diri, dimana elemen-elemen yang memiliki relevansi cukup tinggi dengan kadar sebuah perjuangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/05/Potensi-Pikiran.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-2902" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Potensi Pikiran" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/05/Potensi-Pikiran.jpeg" alt="" width="150" height="150" /></a>Dengan perjuangan dan pengorbanan kita ditempa hingga lambat laun akar kemandirian hidup tertanam. Dan dengan cinta serta cita-cita yang menjulang tinggi berharap membuahkan karya yang senantiasa menebar manfaat bagi sebanyak-banyaknya makhluk dalam pengabdian pada-Nya. Untuk semua itulah pentingnya mengaktifkan potensi dan kekuatan dalam diri, dimana elemen-elemen yang memiliki relevansi cukup tinggi dengan kadar sebuah perjuangan diantaranya keputusan beraksi dan kadar tanggung-jawab atas sikap ingin &#8220;menjadi&#8221; (<em>to be</em>), &#8220;mengetahui&#8221; (<em>to know</em>), dan &#8220;melakukan&#8221; (<em>to do</em>). Dalam hal tersebut nampak jelas korelasi antara tinggi-rendahnya keinginan  kita untuk menjadi (<em>to be</em>) dan tinggi-rendahnya daya juang  kita mengalahkan tantangan, antara tingggi-rendahnya keinginan untuk mengetahui (<em>to know</em>) dan keputusan untuk  bertindak (<em>decision to do</em>), juga antara keinginan untuk melakukan (to do) dan kemampuan kita menjawab  (tanggung jawab). Aksi seseorang tidak lahir dari pemikiran semata, tetapi  lahir dari kesediaan untuk menjawab tanggung jawab atas dirinya.</p>
<p>Terdapat point yang bisa dicermati dan digali berkaitan dengan potensi dan kekuatan dalam diri yang dapat dimaksimalkan hingga mendekatkan diri untuk dapat menjadi generasi yang memiliki prestasi dan senantiasa turut berperan dalam proses menuju sebuah perubahan/kemajuan, diantaranya:</p>
<p><em>Spiritual power</em> (kekuatan spiritual). Sebagai kemampuan seseorang untuk menghadapi dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan nilai, batin, dan kejiwaan. Kekuatan ini berkaitan dengan abstraksi pada suatu hal di luar kekuatan manusia yaitu kekuatan penggerak kehidupan dan semesta. Merupakan kemampuan potensial insan manusia yang menjadikan dirinya menyadari dan menentukan makna, nilai, moral, serta cinta terhadap kekuatan yang lebih besar dan cinta kepada sesama makhluk hidup, karena merasa sebagai bagian dari keseluruhan. Sehingga membuat manusia dapat menempatkan diri dan hidup lebih positif dengan penuh kebijaksanaan, kedamaian, dan kebahagiaan yang hakiki.<span id="more-2884"></span></p>
<p><em>Emotional power</em> (kekuatan emosional). Kekuatan emosi merupakan salah satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap  manusia. Kata “Emosi” menunjukan bahwa kita harus menyadari bagaimana sistem saraf dan psikologis kita bekerja untuk dapat mengendalikan dan membimbingnya ke arah yang diinginkan. Kecerdasan emosi dianggap penting karena 85 persen potensi  sukses seseorang lebih disebabkan oleh kecerdasan emosi tersebut. Sebuah fakta dalam transaksi jual-beli, perbedaan hasil antara penjual yang kecerdasan emosinya tinggi dengan yang rendah sangatlah mencolok. Hal ini mudah dipahami karena seorang penjual yang tidak cerdas emosinya akan memikul gangguan emosional itu dalam interaksi dengan pembeli. Sementara konsumen ketika membeli dari penjual yang tenang, menentramkan, menimbulkan simpati, dan timbul rasa suka, tentunya akan membeli dari penjual tersebut. Bagaimanapun, seorang konsumen ketika akan membeli sesuatu ada tingkat penilaian, keinginan emosional (kapan saya menginginkannya), kecerdasan (bila mereka mengetahui apa yang mereka bicarakan), dan pendekatan emosional (bila mereka ramah-tamah atau tidak memaksa).</p>
<p><em>True financial power</em> (kekuatan keuangan). Uang bisa menjadi benteng pertahanan diri atau pun bisa menjadi lubang yang menciptakan ancaman buat keselamatan diri. Hal tersebut menuntut kita cerdas memahami fungsi dan peran uang agar uang itu mampu menjadi benteng yang kokoh buat pertahanan diri dalam setiap proses perjalanan hidup. Semua orang tahu bahwa uang yang banyak akan sangat membantu dalam memenuhi semua keinginan hidup, tetapi tidak sedikit orang gelap mata ketika melihat uang sehingga menjadikan sebuah lubang ancaman bagi keselamatan dirinya. Uang yang baik selalu berasal dari proses nilai tambah dengan integritas diri pada kejujuran dan kebenaran. Biasanya uang yang berasal dari jalan jujur dan benar ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan kepercayaan diri yang tinggi dalam sikap rendah hati.</p>
<p><em>Intellectual power</em> (kekuatan intelektual). Kedewasaan intelektual menjadi satu kekuatan pikiran yang menggambarkan potensi dan bakat manusia yang dapat digerakkan oleh kemampuan berpikir baik yang disadari maupun tidak disadari. Terkait dengan kekuatan intelektual seseorang dapat dilihat dari segi kemampuan berpikir yang logis, analisis, kreatif, dan inovatif sebagai perwujudan aktivitas otak manusia yang secara sadar melakukan proses berpikir dengan mengacu pada struktur pengkajian ilmiah.</p>
<p><em>Action power</em> (kekuatan bertindak ). Unsur mendasar dalam melakukan sesuatu adalah kecocokan. Perbuatan asal melakukan (beraktivitas sehari-hari) sudah dijalani oleh semua orang, jadi perlunya sebuah kecocokan dari apa yang diperbuat/dijalankan dengan faktor pengetahuan dan keinginan yang disesuaikan terhadap tujuannya untuk &#8216;menjadi&#8217;. Untuk tindakan tersebut jelas membutuhkan rumusan tujuan (<em>goal</em>), sasaran (<em>target</em>) dan perencanaan beraksi (<em>action plan</em>) sehingga tidak terjebak dalam praktek yang menjadikan aktivitas sebagai tujuan.</p>
<p>Berharap menjadi pribadi yang lebih baik, yang mampu mensinergikan segala potensi yang telah Tuhan titipkan dengan tidak semata-mata mengejar target materi belaka, namun mampu menjadikan hidup dalam keterkaitanya dengan sesama lebih bermakna. Wallahu a’lam bissawaab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/mengaktifkan-potensi-dan-kekuatan-dalam-diri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Power of Fantasy</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/the-power-of-fantasy.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/the-power-of-fantasy.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 04:08:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Fantasy]]></category>
		<category><![CDATA[Power]]></category>
		<category><![CDATA[Power of Fantasy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/fantasi-akan-kekuatan.html</guid>
		<description><![CDATA[<p>&#60;</p>
<p>&#60;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sedikit review dari obrolan dengan relasi kemarin, nampak wujud seorang yang mempunyai kekuatan lebih. Bukan kekuatan seperti halnya Superboy, Superman, Batman, Spiderman, Hulk atau yang lainnya, melainkan kekuatan dalam menyeimbangkan hidup.</p>
<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/02/Fantasi-Kekuatan.jpg"><img class="size-full wp-image-2430 alignleft" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Fantasi Kekuatan" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/02/Fantasi-Kekuatan.jpg" alt="" width="108" height="98" /></a>Lantas, apa yang menyebabkan orang bertahan dengan kehidupan yang normal? Kalau punya kekuatan mereka, akankah kita bertahan dengan perlakuan yang tidak seharusnya dari orang-orang dan kondisi yang menindas kita?</p>
<p><span id="more-394"></span></p>
<p>Dalam beberapa hal yang terkait, ternyata sangat perlu diperhatikan mengenai :</p>
<ul>
<li>Berusaha terbuka, mau mendengarkan, menerima, masukan dari orang lain.</li>
<li>Memilih dan memilah, mana yang baik untuk dilalukan atau mana yang tidak sehasusnya dilakukan dari input tersebut.</li>
<li>Belajar dari pengalaman, baik itu pengalaman diri sendiri ataupun pengalaman orang lain yang dapat menjadi sumber pertimbangan.</li>
<li>Pengalaman atas kegagalan, tidak harus jera atau terus menjadi patokan untuk tidak berbuat sesuatu yang sama atas kegagalan yang dialami, tetapi yang harus diperhatikan adalah prosesnya dengan mempertimbangkan berbagai faktor pendukung yang terkait.</li>
<li>Menentukan prioritas, hal ini sangat urgent sekali. Bagaimanapun dalam kehidupan ini terdiri dari berbagai pilihan dalam menentukan langkah-langkah yang dapat diambil.</li>
</ul>
<p>Mudah-mudahan hal-hal tersebut dapat dijadikan sebagai motivasi bagi langkah kedepan. Wallahu&#8217;alam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/the-power-of-fantasy.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

