<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIP&#039;s Bandung &#187; Penyakit Hati</title>
	<atom:link href="http://kipsaint.com/tag/penyakit-hati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kipsaint.com</link>
	<description>Blog abdi thea, just is seen, heard, felt and wanted, trying to learn to become better again.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 May 2012 01:20:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Berharap Hati Senantiasa Cemerlang</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/berharap-hati-senantiasa-cemerlang.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/berharap-hati-senantiasa-cemerlang.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 14:11:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Menjaga Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/berharap-hati-senantiasa-cemerlang.html</guid>
		<description><![CDATA[Sepenggal saja atau lebih, untaian kalimat yang dijabarkan atas support dalam bentuk respons sahabat-sahabat tentang postingan sebelumnya. Kejujuran hati para sahabat semua sangat menjadi pertanda nyata sebagai insan biasa, sama halnya dengan keberadaan diri ini. Memang tidak dapat dipungkiri, untuk melakukan itu semua nyatanya lebih susah ketimbang menyuarakannya, kita hanya bisa sebatas ikhtiar saja. Berkaitan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/12/Cahaya-Hati.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-1871" style="margin: 10px;" title="Cahaya Hati" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/12/Cahaya-Hati.jpeg" alt="" width="125" height="130" /></a><a href="http://kipsaint.com/isi/sepenggal-saja.html">Sepenggal saja</a> atau lebih, untaian kalimat yang dijabarkan atas <em>support</em> dalam bentuk <em>respons</em> sahabat-sahabat tentang <a href="http://kipsaint.com/isi/ingatkan-hati-dari-lima-perkara.html">postingan sebelumnya</a>. Kejujuran hati para sahabat semua sangat menjadi pertanda nyata sebagai insan biasa, sama halnya dengan keberadaan diri ini. Memang tidak dapat dipungkiri, untuk melakukan itu semua nyatanya lebih susah ketimbang menyuarakannya, kita hanya bisa sebatas ikhtiar saja. Berkaitan dengan masukan para sahabat tentu saja menjadi sangatlah penting, karena secara tidak langsung memberi semangat untuk berusaha mewujudkan harapan yang ditorehkan dalam postingan sebelumnya tersebut meskipun secara jujur pula diakui, mungkin baru sebagian saja yang dapat direalisasikan dengan semestinya. Dan, postingan ini merupakan salah-satu wujud bahwa penulis masih jelas keberadaanya. <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dalam menjalani liku-liku hidup dengan berbagai ujian, berharap hati senantiasa cemerlang dalam <a href="http://kipsaint.com/isi/hidup-secara-sadar.html">hidup secara sadar</a>. Semoga Allah merahmati bahwa setiap anggota badan kita ini diciptakan untuk melakukan pekerjaan tertentu. Kesempurnaannya tergantung pada pelaksanaan pekerjaan itu. Jika ada penyakit, maka akan menyebabkannya tidak dapat melakukan pekerjaan tersebut dengan semestinya. Sebagai contoh, penyakit mata menyebabkan mata tidak dapat melihat, penyakit lisan menyebabkan lisan tidak dapat berbicara dan lain-lain. Begitupun dengan penyakit hati menyebabkan hati tidak dapat mengerjakan pekerjaan yang menjadi tujuan diciptakannya hati, seperti mengenal Allah, mencintai-Nya, tunduk kepada-Nya, bertawakkal kepada-Nya, mencintai dan membenci karena-Nya, senantiasa mengingat-Nya, dan tentunya mengharapkan karunia-Nya.</p>
<p><span id="more-1862"></span></p>
<p>Diantara sebab-sebab dari <a href="http://kipsaint.com/isi/berkelit-dalam-badai.html">musibah</a> yang terjadi adalah berpalingnya hati dari Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala. Barangsiapa yang lebih mencintai sesuatu yang lain diatas kecintaan kepada-Nya berarti hatinya sedang sakit dan tertawan, yaitu menjadi tawanan hawa nafsunya. Didalam hati yang berpenyakit terdapat bermacam-macam keburukan dan kerusakan yang tidak terkira banyaknya, tidak ada yang dapat menghitungnya kecuali oleh Rabbnya para hamba.</p>
<p>Sesungguhnya hati itu jika dapat merasakan kenikmatan ibadah kepada Allah dan keikhlasan kepada-Nya, niscaya dia tidak akan memiliki sesuatu pun yang lebih manis darinya. Setiap orang yang mengenal Allah, niscaya akan mencintai dan mengikhlaskan peribadahan hanya untuk-Nya. Dia tidak akan lebih mengutamakan kecintaan kepada sesuatu yang lain diatas kecintaannya kepada-Nya. Seandainya tidak ada hukuman lain bagi hati yang sibuk mencintai sesuatu selain Allah dan berpaling dari mengingat-Nya selain berkaratnya hati, kerasnya hati dan tidak dapat mengerjakan tujuan diciptakannya hati, niscaya hukuman itu sudah cukup.</p>
<p>Semoga dari beragam torehan dengan bahasa dan gayanya yang berbeda tidak menjadi kita semua salah menafsirkannya, tidak <a href="http://kipsaint.com/isi/terjebak-dalam-satu-sudut-pandang.html">terjebak dalam satu sudut pandang</a> . Hal ini pun sama-sekali bukanlah perwujudan dari suatu pelajaran yang harus dilaksanakan dari penulis melainkan saling memberi dan sekaligus memohon penyemangat hidup dalam bentuk saling mengingatkan. Tergambar besar keyakinan dalam hati ini, cerminan hati para sahabat yang bersih dan ikhlas untuk saling mengingatkan dalam hal kebajikan. Bersyukur sekali memiliki kerabat dengan keikhlasan dan kebersihan hati seperti kalian, &#8220;menjadi hidup lebih hidup&#8221; <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> Saking senangnya! <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/berharap-hati-senantiasa-cemerlang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>66</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ingatkan Hati dari Lima Perkara</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/ingatkan-hati-dari-lima-perkara.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/ingatkan-hati-dari-lima-perkara.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 22:59:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Menjaga Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=1845</guid>
		<description><![CDATA[Dengan tulisan ini berharap menjadi salah-satu daya dan upaya mencapainya &#8220;kesadaran dan kebersihan hati&#8221; yang senantiasa cemerlang. Jika tulisan sebelumnya mencontohkan dengan cerita plus pelakon tanpa nama alias hanya menggunakan inisial saja dapat membuat bingung yang membaca, maka kali ini tidaklah demikian. Kali ini tidak mencontohkan siapapun secara abstrak. Beberapa tahun kebelakang terjadilah peristiwa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/11/Heart.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-1873" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Heart" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/11/Heart.jpeg" alt="" width="125" height="134" /></a>Dengan tulisan ini berharap menjadi salah-satu daya dan upaya mencapainya  &#8220;kesadaran dan kebersihan hati&#8221; yang senantiasa cemerlang. Jika tulisan  sebelumnya mencontohkan dengan cerita plus pelakon tanpa nama alias hanya  menggunakan inisial saja dapat membuat bingung yang membaca, maka kali ini  tidaklah demikian. Kali ini tidak mencontohkan siapapun secara abstrak.</p>
<p>Beberapa tahun kebelakang terjadilah peristiwa yang  membuat hati mejadi rapuh manakali terjadi sesuatu hal yang tidak dibayangkan  sebelumnya, dan tentu saja hal tersebut sangatlah tidak diinginkan oleh  siapapun. &#8220;Musibah&#8221; itulah sebutannya. Jika sang &#8220;musibah&#8221; hadir pertanda  pengujian Sang Maha kuasa terhadap ummatnya, peran hati sangatlah penting dalam  mengembalikan dan menjaga keseimbangan hidup yang sedang goyah. Oleh karena itu  dituntut untuk senantiasa berusaha melampaui ketidak-kokohan hati dan  menghindari keputus-asaan yang nampak didepan mata. Hanya dengan lima perkara  menolak makna untaian kata sang penyair;  <em>&#8220;Hawa nafsu itu  mendatangiku sebelum aku mengenalnya. Dia menemukan hati yang kosong, maka  diapun menempatinya.&#8221;</em></p>
<p>Akhir-akhir ini banyak sekali musibah yang terjadi,  mungkin salah-satunya akibat ulah manusia yang tidak berpikir sehat. Begitu juga  yang dihadapi, meski tidaklah sedahsyat ujian yang diberikan kepada  saudara-saudara yang lain yang terkena bencana yang cukup besar, kali ini  tantangan hidup yang pernah nampak terdahulu datang kembali, &#8220;Serupa tapi tak  sama&#8221; sebenarnya itulah yang mungkin cocok sebagai perumpamaanya. Oleh karena  itu, berharap hati senantiasa ingat lima perkara, yakni;<br />
<span id="more-1845"></span><br />
<strong>Senantiasa bersabar</strong></p>
<p>Abu Sa&#8217;id Al-Khudri Radhiyallahu &#8216;anhu dia berkata, <em>Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> telah  bersabda;</p>
<p><em>&#8220;Seseorang itu tidak pernah  dikaruniai sesuatu yang lebih baik dan lebih luas manfaatnya daripada  kesabaran.&#8221;</em></p>
<p>Bagi orang yang telah tertimpa musibah tidak ada obat  untuk itu semua kecuali dengan kesabaran. Bersabar bak menanggung pahitnya obat,  memang itu merupakan sesuatu yang paling sulit. Namun, tidak ada yang lebih  bermanfaat jika menghadapi kondisi yang tidak diinginkan selain dengan kesabaran  tsb. Jika hati dapat merasakan manisnya keselamatan, maka menjadi ringanlah  pahitnya kesabaran itu. Semoga hati senantiasa bersabar untuk tidak melakukan  perkara yang tidak diridhai Allah, berharap selamat dari musibah yang lebih  besar.</p>
<p><strong>Berdo&#8217;a</strong></p>
<p>Senantiasa memperbanyak mohon perlindungan dan  merendahkan diri dihadapan Allah, Dzat yang Maha Mengabulkan permohonan orang  yang dalam kesulitan dari setiap doanya, memohon agar Allah memalingkan musibah  lainnya yang serupa ataupun tidak. Bagaimanapun, tidak ada daya dan kekuatan  serta kemampuan kecuali dengan pertolongan-Nya.</p>
<p><strong>Keikhlasan hati</strong></p>
<p>Berharap menjadi seorang hamba yang ikhlas kepada Allah,  sehingga senantiasa berpaling dari perkara-perkara yang haram. Sadar dalam  keikhlasan hati terhadap kejadian yang telah terjadi karena ikhlas merupakan  obat yang disebutkan Allah di dalam kitab-Nya.</p>
<p><strong>Memperbanyak puasa</strong></p>
<p>Senantiasa ingat dan melaksanakan puasa. Sadar bahwa  dengan berpuasa akan menyebabkan hawa nafsu dapat terkendali.</p>
<p><strong>Tidak menceburkan diri kedalam  fitnah</strong></p>
<p>Sadar sebagai hamba yang bersifat lemah serta menyadari  bahwa tidak ada sesuatu yang dapat dijadikan sebagai sarana melepaskan diri dari  keburukan selain dengan menjauhi sebab-sebabnya dan hal-hal yang dianggap akan  menjerumuskan ke dalamnya.</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya kesalahan dan dosa  itu bagi hati seperti kayu yang dapat menyalakan api dan menjalarkannya. Oleh  karena itu, setiap kali kesalahan dan dosa itu bertambah banyak, maka api nafsu  yang ada di dalam hati akan semakin besar.&#8221;</em></p>
<p>Dengan lima perkara itulah didalam hati berharap masih  ada kehidupan, memohon keselamatan dari setiap penyakit dan musibah kepada Allah  Yang Maha hidup, Sang Pemilik keagungan dan kemuliaan. Sesungguhnya Dia Maha  Mendengar dan Maha Mengabulkan doa. Semoga masih bisa menjalankan sisa-sisa  kesempatan hidup yang masih diberikan, amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/ingatkan-hati-dari-lima-perkara.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

