<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIP&#039;s Bandung &#187; Manusia</title>
	<atom:link href="http://kipsaint.com/tag/manusia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kipsaint.com</link>
	<description>Blog abdi thea, just is seen, heard, felt and wanted, trying to learn to become better again.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 May 2012 01:20:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Antara Shalat dan Otak Manusia</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/antara-shalat-dan-otak-manusia.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/antara-shalat-dan-otak-manusia.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 19:54:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Otak]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3047</guid>
		<description><![CDATA[Banyak cara menuju sehat, selain berolah-raga dan menjaga pola makan yang baik ternyata salah satu dari ibadah kita dapat membuat bagian dari tubuh kita sehat pula, Allahu Akbar. Shalat itu membuat otak kita sehat! Sebagai seorang muslim tentu tidak asing lagi dengan kata shalat meskipun pada kenyataanya masih terselip kata bolong pada praktiknya karena sesuatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/08/Sujud.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3049" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Sujud" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2010/08/Sujud.jpg" alt="" width="150" height="105" /></a>Banyak cara menuju sehat, selain berolah-raga dan menjaga pola makan yang baik ternyata salah satu dari ibadah kita dapat membuat bagian dari tubuh kita sehat pula, Allahu Akbar. Shalat itu membuat otak kita sehat! Sebagai seorang muslim tentu tidak asing lagi dengan kata shalat meskipun pada kenyataanya masih terselip kata bolong pada praktiknya karena sesuatu hal. Khusus di bulan ramadhan ini tentunya menjadi kesempatan kita memperbanyak ibadah termasuk didalamnya ibadah shalat, baik itu yang bersifat wajib atau pun sunnah. Sebagai muslim pula, selayaknya mengingat akan hal tersebut. “Barangsiapa menghadap Allah (meninggal dunia), sedangkan ia biasa melalaikan shalatnya, maka Allah tidak mempedulikan sedikit-pun perbuatan baiknya (yang telah ia kerjakan tsb)” Hadist Riwayat Tabrani.</p>
<p>Sejenak terlintas dalam benak ini, dalam suasana hening menjelang sahur kali ini teringat sedikit suasana sebelumnya setelah menjalankan ibadah shalat shubuh, betapa nikmatnya merasakan suasana tersebut. Menikmati secangkir kopi hangat meski hanya ditemani goreng pisang atau comro, mempersiapkan segala hal/urusan yang akan dihadapi disiang hari dengan hati yang nyaman, walhasil semangat pun ditunjang dengan pola pikir secara sadar. Namun, ketika sebaliknya yang terjadi, ketika tertidur pulas akibat &#8220;ngalong&#8221; yang telah menjadi tabiat melewatkan kesempatan tersebut, jangankan dapat menikmati secangkir kopi tersebut dengan tenang, segala perencanaan untuk siang hari pun terkadang amburadul akibat terburu-buru.<span id="more-3047"></span></p>
<p>Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang diberikan oleh Allah kepada otak kita. Jika ada cerita seorang Doktor Neurologi di Amerika (Dr. Fidelma) telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang di temuinya di dalam penyelidikannya. Kekaguman atas penemuanya yang tidak dapat diterima oleh akal fikiran membuatnya memeluk Islam. Dengan keyakinannya terhadap pengobatan secara Islam, ia  membuka sebuah klinik “Pengobatan Melalui Al Qur’an”. Kajian pengobatan melalui Al-Quran tersebut menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang terdapat didalam Al-Quran. Di antaranya berpuasa, madu, biji hitam (Jadam) dan sebagainya.</p>
<p>Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal. Dan, setelah membuat kajian yang cukup memakan waktu, akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar sembahyang waktu yang diwajibkan oleh Islam. Begitulah keagungan ciptaan Allah.</p>
<p>Hikmah yang terkandung sungguh sangat berharga. Dari hal tersebut dapat kita kaji dengan seksama, barang siapa yang tidak menunaikan shalat maka otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena itu, kejadian tersebut sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam “sepenuhnya” karena Sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agama. Bagaimana pun, makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak bersembahyang, meskipun akalnya berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di dalam sesuatu keadaan akan hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan secara normal. Dari itulah manusia kadang-kadang tidak segan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya walaupun akalnya mengetahui perkara yang akan dilakukan tersebut adalah tidak sesuai dengan kehendak karena otak tidak bisa untuk mempertimbangkan secara lebih normal. Maka tidak heranlah timbul bermacam-macam gejala sosial masyarakat seperti sekarang ini. Bersyukurlah bagi kita yang senantiasa melakukan ibadah shalat, selain dari gerakan dan senantiasa menjaga kebersihan ternyata mengandung hikmah lain yang sangat berharga pula.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/antara-shalat-dan-otak-manusia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kontribusi Hewan dalam Peradaban Manusia</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/kontribusi-hewan-dalam-peradaban-manusia.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/kontribusi-hewan-dalam-peradaban-manusia.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 02:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Environment]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Binatang]]></category>
		<category><![CDATA[Hewan]]></category>
		<category><![CDATA[Kontribusi]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Peradaban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/kontribusi-hewan-dalam-peradaban-manusia.html</guid>
		<description><![CDATA[Seluruh alam semesta ini beserta isinya tiada lain adalah ciptaan Allah SWT. Manusia dan hewan merupakan bagian yang ada didalamnya, dimana satu dengan yang lainnya mempunyai keterkaitan. Sebagai contoh, hampir semua kemajuan atau perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dijangkau manusia selama ini merupakan kontribusi makhluk hewani belaka. Makhluk Tuhan yang bernama binatang yang acapkali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/10/Kontribusi-Hewan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1877" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Kontribusi Hewan" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/10/Kontribusi-Hewan.jpg" alt="" width="125" height="84" /></a> Seluruh alam semesta ini beserta isinya tiada lain adalah ciptaan Allah SWT. Manusia dan hewan merupakan bagian  yang ada didalamnya, dimana satu dengan yang lainnya mempunyai keterkaitan. Sebagai contoh, hampir semua kemajuan atau perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dijangkau manusia selama ini merupakan kontribusi makhluk hewani belaka. Makhluk Tuhan yang bernama binatang yang acapkali kita pandang hina itu temyata mempunyai keistimewaan-keistimewaan tersendiri yang tidak dimiliki oleh manusia.</p>
<p>Banyak hal dari kontribusi hewan menjadi nilai tambah bagi peradaban manusia, tentunya kontribusi dengan implementasi yang positif. Misalnya dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merupakan cangkokan dan hasil tiruan dari hewan yang berada bumi ini. Seperti pada masa sebelum diketemukannya kapal terbang, manusia telah mengangan-angankan dirinya terbang melayang serta menukik bak burung-burung dan unggas yang seringkali kita jumpai diangkasa dan singgah didahan-dahan. Maka dengan kelebihan &#8216;akal&#8217;, impian anak manusia itu secara bertahap-tahap merealisasikannya dengan melewati berbagai percobaan &#8220;terbang&#8221; terlebih dahulu.</p>
<p>Selain itu, mungkin kita pernah menyaksikan seekor kelelawar terjebak dalam suatu ruangan tertutup yang terang benderang oleh cahaya. Mengapa ketika ia melayang dibawah atap ruangan tersebut tidak terbentur dengan benda-benda di hadapannya? Padahal telah kita ketahui bahwa hewan jenis kelelawar ini tidak melihat disiang bolong lantaran peka cahaya alias &#8220;buta cahaya&#8221;. Hal tersebut terjadi karena seekor kelelawar memiliki semacam indera yang sepanjang riset para cendekiawan menyatakan tak pemah dipunnyai makhluk lain kecuali si kelelawar yang &#8220;aneh&#8221; tersebut sehingga ketika menghadapi kejadian diatas dapat menyebkannya ia terhindar dari berbagai aral yang melintang dihadapannya itu.</p>
<p><span id="more-1775"></span></p>
<p>Manusia, yang sekali lagi sudah diperlengkapi. &#8220;akal budi&#8221; oleh Allah SWT tidak menyia-nyiakan kesempatan baik itu sebagai bahan penyelidikannya. Dari hasil jerih payah tersebut, maka terwujudlah sebagaimana yang kita kenal dengan nama &#8220;Radar&#8221; yang banyak menolong orang di medan pertempuran dan lain-sebagainya.</p>
<p>Kemudian sebagai makhluk hewan yang kecil lainnya seperti serangga yang banyak dibenci oleh manusia karena kerapkali mengundang kerugian fatal. Maka pada hakikatnya tidaklah selalu demikian, Justru Si kecil mungil tersebut mempunyai andil besar dalam menghilhami para sarjana teknologi dalam penciptaan <em>walky talky</em> yang tersohor itu. Dalam tubuh serangga yang amat kecil itu temyata tersimpan indera yang berfungsi sebagai antena. Menurut penyelidikan para sarjana dan ahli ilmu binatang ternyata indera &#8220;aneh&#8221; itu berguna untuk &#8220;komunikasi&#8221; sesama mereka. Karena dalam tubuh serangga ada tersimpan semacam alat pemancar dan penerima sebagai <em>walky talky</em> yang telah kita kenal saat ini.</p>
<p>Tak sebatas yang tersebut diatas saja, pada dasarnya kita sudah mengetahui betapa banyak dan besarnya sumbangan dan kontribusi makhluk hewan yang tak jarang kita pandang hina dan remeh itu terhadap peradaban umat manusia. Meskipun demikian, tidak jarang manusia mencomot nama hewan yang dikonotasikan terhadap kondisi atau prilaku manusia dengan hal yang negatif atau sesuatu hal yang merugikan. Sebut saja; Kambing hitam, Raja Singa dan lain-sebagainya. Sampai-sampai jenis binatang pun dijadikan cap dalam melakukan uji coba yang dilakukan manusia, &#8220;Kelinci percobaan&#8221;. Lantas, disisi lain tentang adanya budaya memberanikan diri berbugil-ria (telanjang) dimuka umum untuk dipertontonkan termasuk sebagai kontribusi binatang yang mempengaruhi peradaban manusia? Untuk dapat menjawab keberdaannya, rasanya patut dipertanyakan dimanakah &#8220;akal budi&#8221; pemberian Allah SWT yang telah menjadi anugrah yang luar biasa bagi umat manusia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/kontribusi-hewan-dalam-peradaban-manusia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

