<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIP&#039;s Bandung &#187; Kebiasaan</title>
	<atom:link href="http://kipsaint.com/tag/kebiasaan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kipsaint.com</link>
	<description>Blog abdi thea, just is seen, heard, felt and wanted, trying to learn to become better again.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 May 2012 01:20:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Never Die Forever, Menjadi Pribadi Yang Tiada Matinya</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/never-die-forever-menjadi-pribadi-yang-tiada-matinya.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/never-die-forever-menjadi-pribadi-yang-tiada-matinya.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 02:38:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kekerenan]]></category>
		<category><![CDATA[Langgeng]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Prilaku]]></category>
		<category><![CDATA[Tabiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/never-die-forever-menjadi-pribadi-yang-tiada-matinya.html</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini hanya sekedar menuangkan sebagian apa yang terlintas dipikiran untuk mengawali lagi coretan blog diawal bulan Oktober 2008 kali ini, tepatnya setelah merayakan lebaran 1429 H. Setelah melakukan berbagai revisi prilaku diri dengan sebelumnya melakukan perenungan atas semua hal yg terkait, rasanya cukup tepat sekali kita lebih menajamkan lagi pemikiran-pemikiran kita saat ini. Dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini hanya sekedar menuangkan sebagian apa yang terlintas dipikiran untuk mengawali lagi coretan blog diawal bulan Oktober 2008 <a href="http://kipsaint.com/isi/kali-ini.html" target="_blank">kali ini</a>, tepatnya setelah merayakan lebaran 1429 H. Setelah melakukan berbagai revisi prilaku diri dengan sebelumnya melakukan <a href="http://kipsaint.com/isi/renungan-tentang-puasa.html" target="_blank">perenungan</a> atas semua hal yg terkait, rasanya cukup tepat sekali kita lebih menajamkan lagi pemikiran-pemikiran kita saat ini. Dari itulah tulisan ini terlintas, berkaitan dengan masalah citra diri.</p>
<p>Berbicara soal citra diri, memungkinkan terlintasnya dipikiran kita masalah kekerenan diri yang sudah umum adanya. Benarkah? Cobalah bertanya pada hati nurani sendiri <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> &#8220;Wow keren&#8221; Posisi pekerjaan yang bagus atau usahanya yang maju/sukses atau juga pintar disekolah dan lain sebagainya. Siapa coba yang gak mau nerima kata tersebut? Pastinya semua orang pun menginginkannya.</p>
<p>Berkaitan dengan kekerenan diri tentunya mengandung proses pembangunan citra pribadi terhadap berbagai aspek kehidupan bahkan sampai mengalihkan bentuk kekayaan yang berupa materi ke kualitas diri, mungkin kurang lebihnya seperti itu. Sehingga timbul satu hal yang patut kita telaah secara objektif dalam kaitannya dengan komunikasi antar individu, karena disinilah citra diri itu terlihat jelas.</p>
<p><span id="more-1013"></span></p>
<p>Saat ini masih banyak yang mengagungkan kekerenan diri tanpa mengindahkan citra dirinya itu sendiri, hal ini terjadi akibat adanya perbedaan yang tidak sesuai dengan kriteria target yang dikehendaki dalam berkomunikasi.</p>
<p>Lantas, benarkah telah umum adanya? Nah melihat dan menjawab permasalahan ini mungkin setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda, namun rasanya tidak ada salahnya untuk berusaha mebuka lebar-lebar cara pandang kita secara universal, sehingga jawaban yang akan didapatkan paling tidak sedikit mendekati kebenarannya. &#8220;<em>Ah teuing atuh, mangga wae emutkeun nyalira</em> &#8221; <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga, dari hal-hal yang saling berkaitan tersebut (pembangunan citra diri, kekerenan diri) dapat tetap terwujudkan pribadi yang tiada matinya. Kalau saja pepatah mengatakan &#8216;hujan badai kulalui, lautan luas kusebrangi&#8221; mudah-mudahan segala bentuk permasalahan yang ada tidak akan merubah pribadi yang positif menjadi sebaliknya. Tabah dan senantiasa syukur nikmat menjalani segala apa yang terjadi serta berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/never-die-forever-menjadi-pribadi-yang-tiada-matinya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

