<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIP&#039;s Bandung &#187; Hati</title>
	<atom:link href="http://kipsaint.com/tag/hati/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kipsaint.com</link>
	<description>Blog abdi thea, just is seen, heard, felt and wanted, trying to learn to become better again.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jan 2012 16:55:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Bahagia Hati Menjelang Esok Hari</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/bahagia-hati-menjelang-esok-hari.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/bahagia-hati-menjelang-esok-hari.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 10:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=3579</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak bahagia jika akan menghadapi hari yang ditunggu, hari esok yang menyenangkan. Dalam menyambutnya selalu dengan penuh semangat, disertai hati senang, riang dan gembira. Bahagia dalam hidup dihiasi hangatnya cinta dan damai yang didambakan esok hari. Cinta yang dapat membuat terbang dengan penuh semangat meninggalkan banyak sekali beban, sakit, stress dan frustasi.
Jika esok hari tiba, bahagia itu tetaplah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/07/Jelang-Esok.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3581" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="Jelang Esok" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2011/07/Jelang-Esok.jpg" alt="" width="150" height="124" /></a>Siapa yang tidak bahagia jika akan menghadapi hari yang ditunggu, hari esok yang menyenangkan. Dalam menyambutnya selalu dengan penuh semangat, disertai hati senang, riang dan gembira. Bahagia dalam hidup dihiasi hangatnya cinta dan damai yang didambakan esok hari. Cinta yang dapat membuat terbang dengan penuh semangat meninggalkan banyak sekali beban, sakit, stress dan frustasi.</p>
<p>Jika esok hari tiba, bahagia itu tetaplah nyata. Bersyukur memiliki waktu untuk dapat mengaji dan mengkaji diri sejauh mana prilaku yang diperbuat hingga dapat membenahinya dikemudian hari. Dengan itikad meraih berkah-Nya, rasanya tepat untuk menuangkan harapan nyata dan mencoba mengungkap hingga dapat mempelajari rahasia-rahasia yang masih tersembunyi. Untuk itu semua, berharap dilekatkan pada upaya membebaskan diri dari kebencian dan kecemasan, menjalani hidup sederhana hingga mampu memberi lebih banyak dan berharap lebih sedikit, mensyukuri nikmat serta senantiasa tersenyum. Senyum hangat menanti esok hari &#8220;ramadhan&#8221; tiba <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<ul>
<li>Membebaskan diri dari kebencian. Meyakini tidak ada kesalahan-kesalahan dan juga tidak ada kebetulan-kebetulan dalam hidup karena seluruh peristiwa adalah rahmat yang diberikan Tuhan agar belajar darinya. Dapat meyakini pula ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkan, niscaya Tuhan telah menyiapkan hal lainnya.<span id="more-3579"></span></li>
<li>Melepaskan kecemasan. Membuat pikiran dapat bekerja laksana air, terjaga jernihnya dan terus mengalir. Tidak takut menghadapi kesulitan karena yakin dari kesulitan itu akan melahirkan potensi-potensi baru pada diri.</li>
<li>Menjalani hidup sederhana. Jika raga membutuhkan asupan gizi baik, jiwa pun tidaklah berbeda. Makanan bergizi untuk jiwa adalah tindakan-tindakan untuk membantu orang lain. Terkait sebuah pepatah sunda, &#8220;<em>teu kudu ngarangkul ku siku mun boga kahayang</em>&#8221; tidak harus meraih dengan sikut kalau punya keinginan. Dapat menjalani apa adanya, ibarat pepatah pula, &#8220;<em>jika ingin melihat lembah, naiklah kepuncak gunung. Dan, jika ingin melihat puncak gunung, terbanglah ke awan. Tapi jika ingin mengerti awan, pejamkan mata dan berpikirlah</em>&#8220;.</li>
<li>Mampu memberi lebih banyak dan berharap lebih sedikit. Meyakini bahwa orang-orang yang ditemani dalam hidup, siapapun dia, entah menyenangkan atau menyakitkan akan membantu menemukan siapa diri kita dan akan menjadi apa kelak.</li>
<li>Senantiasa syukur nikmat. salah-satunya bersyukur karena Tuhan memberikan dua tangan hingga dapat menggunakan tangan yang satu untuk menolong orang lain dan yang satu lagi untuk menolong diri sendiri. Jika dalam satu sisi &#8220;ketika sakit&#8221; sempat hati bertanya &#8220;Tuhan, aku tidak tahu, mana yang harus aku syukuri, rasa sakitku atau kesehatanku?&#8221; Senantiasa dapat mensyukuri keduanya, karena ketika sakit sekali pun tentu dapat dengan mudah menjauhi perbuatan maksiat, memiliki banyak waktu untuk berdzikir kepada-Nya, dan juga punya waktu untuk bertafakur merenungkan kehidupan yang dijalani.</li>
<li>Menebar senyuman. Dapat menjelmakan senyuman yang manis dan hangat semata. Meyakini dibelakang ada kekuatan yang tak terbatas dan didepan ada kemungkinan tak berakhir, sementara disekeliling ada kesempatan tak terhitung. Jadi tidak ada alasan untuk cemberut.</li>
</ul>
<p>Semoga bisa meraih serta dapat menjalani dengan semestinya sesuai dengan harapan-harapan yang tertuang diatas. Layaknya mengingat kegembiraan ketika kecil yang biasanya ditandai dengan berkumpul bersama teman-teman, tetangga dan kerabat. Menikmati hiasan lampu terbuat dari bambu dihalaman rumah, gaduhnya suara petasan dan tabuhan bedug bertalu-talu. Satu idaman pun melekat, suatu hari kelak baju baru pun akan diraihnya. Sungguh menyenangkan!</p>
<p>Atas segala khilaf yang diperbuat baik disengaja atau pun tidak, mohon dimaafkan. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankannya! <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/bahagia-hati-menjelang-esok-hari.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berharap Hati Senantiasa Cemerlang</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/berharap-hati-senantiasa-cemerlang.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/berharap-hati-senantiasa-cemerlang.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 14:11:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Menjaga Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/berharap-hati-senantiasa-cemerlang.html</guid>
		<description><![CDATA[Sepenggal saja atau lebih, untaian kalimat yang dijabarkan atas support dalam bentuk respons sahabat-sahabat tentang postingan sebelumnya. Kejujuran hati para sahabat semua sangat menjadi pertanda nyata sebagai insan biasa, sama halnya dengan keberadaan diri ini. Memang tidak dapat dipungkiri, untuk melakukan itu semua nyatanya lebih susah ketimbang menyuarakannya, kita hanya bisa sebatas ikhtiar saja. Berkaitan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/12/Cahaya-Hati.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-1871" style="margin: 10px;" title="Cahaya Hati" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/12/Cahaya-Hati.jpeg" alt="" width="125" height="130" /></a><a href="http://kipsaint.com/isi/sepenggal-saja.html">Sepenggal saja</a> atau lebih, untaian kalimat yang dijabarkan atas <em>support</em> dalam bentuk <em>respons</em> sahabat-sahabat tentang <a href="http://kipsaint.com/isi/ingatkan-hati-dari-lima-perkara.html">postingan sebelumnya</a>. Kejujuran hati para sahabat semua sangat menjadi pertanda nyata sebagai insan biasa, sama halnya dengan keberadaan diri ini. Memang tidak dapat dipungkiri, untuk melakukan itu semua nyatanya lebih susah ketimbang menyuarakannya, kita hanya bisa sebatas ikhtiar saja. Berkaitan dengan masukan para sahabat tentu saja menjadi sangatlah penting, karena secara tidak langsung memberi semangat untuk berusaha mewujudkan harapan yang ditorehkan dalam postingan sebelumnya tersebut meskipun secara jujur pula diakui, mungkin baru sebagian saja yang dapat direalisasikan dengan semestinya. Dan, postingan ini merupakan salah-satu wujud bahwa penulis masih jelas keberadaanya. <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dalam menjalani liku-liku hidup dengan berbagai ujian, berharap hati senantiasa cemerlang dalam <a href="http://kipsaint.com/isi/hidup-secara-sadar.html">hidup secara sadar</a>. Semoga Allah merahmati bahwa setiap anggota badan kita ini diciptakan untuk melakukan pekerjaan tertentu. Kesempurnaannya tergantung pada pelaksanaan pekerjaan itu. Jika ada penyakit, maka akan menyebabkannya tidak dapat melakukan pekerjaan tersebut dengan semestinya. Sebagai contoh, penyakit mata menyebabkan mata tidak dapat melihat, penyakit lisan menyebabkan lisan tidak dapat berbicara dan lain-lain. Begitupun dengan penyakit hati menyebabkan hati tidak dapat mengerjakan pekerjaan yang menjadi tujuan diciptakannya hati, seperti mengenal Allah, mencintai-Nya, tunduk kepada-Nya, bertawakkal kepada-Nya, mencintai dan membenci karena-Nya, senantiasa mengingat-Nya, dan tentunya mengharapkan karunia-Nya.</p>
<p><span id="more-1862"></span></p>
<p>Diantara sebab-sebab dari <a href="http://kipsaint.com/isi/berkelit-dalam-badai.html">musibah</a> yang terjadi adalah berpalingnya hati dari Allah Subhanahu Wa Ta&#8217;ala. Barangsiapa yang lebih mencintai sesuatu yang lain diatas kecintaan kepada-Nya berarti hatinya sedang sakit dan tertawan, yaitu menjadi tawanan hawa nafsunya. Didalam hati yang berpenyakit terdapat bermacam-macam keburukan dan kerusakan yang tidak terkira banyaknya, tidak ada yang dapat menghitungnya kecuali oleh Rabbnya para hamba.</p>
<p>Sesungguhnya hati itu jika dapat merasakan kenikmatan ibadah kepada Allah dan keikhlasan kepada-Nya, niscaya dia tidak akan memiliki sesuatu pun yang lebih manis darinya. Setiap orang yang mengenal Allah, niscaya akan mencintai dan mengikhlaskan peribadahan hanya untuk-Nya. Dia tidak akan lebih mengutamakan kecintaan kepada sesuatu yang lain diatas kecintaannya kepada-Nya. Seandainya tidak ada hukuman lain bagi hati yang sibuk mencintai sesuatu selain Allah dan berpaling dari mengingat-Nya selain berkaratnya hati, kerasnya hati dan tidak dapat mengerjakan tujuan diciptakannya hati, niscaya hukuman itu sudah cukup.</p>
<p>Semoga dari beragam torehan dengan bahasa dan gayanya yang berbeda tidak menjadi kita semua salah menafsirkannya, tidak <a href="http://kipsaint.com/isi/terjebak-dalam-satu-sudut-pandang.html">terjebak dalam satu sudut pandang</a> . Hal ini pun sama-sekali bukanlah perwujudan dari suatu pelajaran yang harus dilaksanakan dari penulis melainkan saling memberi dan sekaligus memohon penyemangat hidup dalam bentuk saling mengingatkan. Tergambar besar keyakinan dalam hati ini, cerminan hati para sahabat yang bersih dan ikhlas untuk saling mengingatkan dalam hal kebajikan. Bersyukur sekali memiliki kerabat dengan keikhlasan dan kebersihan hati seperti kalian, &#8220;menjadi hidup lebih hidup&#8221; <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> Saking senangnya! <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/berharap-hati-senantiasa-cemerlang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>66</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ingatkan Hati dari Lima Perkara</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/ingatkan-hati-dari-lima-perkara.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/ingatkan-hati-dari-lima-perkara.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 22:59:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Menjaga Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/?p=1845</guid>
		<description><![CDATA[Dengan tulisan ini berharap menjadi salah-satu daya dan upaya mencapainya  &#8220;kesadaran dan kebersihan hati&#8221; yang senantiasa cemerlang. Jika tulisan  sebelumnya mencontohkan dengan cerita plus pelakon tanpa nama alias hanya  menggunakan inisial saja dapat membuat bingung yang membaca, maka kali ini  tidaklah demikian. Kali ini tidak mencontohkan siapapun secara abstrak.
Beberapa tahun kebelakang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/11/Heart.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-1873" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Heart" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/11/Heart.jpeg" alt="" width="125" height="134" /></a>Dengan tulisan ini berharap menjadi salah-satu daya dan upaya mencapainya  &#8220;kesadaran dan kebersihan hati&#8221; yang senantiasa cemerlang. Jika tulisan  sebelumnya mencontohkan dengan cerita plus pelakon tanpa nama alias hanya  menggunakan inisial saja dapat membuat bingung yang membaca, maka kali ini  tidaklah demikian. Kali ini tidak mencontohkan siapapun secara abstrak.</p>
<p>Beberapa tahun kebelakang terjadilah peristiwa yang  membuat hati mejadi rapuh manakali terjadi sesuatu hal yang tidak dibayangkan  sebelumnya, dan tentu saja hal tersebut sangatlah tidak diinginkan oleh  siapapun. &#8220;Musibah&#8221; itulah sebutannya. Jika sang &#8220;musibah&#8221; hadir pertanda  pengujian Sang Maha kuasa terhadap ummatnya, peran hati sangatlah penting dalam  mengembalikan dan menjaga keseimbangan hidup yang sedang goyah. Oleh karena itu  dituntut untuk senantiasa berusaha melampaui ketidak-kokohan hati dan  menghindari keputus-asaan yang nampak didepan mata. Hanya dengan lima perkara  menolak makna untaian kata sang penyair;  <em>&#8220;Hawa nafsu itu  mendatangiku sebelum aku mengenalnya. Dia menemukan hati yang kosong, maka  diapun menempatinya.&#8221;</em></p>
<p>Akhir-akhir ini banyak sekali musibah yang terjadi,  mungkin salah-satunya akibat ulah manusia yang tidak berpikir sehat. Begitu juga  yang dihadapi, meski tidaklah sedahsyat ujian yang diberikan kepada  saudara-saudara yang lain yang terkena bencana yang cukup besar, kali ini  tantangan hidup yang pernah nampak terdahulu datang kembali, &#8220;Serupa tapi tak  sama&#8221; sebenarnya itulah yang mungkin cocok sebagai perumpamaanya. Oleh karena  itu, berharap hati senantiasa ingat lima perkara, yakni;<br />
<span id="more-1845"></span><br />
<strong>Senantiasa bersabar</strong></p>
<p>Abu Sa&#8217;id Al-Khudri Radhiyallahu &#8216;anhu dia berkata, <em>Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> telah  bersabda;</p>
<p><em>&#8220;Seseorang itu tidak pernah  dikaruniai sesuatu yang lebih baik dan lebih luas manfaatnya daripada  kesabaran.&#8221;</em></p>
<p>Bagi orang yang telah tertimpa musibah tidak ada obat  untuk itu semua kecuali dengan kesabaran. Bersabar bak menanggung pahitnya obat,  memang itu merupakan sesuatu yang paling sulit. Namun, tidak ada yang lebih  bermanfaat jika menghadapi kondisi yang tidak diinginkan selain dengan kesabaran  tsb. Jika hati dapat merasakan manisnya keselamatan, maka menjadi ringanlah  pahitnya kesabaran itu. Semoga hati senantiasa bersabar untuk tidak melakukan  perkara yang tidak diridhai Allah, berharap selamat dari musibah yang lebih  besar.</p>
<p><strong>Berdo&#8217;a</strong></p>
<p>Senantiasa memperbanyak mohon perlindungan dan  merendahkan diri dihadapan Allah, Dzat yang Maha Mengabulkan permohonan orang  yang dalam kesulitan dari setiap doanya, memohon agar Allah memalingkan musibah  lainnya yang serupa ataupun tidak. Bagaimanapun, tidak ada daya dan kekuatan  serta kemampuan kecuali dengan pertolongan-Nya.</p>
<p><strong>Keikhlasan hati</strong></p>
<p>Berharap menjadi seorang hamba yang ikhlas kepada Allah,  sehingga senantiasa berpaling dari perkara-perkara yang haram. Sadar dalam  keikhlasan hati terhadap kejadian yang telah terjadi karena ikhlas merupakan  obat yang disebutkan Allah di dalam kitab-Nya.</p>
<p><strong>Memperbanyak puasa</strong></p>
<p>Senantiasa ingat dan melaksanakan puasa. Sadar bahwa  dengan berpuasa akan menyebabkan hawa nafsu dapat terkendali.</p>
<p><strong>Tidak menceburkan diri kedalam  fitnah</strong></p>
<p>Sadar sebagai hamba yang bersifat lemah serta menyadari  bahwa tidak ada sesuatu yang dapat dijadikan sebagai sarana melepaskan diri dari  keburukan selain dengan menjauhi sebab-sebabnya dan hal-hal yang dianggap akan  menjerumuskan ke dalamnya.</p>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya kesalahan dan dosa  itu bagi hati seperti kayu yang dapat menyalakan api dan menjalarkannya. Oleh  karena itu, setiap kali kesalahan dan dosa itu bertambah banyak, maka api nafsu  yang ada di dalam hati akan semakin besar.&#8221;</em></p>
<p>Dengan lima perkara itulah didalam hati berharap masih  ada kehidupan, memohon keselamatan dari setiap penyakit dan musibah kepada Allah  Yang Maha hidup, Sang Pemilik keagungan dan kemuliaan. Sesungguhnya Dia Maha  Mendengar dan Maha Mengabulkan doa. Semoga masih bisa menjalankan sisa-sisa  kesempatan hidup yang masih diberikan, amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/ingatkan-hati-dari-lima-perkara.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahagia Hati Saat Mencari Rezeki</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/bahagia-hati-saat-mencari-rezeki.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/bahagia-hati-saat-mencari-rezeki.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 01:13:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Nafkah]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/bahagia-hati-saat-mencari-rezeki.html</guid>
		<description><![CDATA[Saking semangatnya memicu langkah demi menuju suatu perubahan, menjadikan sesaat lupa akan keseimbangan hidup. Dalam kenyataanya sebagai manusia biasa terkadang melepaskan sedikit keluh kesah meskipun tidak seiring dengan janji hati dan pemahaman diri. Untung saja keluh kesah yang terlintas dapat terlindas dengan hasrat yang sesungguhnya, yakni bahagianya hati saat mencari rezeki demi mewujudkan keseimbangan tersebut.
Patut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/05/kips1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-3115" style="margin-left: 0px; margin-right: 10px;" title="kips" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/05/kips1.jpg" alt="" width="125" height="91" /></a>Saking semangatnya memicu langkah demi menuju suatu perubahan, menjadikan sesaat lupa akan keseimbangan hidup. Dalam kenyataanya sebagai manusia biasa terkadang melepaskan sedikit keluh kesah meskipun tidak seiring dengan janji hati dan pemahaman diri. Untung saja keluh kesah yang terlintas dapat terlindas dengan hasrat yang sesungguhnya, yakni bahagianya hati saat mencari rezeki demi mewujudkan keseimbangan tersebut.</p>
<p>Patut disadari betul memang, sesungguhnya manusia itu adalah makhluk yang tidak bisa luput dari khilaf dan salah. Bisa saja salah-satunya itu berkeluh-kesah dalam kejenuhan akibat dari memfokuskan diri dalam satu aktivitas sehingga melewatkan kesempatan untuk berbuat kebajikan lainnya. Kesalahan yang diperbuat oleh manusia ini bisa menumpuk menjadi dosa yang besar, jika dilakukan terus menerus.</p>
<p>&#8220;<em>Sesungguhnya ada dosa yang tidak dapat dibayar kifaratnya dengan shalat, shaum atau haji. Namun hanya dapat dibayar dengan duka cita mencari bekal hidup</em>.&#8221; (HR Ath-Thabrani dan Abu Nu&#8217;aim, dari Abu Hurairah ra.)</p>
<p>Hal tersebutlah yang menjadi pemicu untuk mengambil seribu langkah kedepan. Mengingat untuk mencegah hal tersebut yakni harus menutupinya dengan kebaikan.<br />
<span id="more-1367"></span></p>
<p>Seperti yang tertulis diatas, ada diantara dosa yang dilakukan oleh anak bani Adam itu, dosa yang hanya dapat terhapus dengan satu perbuatan tertentu. Adapun perbuatan tersebut adalah kesusahan saat mencari nafkah. Allah sengaja mengkhususkan perbuatan ini untuk menghapus salah satu dosa manusia. Adapun hikmahnya adalah agar manusia bertambah rajin dalam mencari nafkah untuk diri sendiri, keluarganya dan bagi yang belum menikah bertambah kuat keinginannya untuk segera menikah.</p>
<p>Salah-satu yang menjadikan hadirnya inspirasi untuk menuliskan hal ini adalah semangatnya memerangi kejenuhan dengan menfokuskan diri pada tindakan mencari rizki, dan mirisnya mendengar cerita seorang tetangga yang sedang terombang-ambing kelangsungan rumah-tangganya akibat dari egonya sang istri yang tidak mau memahami kesusahan suaminya dalam mencari nafkah. Wallahu a&#8217;lam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/bahagia-hati-saat-mencari-rezeki.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

