<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIP&#039;s Bandung &#187; Emosional</title>
	<atom:link href="http://kipsaint.com/tag/emosional/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kipsaint.com</link>
	<description>Blog abdi thea, just is seen, heard, felt and wanted, trying to learn to become better again.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jan 2012 16:55:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Kematangan Diri Secara Emosional</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/kematangan-diri-secara-emosional.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/kematangan-diri-secara-emosional.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 00:03:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Emosi]]></category>
		<category><![CDATA[Emosional]]></category>
		<category><![CDATA[Kematangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kematangan Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/kematangan-diri-secara-emosional.html</guid>
		<description><![CDATA[Sedikit saja mengira-ngira mengenai kematangan secara emosional, mencoba mengaitkannya dengan kematangan secara sosial, mudah-mudahan bisa menunjang akan menjadikan pribadi kita yang tiada matinya  
Mendewasakan emosional sebelum memasuki dunia nyata sangatlah penting bagi kita semua terlebih-lebih yang hendak menjalin hubungan antar sesama, seperti halnya &#8220;Kematangan Diri Secara Sosial&#8221; secara emosional jg sangatlah penting.
Jika kita sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/12/emosional.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-2519" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="emosional" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/12/emosional.gif" alt="" width="48" height="48" /></a>Sedikit saja mengira-ngira mengenai kematangan secara emosional, mencoba mengaitkannya dengan kematangan secara sosial, mudah-mudahan bisa menunjang akan menjadikan <a href="http://kipsaint.com/isi/never-die-forever-menjadi-pribadi-yang-tiada-matinya.html" target="_blank">pribadi</a> kita yang tiada matinya <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mendewasakan emosional sebelum memasuki dunia nyata sangatlah penting bagi kita semua terlebih-lebih yang hendak menjalin hubungan antar sesama, seperti halnya &#8220;<a href="http://kipsaint.com/isi/kematangan-diri-secara-sosial.html" target="_blank">Kematangan Diri Secara Sosial</a>&#8221; secara emosional jg sangatlah penting.</p>
<p>Jika kita sudah bisa mandiri secara <a href="http://kipsaint.com/isi/emosi.html" target="_blank">emosional</a> yang berakan dari berbagai <a href="http://kipsaint.com/isi/mengatasi-emosi-yang-dapat-merugikan-bersama.html" target="_blank">emosi</a> , harus bisa melepaskan ketergantungan dan keterikatan secara emosional dengan orang tua dan kerabat dekat lainnya.</p>
<p>Maaf jika kurang tepat karena saya sendiri bukan pakarnya dan sama sekali belum mengalaminya, hal ini menyinggung masalah rumah tangga sebagai contohnya, dimana sebelumnya saya menangkap dua kejadian nyata dalam sebuah rumah tangga, pernah menjumpai (melihat dan mendengar) sebuah rumah tangga dimana antara suami dan istri belum terikat kuat secara emosional.</p>
<p><span id="more-1044"></span></p>
<p>Sang istri lebih kuat ikatan emosionalnya kepada orang tua daripada kepada suaminya. Setiap datang permasalahan ia langsung lari kepada kedua orang tuanya, tanpa berusaha terlebih dahulu menyelesaikannya bersama dengan suami. Dia lebih mengutamakan taat kepada orang tuanya daripada suaminya, tentu hal ini tidak baik bukan? Karena ketaatan yang lebih utama bagi seorang wanita yang punya suami setelah taat kepada Tuhannya adalah taat kepada suaminya.</p>
<p>&#8221;Aisyah Ra. berkata: &#8220;Saya bertanya kepada Rasulullah Saw &#8220;Siapakah orang yang paling besar haknya terhadap seorang perempuan? Sabdanya : Suaminya!&#8221; Lalu saya bertanya: &#8220;Siapakah orang yang paling besar haknya atas diri seorang laki-laki?&#8221; Sabdanya: &#8220;Ibunya!&#8221; (HR. al-Bazaar dan disahkan oleh al-Hakim).</p>
<p>Dan begitu pula tidak jarang sang suami justru yang masih kolokan (manja dan kekanak-kanakan). Dirinya sering meminta tolong orang tuanya untuk meminta tanggung jawab istrinya selama mendampinginya. Suami yang memiliki karakter seperti ini tentu kurang dapat bertanggung jawab terhadap istri dan keluarganya, padahal ia adalah seorang kepala keluarga. Rumah tangga yang seperti ini tentulah kurang baik dan kurang bisa mandiri, karena masih memerlukan penggembalaan orang tua. Oleh karena itu, seorang suami dituntut untuk bisa dewasa secara emosional selaku seorang kepala keluarga, sehingga bisa bersikap baik terhadap keluarga yang dibinanya. Itulah yang dianjurkan Rasulullah Saw.</p>
<p>Demikianlah kurang lebihnya akan perlunya memiliki kematangan emosional, yaitu melepaskan diri dari ketergantungan kepada orang yang selama ini dominan terhadap dirinya, seperti orang tua dan lain-lain. Tujuannya adalah agar lebih mesra menjalin hubungan dengan orang yang menjadi pasangan hidupnya, sehingga bisa melaksanakan apa yang menjadi kewajiban dirinya.</p>
<p>Tulisan ini bukan semata-mata bermaksud menggurui, hanya sekedar untuk berusaha menambah <a href="http://kipsaint.com/isi/sepenggal-saja.html" target="_blank">sepenggal saja</a> dalam suasna menumbuhkan <a href="http://kipsaint.com/isi/menumbuhkan-semangat-hidup.html" target="_blank">semangat hidup</a>, mudah-mudahan terkandung makna walaupun sedikit saja, amin <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> Wallahualam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/kematangan-diri-secara-emosional.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

