<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIP&#039;s Bandung &#187; Emosi</title>
	<atom:link href="http://kipsaint.com/tag/emosi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kipsaint.com</link>
	<description>Blog abdi thea, just is seen, heard, felt and wanted, trying to learn to become better again.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jan 2012 16:55:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Sabar dalam Kesadaran dan Sadar dalam Kesabaran</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/sabar-dalam-kesadaran-dan-sadar-dalam-kesabaran.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/sabar-dalam-kesadaran-dan-sadar-dalam-kesabaran.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 00:42:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Emosi]]></category>
		<category><![CDATA[Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Prilaku]]></category>
		<category><![CDATA[Sabar]]></category>
		<category><![CDATA[Sadar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/sabar-dalam-kesadaran-dan-sadar-dalam-kesabaran.html</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum mengarah pada inti permasalahan, sedikit menyinggung contoh perjuangan prilaku diri yang menuntut sebuah kesabaran dan kesadaran hati; tentang sebuah kemenangan dibalik kekalahan.
Mengalah untuk sebuah kemenangan! Namanya juga kalah, kok untuk kemenangan?  Kemenangan disini saya siratkan untuk kemenangan-kemenangan lainnya selain dari satu hal yang dibuat menjadi kalah. Dalam menjalin suatu hubungan, ada baiknya kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/02/kips-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1999" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="kip's 2" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2009/02/kips-2.jpg" alt="" width="125" height="94" /></a>Sebelum mengarah pada inti permasalahan, sedikit menyinggung contoh perjuangan prilaku diri yang menuntut sebuah kesabaran dan <a href="http://kipsaint.com/isi/hidup-secara-sadar.html" target="_blank">kesadaran</a> hati; tentang sebuah kemenangan dibalik kekalahan.</p>
<p>Mengalah untuk sebuah kemenangan! Namanya juga kalah, kok untuk kemenangan? <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> Kemenangan disini saya siratkan untuk kemenangan-kemenangan lainnya selain dari satu hal yang dibuat menjadi kalah. Dalam menjalin suatu hubungan, ada baiknya kita mengingat bahwa tidak ada dua manusia yang 100 % cocok satu dengan lainnya. Alangkah baiknya kedua belah pihak bersikap terbuka dan saling menerima. Orang dewasa sudah terlambat bila harus mengubah karakter dirinya 180 derajat. Misalnya saja, seorang pemarah barangkali hanya bisa berubah menjadi &#8220;tidak begitu pemarah&#8221; lagi, tetapi tidak dapat disuruh berubah menjadi orang yang sama-sekali penyabar. Dalam hal ini menuntut kita untuk dapat mengatasi sifat egoisme kita seperti halnya disebutkan pada tulisan <a href="http://kipsaint.com/isi/membatasi-dan-membuka-diri.html" target="_blank">sebelumnya</a> untuk memberi sedikit ruang kepada orang lain.</p>
<p>Tulisan ini merupakan pencarian makna dari sebuah kisah paku dan palunya yang disebutkan terdahulu, dimana terdapat cerita dari sang pemalu ketika hendak menancapkan paku pada sebuah tembok tempat tinggalnya. &#8220;Hanya satu paku saja&#8221; yang ditancapkannya, tetapi ada yang merasakan ibarat &#8220;the sky is falling&#8221; disekitarnya, secara kebetulan tetangganya mempunyai sifat yang tak mau terusik sedikitpun dengan mendengar suara ketokkan tersebut, keluarlah caci-maki kepada sang pemalu yang sebenarnya tidak layak terjadi. Kalau saja sang pemalu tidak dapat mengatasi <a href="http://kipsaint.com/isi/mengatasi-emosi-yang-dapat-merugikan-bersama.html" target="_blank">emosi</a> dan menguasai rasa kesadaran dalam kesabarannya, niscaya akan terjadi sesuatu yang akan merugikannya pula, yakni hubungan yang kurang sehat. <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-1167"></span></p>
<p>Hal yang tidak kalah penting dalam menjalin suatu hubungan atau persahabatan adalah dapat menerima pasangan atau sahabat kita apa adanya, sehingga siap untuk menerima beberapa sifat pasangan kita yang akan diketahui setelah kita menjalin hubungan dengannya lebih dekat lagi. Paling tidak, hal tersebut untuk mempersiakan akan sebuah pertanyaan yang kerap kali muncul; &#8220;kok dia begitu ya?&#8221;</p>
<p>Bersabar dan mengalah adalah kunci satu-satunya menuju suatu hubungan yang harmonis, tenteram dan langgeng. Kedua belah pihak harus senantiasa tak lepas dari &#8220;istigfar&#8221;, sabar dalam kesadaran dan sadar dalam kesabaran. Mengalah memang tidak berarti kalah, tetapi menyambut kemenangan-kemenangan lainnya. Wallahu&#8217;alam bisshowab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/sabar-dalam-kesadaran-dan-sadar-dalam-kesabaran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kematangan Diri Secara Emosional</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/kematangan-diri-secara-emosional.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/kematangan-diri-secara-emosional.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 00:03:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Emosi]]></category>
		<category><![CDATA[Emosional]]></category>
		<category><![CDATA[Kematangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kematangan Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/kematangan-diri-secara-emosional.html</guid>
		<description><![CDATA[Sedikit saja mengira-ngira mengenai kematangan secara emosional, mencoba mengaitkannya dengan kematangan secara sosial, mudah-mudahan bisa menunjang akan menjadikan pribadi kita yang tiada matinya  
Mendewasakan emosional sebelum memasuki dunia nyata sangatlah penting bagi kita semua terlebih-lebih yang hendak menjalin hubungan antar sesama, seperti halnya &#8220;Kematangan Diri Secara Sosial&#8221; secara emosional jg sangatlah penting.
Jika kita sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/12/emosional.gif"><img class="alignleft size-full wp-image-2519" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="emosional" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/12/emosional.gif" alt="" width="48" height="48" /></a>Sedikit saja mengira-ngira mengenai kematangan secara emosional, mencoba mengaitkannya dengan kematangan secara sosial, mudah-mudahan bisa menunjang akan menjadikan <a href="http://kipsaint.com/isi/never-die-forever-menjadi-pribadi-yang-tiada-matinya.html" target="_blank">pribadi</a> kita yang tiada matinya <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mendewasakan emosional sebelum memasuki dunia nyata sangatlah penting bagi kita semua terlebih-lebih yang hendak menjalin hubungan antar sesama, seperti halnya &#8220;<a href="http://kipsaint.com/isi/kematangan-diri-secara-sosial.html" target="_blank">Kematangan Diri Secara Sosial</a>&#8221; secara emosional jg sangatlah penting.</p>
<p>Jika kita sudah bisa mandiri secara <a href="http://kipsaint.com/isi/emosi.html" target="_blank">emosional</a> yang berakan dari berbagai <a href="http://kipsaint.com/isi/mengatasi-emosi-yang-dapat-merugikan-bersama.html" target="_blank">emosi</a> , harus bisa melepaskan ketergantungan dan keterikatan secara emosional dengan orang tua dan kerabat dekat lainnya.</p>
<p>Maaf jika kurang tepat karena saya sendiri bukan pakarnya dan sama sekali belum mengalaminya, hal ini menyinggung masalah rumah tangga sebagai contohnya, dimana sebelumnya saya menangkap dua kejadian nyata dalam sebuah rumah tangga, pernah menjumpai (melihat dan mendengar) sebuah rumah tangga dimana antara suami dan istri belum terikat kuat secara emosional.</p>
<p><span id="more-1044"></span></p>
<p>Sang istri lebih kuat ikatan emosionalnya kepada orang tua daripada kepada suaminya. Setiap datang permasalahan ia langsung lari kepada kedua orang tuanya, tanpa berusaha terlebih dahulu menyelesaikannya bersama dengan suami. Dia lebih mengutamakan taat kepada orang tuanya daripada suaminya, tentu hal ini tidak baik bukan? Karena ketaatan yang lebih utama bagi seorang wanita yang punya suami setelah taat kepada Tuhannya adalah taat kepada suaminya.</p>
<p>&#8221;Aisyah Ra. berkata: &#8220;Saya bertanya kepada Rasulullah Saw &#8220;Siapakah orang yang paling besar haknya terhadap seorang perempuan? Sabdanya : Suaminya!&#8221; Lalu saya bertanya: &#8220;Siapakah orang yang paling besar haknya atas diri seorang laki-laki?&#8221; Sabdanya: &#8220;Ibunya!&#8221; (HR. al-Bazaar dan disahkan oleh al-Hakim).</p>
<p>Dan begitu pula tidak jarang sang suami justru yang masih kolokan (manja dan kekanak-kanakan). Dirinya sering meminta tolong orang tuanya untuk meminta tanggung jawab istrinya selama mendampinginya. Suami yang memiliki karakter seperti ini tentu kurang dapat bertanggung jawab terhadap istri dan keluarganya, padahal ia adalah seorang kepala keluarga. Rumah tangga yang seperti ini tentulah kurang baik dan kurang bisa mandiri, karena masih memerlukan penggembalaan orang tua. Oleh karena itu, seorang suami dituntut untuk bisa dewasa secara emosional selaku seorang kepala keluarga, sehingga bisa bersikap baik terhadap keluarga yang dibinanya. Itulah yang dianjurkan Rasulullah Saw.</p>
<p>Demikianlah kurang lebihnya akan perlunya memiliki kematangan emosional, yaitu melepaskan diri dari ketergantungan kepada orang yang selama ini dominan terhadap dirinya, seperti orang tua dan lain-lain. Tujuannya adalah agar lebih mesra menjalin hubungan dengan orang yang menjadi pasangan hidupnya, sehingga bisa melaksanakan apa yang menjadi kewajiban dirinya.</p>
<p>Tulisan ini bukan semata-mata bermaksud menggurui, hanya sekedar untuk berusaha menambah <a href="http://kipsaint.com/isi/sepenggal-saja.html" target="_blank">sepenggal saja</a> dalam suasna menumbuhkan <a href="http://kipsaint.com/isi/menumbuhkan-semangat-hidup.html" target="_blank">semangat hidup</a>, mudah-mudahan terkandung makna walaupun sedikit saja, amin <img src='http://kipsaint.com/wp-content/plugins/smilies-themer/kips/smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> Wallahualam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/kematangan-diri-secara-emosional.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Emosi Yang Dapat Merugikan Bersama</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/mengatasi-emosi-yang-dapat-merugikan-bersama.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/mengatasi-emosi-yang-dapat-merugikan-bersama.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 02:56:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Emosi]]></category>
		<category><![CDATA[Marah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/mengatasi-emosi-yang-dapat-merugikan-bersama.html</guid>
		<description><![CDATA[Selama nafas masih berhembus, permasalahan hidup tidak akan ada habis2nya. ya itulah kenyataan hidup atau kehidupan. Namun terkadang kita dihampiri suatu permasalahan yang terjadi akibat yang tidak kita lakukan, tidak disengaja atau tidak disadari letak kesalahannya, hal ini yang biasa terasa sangat berat sekali. Dari masalah tersebut sudah barang tentu banyak mempengaruhi akal dan pikiran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/04/Kemarahan.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-2646" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Kemarahan" src="http://kipsaint.com/wp-content/uploads/2008/04/Kemarahan.jpg" alt="" width="137" height="103" /></a>Selama nafas masih berhembus, permasalahan hidup tidak akan ada habis2nya. ya itulah kenyataan hidup atau kehidupan. Namun terkadang kita dihampiri suatu permasalahan yang terjadi akibat yang tidak kita lakukan, tidak disengaja atau tidak disadari letak kesalahannya, hal ini yang biasa terasa sangat berat sekali. Dari masalah tersebut sudah barang tentu banyak mempengaruhi akal dan pikiran yang tidak sehat, salah satunya memunculkan rasa bingung yang berkepanjangan, suntuk, emosi atau amarah dan lain sebagainya.</p>
<p>Bersyukurlah, bagi kita kalau seandainya masih ada orang yang mau menanggapi dengan pikiran sehat atas permasalahan kita. Bagaimanapun segala permasalahan tidak akan ada solusinya jika pikiran sedang pada kondisi tidak sehat. Dengan pikiran yang sehat pula biasanya orang mau memahami serta membantu mencari jalan terbaik sebagai solusi atas permasalahan tersebut, Insya Allah denga segala rasa tanggung jawab dan keinginan baik yang kuat segala permasalahan akan mendapat solusi terbaiknya.</p>
<p><span id="more-586"></span></p>
<p>Ketika emosi dan amarah memuncak maka segala sifat buruk yang ada dalam diri kita akan sulit dikendalikan dan rasa malu pun kadang akan hilang berganti dengan segala sifat buruk demi melampiaskan kemarahannya pada benda, orang lain, dll di sekitarnya.</p>
<p>Banyak orang bilang kalau menyimpan emosi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama dapat pecah sewaktu-waktu dan bisa melakukan hal-hal yang lebih parah dari orang yang rutin emosian. Oleh sebab itu sebaiknya bila ada rasa marah atau emosi sebaiknya segera dihilangkan atau disalurkan pada hal-hal yang tidak melanggar hukum dan tidak merugikan manusia lain.</p>
<p>Beberapa ciri-ciri orang yang tidak mampu mengandalikan emosinya: berkata keras dan kasar pada orang lain, marah dengan merusak atau melempar barang-barang di sekitarnya, ringan tangan pada orang lain di sekitarnya, melakukan tindak kriminal/tindak kejahatan, melarikan diri dengan narkoba atau minuman keras atau juga pergaulan bebas dll, menangis dan larut dalam kekesalan yang mendalam, dendam dan merencanakan rencana jahat pada orang lain, dsb&#8230;</p>
<p>Ada tulisan yang pernah membahas tentang hal yang berkaitan, diantaranya mengupas cara bagaimana kita meredam emosi pada diri kita dan orang lain. Mungkin yang tertulis dibawah ini bisa di coba diterapkan pada diri kita sebagai salah satu langkah untuk meredam emosi kita.</p>
<p><strong>Beberapa Cara Untuk Meredam Emosi/Amarah Diri Sendiri:</strong></p>
<p><strong>Rasakan yg orang lain rasakan.</strong> Cobalah bayangkan apabila kita marah kepada orang lain. Nah, sekarang tukar posisi di mana kita menjadi korban yang dimarahi. Bagaimana kira-kira rasanya dimarahi. Kalau kemarahan sifatnya mendidik dan membangun mungkin ada manfaatnya, namun jika marah membabi buta tentu jelas tidak ada manfaatnya.</p>
<p><strong>Tenangkan hati di tempat yg nyaman.</strong> Jika sedang marah alihkan perhatian pada sesuatu yang di sukai dan lupakan segala yang terjadi. Tempat yang sunyi dan asri seperti taman, pantai, kebun, ruang santai, dan lain sebagainya mungkin tempat yang cocok bagi kita. Jika emosi agak memuncak mingkin rekreasi untuk penyegaran diri sangat dibutuhkan.</p>
<p><strong>Mencari kesibukan yg disukai.</strong> Untuk melupakan kejadian atau sesuatu yang membuat emosi kemarahan kita memuncak kita butuh sesuatu yang mengalihkan amarah dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan dan dapat membuat kita lupa akan masalah yang dihadapi. Contoh seperti mendengarkan musik, membaca buku, chating, menulis artikel, nonton film, dan lain sebagainya. Hindari perbuatan bodoh seperti make narkoba, dan lain sebagainya.</p>
<p><strong>Curahan hati/curhat pada orang lain yg bisa dipercaya.</strong>Menceritakan segala sesuatu yang terjadi pada diri kita mungkin dapat sedikit banyak membantu mengurangi beban yang ada di hati. Jangan curhat pada orang yang tidak kita percayai untuk mencegah curhatan pribadi kita disebar kepada orang lain yang tidak kita inginkan. Bercurhatlah pada sahabat, isteri, orang tua, saudara dan lain sebagainya.</p>
<p><strong>Mencari penyebab dan mencari solusi.</strong> Ketika pikiran kita mulai tenang, cobalah untuk mencari sumber permasalahan dan bagaimana untuk menyelesaikannya dengan cara terbaik. Untuk memudahkan gunakan secarik kertas kosong dan sebatang pulpen untuk menulis daftar masalah yang kita hadapi dan apa saja kira-kira jalan keluar atau solusi masalah tersebut. Pilih jalan keluar terbaik dalam menyelesaikan setiap masalah yang ada. Mungkin itu semua akan secara signifikan mengurangi beban pikiran kita.</p>
<p><strong>Niat menjadi orang baik.</strong> Orang yang baik biasanya adalah orang yang kalau marah tetap tenang, langsung ke pokok permsalahan, tidak bermaksud menyakiti orang lain dan selalu mengusahakan jalan terbaik. Pasti kita ingin dipandang orang sebagai orang yang baik.</p>
<p><strong>Berpikir rasional sebelum bertindak.</strong> Sebelum marah kepada orang lain cobalah kita memikirkan dulu apakah dengan masalah tersebut kita layak marah. Masalah sepele jangan dibesar-besarkan dan masalah yang besar jangan disepelekan.</p>
<p><strong>Diversifikasi tujuan dan impian hidup.</strong> Semakin banyak cita-cita dan impian hidup anda maka semakin banyak hal yang perlu kita raih dan kejar mulai saat ini. Tetapkan impian dan angan hidup kita setinggi mungkin namun dapat dicapai apabila dilakukan dengan serius dan kerja keras. Hal tersebut akan membuat hal-hal sepele tidak akan menjadi penting karena kita terlalu sibuk dengan rajutan benang masa depan kita. Mengikuti nafsu marah berarti membuang-buang waktu kita yang berharga.</p>
<p><strong>Kendalikan emosi dan jangan mau diperbudak amarah.</strong> Orang yang mudah marah dan cukup membuat orang di sekitarnya tidak nyaman sudah barang tentu sangat tidak baik. Kehidupan sosial orang tersebut akan buruk. Ikrarkan dalam diri untuk tidak mudah marah. Santai saja dan cuek terhadap sesuatu yang tidak penting. Tujuan hidup kita adalah yang paling penting. Anggap kemarahan yang tidak terkendali adalah musuh besar kita dan jika perlu mintalah bantuan orang lain untuk mengatasinya.</p>
<p><strong>Cara Untuk Meredam Emosi/Amarah Orang Lain:</strong></p>
<p>Untuk meredam amarah orang lain sebaiknya kita tidak ikut emosi ketika menghadapi orang yang sedang dilanda amarah agar masalah tidak menjadi semakin rumit. Cukup dengarkan apa yang ingin ia sampaikan dan jangan banyak merespon. Tenang dan jangan banyak hiraukan dan dimasukkan dalam hati apa pun yang orang marah katakan. Cukup ambil intinya dan buang sisanya agar kita tidak ikut emosi atau menambah beban pikiran kita.</p>
<p>Jika marahnya karena sesuatu yang kita perbuat maka kalau bukan kesalahan kita jelaskanlah dengan baik, tapi kalau karena kesalahan kita minta maaf saja dan selesaikanlah dengan baik penuh ketenangan batin dan kesabaran dalam mengatasi semua kemarahannya. Lawan api dengan air, jangan lawan api dengan api. Semoga saja dapat berhasil menjinakkan emosi dan rasa marah yang ada.</p>
<p>Wallahualam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/mengatasi-emosi-yang-dapat-merugikan-bersama.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Emosi &#8230;</title>
		<link>http://kipsaint.com/isi/emosi.html</link>
		<comments>http://kipsaint.com/isi/emosi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 01:11:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kips</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[Emosi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kipsaint.com/isi/emosi.html</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah emosi adalah suatu reaksi terhadap satu situasi. Situasi yang bisa membuat perasaan emosiaonal muncul tentunya sangat beragam. Rasa emosional yang dihasilkannya pun begitu, bisa dalam bentuk kemarahan, menangis dan lain sebagainya.
Pada dasarnya perasaan dan emosi kita tidak ditentukan oleh orang lain, kita sendiri yang menentukannya. Jadi sejauh mana kita mengendalikan perasaan itulah yang dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah emosi adalah suatu reaksi terhadap satu situasi. Situasi yang bisa membuat perasaan emosiaonal muncul tentunya sangat beragam. Rasa emosional yang dihasilkannya pun begitu, bisa dalam bentuk kemarahan, menangis dan lain sebagainya.</p>
<p>Pada dasarnya perasaan dan emosi kita tidak ditentukan oleh orang lain, kita sendiri yang menentukannya. Jadi sejauh mana kita mengendalikan perasaan itulah yang dapat menjadi penyebab terlihatnya kehadiran rasa emosional kita.</p>
<p>Tak seorang pun yang bisa membuat kita melakukan reaksi emosional apa pun jika kita tidak mengizinkan untuk melakukannya, hanya diri kita sendiri yang bertanggungjawab atas perasaan-perasaan dan emosi-emosi kita.</p>
<p>Jika kita menetapkan tujuan-tujuan ambisius untuk diri sendiri dan bekerja dengan penuh semangat untuk mencapainya, kita akan segera menyadari, kita tak punya waktu untuk membiarkan pikiran picik membuat kita marah dan menahan langkah kita menuju tujuan-tujuan kita. Wallahualam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kipsaint.com/isi/emosi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

